Misionaris, Penuntun Jalan Hidup Anak-Anak Allah

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

Jumat Pekan II Adven, 14 Desember 2018
PW St.Yohanes dari Salib
Yes. 48:17-19 & Mat. 11:16-19

Pada hari ini, kita memasuki hari ke-13 dalam Tahun Liturgi, Tahun C. Empat tokoh misionaris yang Tuhan hadirkan sebagai penuntun jalan bagi hidup kita sebagai anak-anak-Nya. Mari kita jumpai mereka untuk menyambut pesan kasih yang Tuhan sampaikan kepada kita lewat kesaksian hidup mereka.

1. Nabi Yesaya
Sebagai misionaris, Yesaya diutus untuk membawa Umat Allah (Yehuda) kembali kepada Allah. Yesaya juga diutus untuk memberitakan keselamatan yang disediakan Allah lewat Mesias. Bacaan pertama hari ini menegaskan bahwa sesungguhnya Allah sendirilah misionaris yang utama. Dialah yang menuntun jalan hidup anak-anak-Nya. “Missio Dei” itu dilakukan Allah, baik secara langsung ataupun lewat orang-orang pilihan-Nya, untuk memenuhi kerinduan hati-Nya. Allah Bapa kita itu, punya kerinduan untuk melihat putera-puteri-Nya hidup menurut perintah-Nya. Allah, Sang Bapa sorgawi ini, rindu melihat kita semua hidup dalam damai sejahtera. Kerinduan hati Allah itu lalu diwujudkan dengan mengutus para Nabi-Nya kepada umat manusia. Sepanjang sejarah keselamatan, telah ada banyak Nabi dan utusan Allah yang ditugaskan untuk menuntun jalan hidup manusia, agar tidak tersesat. Kalau pun sampai ada yang tersesat, para utusan atau Nabi-Nya itulah yang diberi mandat untuk membawa mereka kembali kepada-Nya.

2. Yohanes Pembaptis
3. Yesus Kristus
Warta Nabi Yesaya disuarakan kembali oleh Yohanes Pembaptis, yang lebih khusus tugasnya, yakni mempersiapkan jalan bagi umat Allah untuk menyambut Yesus Kristus, Putera-Nya. Maka tugas untuk menuntun jalan hidup umat manusia itu akhirnya berada di tangan Putera Allah sendiri.

Tanggapan Umat Manusia
Satu-satunya tanggapan yang dinantikan Allah dari umat-Nya adalah seperti yang disampaikan lewat Pemazmur, “Barangsiapa mengikuti Engkau ya Tuhan, akan mempunyai Terang Hidup” (Mzm. 1:1-6). Masalahnya apakah semua orang memberi diri untuk dituntun oleh Tuhan lewat orang-orang yang diutus-Nya?

Tidak jarang kerinduan hati Allah untuk menuntun dan menyelamatkan umat-Nya itu tidak mendapatkan tanggapan yang baik. Para utusan Allah itu, seperti halnya Yohanes Pembaptis dan Yesus, yang kita tahu dari warta Matius hari ini (Mat.11:16-19). Yohanes mengalami penolakan dan begitu juga Yesus. Sekali pun demikian, Tuhan Allah seakan tidak pernah menyerah, untuk terus mencari cara untuk menuntun jalan umat-Nya.

4. Santo Yohanes dari Salib
Lahir pada 24 Juni 1542, di Fontiveros, Spanyol, Santo Yohanes dari Salib ini masuk Ordo Carmel tahun 1563 dan kemudian menjadi Imam Carmelit tahun 1567. Yohanes dari Salib dihormati sebagai Pujangga Gereja. Ia menjadi tokoh penting pada Masa Kontra-reformasi. Atas permintaan Santa Theresia dari Avila, Santo Yohanes dari Salib juga menjadi pembaharu untuk kongregasinya. Sebagai Imam & misionaris, Santo Yohanes dari Salib telah menjadi “Penuntun Jalan Hidup,” pertama bagi umat Allah selama Masa Kontra-reformasi melawan ajaran yang anti Katolik dan kedua bagi para anggota kongregasinya sendiri.

Demikianlah dari zaman umat Allah Perjanjian Lama ke zaman umat Allah Perjanjian Baru hingga ke zaman Gereja pada dewasa ini, Allah senantiasa menuntun jalan hidup umat-Nya, melalui orang-orang pilihan-Nya. Maukah anda menjadi salah satu dari orang-orang pilihan Allah itu, untuk umat-Nya yang berada di dalam masyarakat dan Gereja-Nya saat ini? Semoga…

(RD.Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s