Melaksanakan Misi Allah Bukan Misi Pribadi

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

Selasa Pekan III Adven, 18 Desember 2018
Yer. 23:5-8 & Mat. 1:18-24

Salah satu tokoh yang beberapa kali disebutkan namanya dalam kisah kelahiran Yesus Kristus adalah Yusuf. Saya menghitungnya sebanyak ada sebanyak lima kali nama Yusuf disebut. Namun anehnya walaupun nama Yusuf lima kali disebut, tetapi tidak satu kali pun teks ini mencatat Yusuf mengatakan sesuatu. Dari awal kisah sampai akhir, Yusuf hadir sebagai tokoh yang pasif dalam artian tidak berbicara apapun.

Ada dua hal yang menarik dari Yusuf dalam kisah ini
Pertama, diceritakan “Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam” (Mat. 1:19). Yusuf hadir sebagai tokoh yang sangat rendah hati dan tahu menjaga rahasia pasangannya. Dia tidak mau mempermalukan pasangannya apalagi mencelakakannya.

Kedua, malaikat Tuhan menampakkan dirinya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Mat 1:20). Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya (Mat. 1:24).

Dari dua kutipan ini, kita melihat bahwa Yusuf hadir dengan tidak berkata apapun. Dia diam, padahal dia sangat berpengaruh dalam kisah ini. Dia adalah pribadi yang telah mengambil bagian dalam rencana keselamatan Allah dalam keheningan. Dia adalah sosok orang beriman yang memiliki ketaatan penuh kepada Allah. Pilihan hidupnya adalah menuruti sabda Tuhan.

Sebagai seorang misionaris kita perlu belajar dari Yusuf:
1. Mencintai sesama dengan tulus hati
2. Lebih banyak mendengarkan daripada berbicara
3. Tahu menjaga keheningan
4. Taat pada kehendak Allah dan setia menuruti atau mengamalkan Firman Tuhan dalam hidup

“Tugas seorang misionaris adalah melaksanakan misi Allah bukan misi pribadi.”

(RD. Stefanus Si, Imam Keuskupan Weetebula)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s