Homili Paus: ‘St.Yusuf membesarkan Yesus dalam keheningan’

Dalam homilinya pada Misa di Casa Santa Marta pada hari Selasa, Paus Fransiskus berbicara tentang bagaimana Santo Yusuf merencanakan masa depan sambil tetap berpijak pada kenyataan dan dalam keheningan membantu membesarkan Yesus.

Paus Fransiskus merenungkan teladan Santo Yusuf dalam khotbahnya pada misa hari Selasa pagi. Dia juga berdoa untuk beberapa anak Slovakia yang cacat yang telah membuat dekorasi Natal untuk kapel.

Beralih kembali ke St.Yusuf, Paus, menyebutnya sebagai “seorang lelaki impian… yang tahu cara menemani orang lain di dalam keheningan.”

Kebijaksanaan orang tua yang baik
Bapa Suci mengatakan bacaan Injil hari ini (Mat 1: 18-25) menyajikan Yusuf sebagai, “orang benar, yang taat Hukum, bekerja keras, rendah hati dan mencintai Maria.” Ketika pertama kali menghadapi apa yang tidak dimengertinya “Dia lebih memilih untuk mundur” tetapi “Tuhan mengungkapkan kepadanya misinya.” Maka St.Yusuf mengambil peran barunya dengan sepenuh hati dan membantu membesarkan Anak Allah, “dalam keheningan, tanpa menghakimi, tanpa berbicara buruk tentang orang lain dan tanpa bergosip.”

“Dia membantunya tumbuh dan berkembang. Karena itu dia mencari tempat bagi anak itu untuk dilahirkan. Dia menjaganya, membantunya tumbuh dan dia mengajarinya untuk bekerja: banyak hal… dalam keheningan. Dia tidak pernah memiliki anak itu untuk dirinya sendiri. Dengan diam-diam dia membiarkannya tumbuh. Dia membiarkan dia tumbuh: Ide ini dapat sangat membantu kita, kita yang secara alamiah selalu ingin tahu dalam segala hal, terutama dalam kehidupan orang lain… Dan kita mulai bergosip, berbicara… Tapi dia membiarkannya tumbuh, mengawasinya secara diam-diam dan membantunya.”

Paus Fransiskus mengatakan banyak orang tua memiliki sikap bijak dalam merawat anak-anak mereka tanpa menjadi sombong. Dia mengatakan mereka memiliki kapasitas untuk menunggu, tanpa segera berteriak jika anak melakukan kesalahan. Adalah penting untuk mengetahui cara menunggu, katanya, sebelum mengatakan sesuatu untuk membantu mereka bertumbuh.

Tuhan, kata Paus, memiliki sikap sabar yang sama dengan anak-anak-Nya, karena Dia menunggu dalam keheningan.

18 Desember 2018
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s