Paus Fransiskus: Politik yang baik berada pada pelayanan perdamaian

Kantor Pers Takhta Suci mempublikasikan Pesan Paus Fransiskus untuk Hari Perdamaian Sedunia ke-52

“Damai sejahtera bagi rumah ini!” Dalam sambutannya untuk Hari Perdamaian Sedunia ke-52, Paus Fransiskus mengangkat kata-kata yang diajarkan oleh Kristus di dalam Injil. Bapa Suci menggarisbawahi bahwa “’rumah’ yang dimaksudkan oleh Yesus adalah setiap keluarga, komunitas, negara dan benua.”

Pada pelayanan perdamaian
Dalam pesannya untuk Hari Perdamaian Sedunia, Paus merefleksikan peran “politik yang baik pada pelayanan perdamaian.” Mereka yang memegang jabatan politik, katanya, harus menjalankan kantor mereka untuk melayani orang lain, berdasarkan pekerjaan mereka dengan berlandaskan pada amal kasih dan keutamaan manusiawi.

Peringatan terhadap kejahatan politik
Pada saat yang sama, Paus Fransiskus memperingatkan kejahatan yang merusak politik, termasuk korupsi, xenofobia, rasisme, kurangnya perhatian terhadap lingkungan dan penghinaan terhadap orang-orang (buangan) tersingkir.

“Ketika pelaksanaan kekuatan politik hanya bertujuan untuk melindungi kepentingan-kepentingan dari beberapa individu yang diistimewakan, masa depan dikompromikan dan orang muda dapat terpancing kehilangan kepercayaan,” tulis Paus. Dia mendorong politik untuk “membina bakat orang muda dan aspirasi mereka” untuk menyerukan perdamaian, dengan menggarisbawahi bahwa “Setiap orang dapat berkontribusi memberikan sumbangsih masing-masing untuk membantu membangun bumi kita.”

Dasar perdamaian
Bapa Suci menolak politik intimidasi dan ketakutan serta mencela “pertumbuhan persenjataan bebas yang tak terkendali.” Perdamaian, ia bersikeras, didasarkan pada penghormatan terhadap setiap orang… menghormati hukum dan kebaikan bersama, penghormatan terhadap lingkungan “selaras dengan “tradisi moral yang diwariskan dari generasi sebelumnya.”

Tantangan untuk pembaruan terus menerus
Sebagai kesimpulan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa perdamaian “adalah buah dari proyek politik hebat yang didasarkan pada tanggung jawab bersama dan ketergantungan mutualisme manusia.” Namun, katanya, “hal tersebut juga merupakan sebuah tantangan yang menuntut pembaruan terus-menerus” – tantangan yang “memerlukan perubahan bentuk hati dan jiwa.”

Ikuti link berikut untuk berita selengkapnya dari Paus Fransiskus: “Pesan untuk Peringatan 52 tahun Hari Perdamaian Dunia.”

18 Desember 2018
Oleh Christopher Wells
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s