Harapan Natal Paus untuk para karyawan Vatikan: jadilah orang kudus untuk berbahagia

Paus Fransiskus pada hari Jumat berbicara kepada para karyawan Vatikan dan keluarga mereka dalam acara bertukar salam Natal.

Paus Fransiskus pada hari Jumat menerima para karyawan Vatikan dan keluarga mereka di Aula Paulus VI. Dalam ceramahnya, ia mendorong keluarga-keluarga untuk membiarkan diri mereka diresapi sukacita “Babe of Bethlehem” (Kisah Kelahiran Kristus) dengan mengatakan bahwa hal itu merupakan jalan menuju kekudusan.

“Karena itu, ini adalah doaku: untuk menjadi bahagia, jadilah kudus… Kudus dalam daging dan darah, dengan karakter kita, cacat kita, bahkan dosa kita, tetapi siap untuk membiarkan diri kita ‘dipenuhi’ oleh kehadiran Yesus di tengah-tengah kita, siap untuk bergegas kepada-Nya, seperti para gembala, untuk melihat peristiwa ini, tanda luar biasa yang diberikan Tuhan kepada kita,” Paus mengatakan kepada para karyawan Vatikan dan keluarga mereka pada 21 Desember dalam sebuah audiensi di aula Paulus VI, Vatikan, untuk saling bertukar ucapan selamat Natal.

Paus yang genap berusia 83 tahun pada hari Senin, 17 Desember, sangat senang melihat nenek buyut berusia 93 tahun bersama putri dan cicitnya, yang menurutnya layak mendapatkan penghargaan.

“Diresapi” oleh sukacita kelahiran Kristus
Dengan mengarahkan perhatian ke adegan Kelahiran, Paus mengatakan bahwa Bunda Maria dan St.Yosef bahagia karena, setelah melalui banyak kekhawatiran, mereka telah menerima Karunia ini dari Tuhan dengan iman yang begitu besar dan begitu banyak cinta. “Mereka ‘meluap’ dengan kekudusan dan sukacita.” Tetapi hal itu tidak mudah bagi mereka, kata Paus, sambil menambahkan “orang-orang kudus tidak dilahirkan kudus, mereka berproses menjadi kudus dan hal ini juga berlaku bagi mereka.”

Dalam hal ini, Paus menjelaskan, para gembala penuh dengan kegembiraan dan karenanya juga merupakan orang-orang suci karena mereka menanggapi pemberitaan malaikat dan Anak di palungan. Keajaiban di mata bocah gembala dalam adegan kelahiran Yesus, katanya, mengungkapkan kegembiraan yang mengejutkan dari mereka yang menyambut misteri Yesus dengan roh seorang anak. “Ini adalah sifat kekudusan: untuk melestarikan kemampuan untuk kagum, mengagumi karunia Tuhan, pada ‘kejutannya’ dan karunia terbesar, kejutan yang selalu baru, adalah Yesus.”

Dalam adegan Kelahiran Yesus yang lebih besar, Paus menunjukkan, ada banyak karakter yang mewakili berbagai pekerjaan seperti tukang sepatu, pembawa air, pandai besi, tukang roti dan yang lainnya, yang semuanya bahagia. Ini karena mereka, demikian dikatakan, “diresapi” oleh kegembiraan dari peristiwa yang mereka ikuti, yaitu kelahiran Yesus. “Demikian juga pekerjaan mereka dikuduskan oleh kehadiran Yesus, dengan kedatangan-Nya di antara kita,” kata Paus.

Paus yang berasal dari Argentina ini kemudian berbicara tentang menjadi suci dalam keluarga. Dibutuhkan beberapa upaya di tempat kerja kita untuk mencerminkan sedikit kekudusan Yesus, sinar kecil, dengan senyum, perhatian, kesopanan atau permintaan maaf, dan seluruh lingkungan kerja menjadi lebih “bernafas.” Dia berkata, ini membersihkan iklim berat yang kadang-kadang kita ciptakan dengan kesombongan, mementingkan diri sendiri dan prasangka dan kita bekerja lebih baik lagi dan menghasilkan lebih banyak buah.

Paus Fransiskus mendesak para pendengarnya untuk berhenti memfitnah yang katanya membawa banyak kesedihan di tempat kerja dan menghancurkan persahabatan dan spontanitas. Jika seseorang harus mengkritik, kritik itu harus disampaikan kepada yang bersangkutan, bukan menggosip di belakangnya. Obat mujarab yang ia sarankan ketika tergoda untuk memfitnah adalah dengan menggigit lidah dan anda akan berhenti berbicara buruk tentang orang lain.

Paus juga berbicara tentang “kekudusan tetangga” Vatikan, di halaman belakang rumahnya sendiri. Ini adalah Natal kelimanya di Vatikan, dia berkata dia bisa bersaksi ada “banyak orang suci” yang tidak membuat pertunjukan tetapi sederhana dan rendah hati, melakukan banyak hal baik dalam pekerjaan mereka dan dalam hubungan mereka dengan orang lain. Mereka bersukacita, bukan karena mereka tertawa, tetapi karena mereka memiliki ketenangan dalam diri yang datang dari Yesus, Imanuel, Tuhan bersama kita dan mereka tahu bagaimana menularkannya kepada orang lain.

“Kita tidak takut akan kekudusan. Ini adalah jalan kegembiraan, ”Paus Fransiskus menyimpulkan mengucapkan selamat Natal kepada semua orang.

21 Desember 2018
Oleh Robin Gomes
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s