Setia Mengikuti Tuhan

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

Rabu, 26 Desember 2018
Pesta St.Stefanus, Martir Pertama
Kisah Para Rasul. 6:8-10; 7:54-59 & Matius. 10:17-22

Saudari-Saudari yang terkasih,
Selamat Pesta Natal untuk kita semua. Kita tentu masih diliputi suasana sukacita Natal karena itu kita diajak merenungkan bacaan suci hari ini karena pesannya berkaitan erat dengan hikmat Natal. Memang membaca kedua bacaan hari ini terkesan pesannya bertolak belakang dengan suasana Natal yang penuh kegembiraan dan damai. Kedua bacaaan ini dari Injil Matius 10:17-25 dan khususnya bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 6:8-10; 7:54-59 tentang kisah kematian St.Stefanus justru menampilkan situasi menyedihkan bahkan mencekamkan.

Mengapa demikian? Gereja menempatkan Pesta St.Stefanus persis sehari setelah Perayaan Natal 25 Desember dengan maksud menyadarkan kita akan arti perayaan Natal yang sesungguhnya. Natal menjadi momen kita menyambut dan menjadikan Tuhan sebagai pusat penggerak hidup dan karya kita. Dengan jalan demikian kita akan diarahkan untuk hidup menurut kehendak Tuhan dan berupaya menjadi alat-Nya mengupayakan makin bertumbuhnya Kerajaan Allah di lingkup kehidupan kita.

Tentu hal ini tidak gampang apalagi di situasi zaman kita sekarang. Maka contoh hidup St.Stefanus ditampilkan sebagai teladan bagi kita. Kita perlu berani berpegang teguh pada iman kita kepada Tuhan di tengah situasi ‘hujan informasi’ terlebih melalui medsos dan berbagai kepentingan yang menyesatkan. Seperti St. Stefanus kita mau tetap setia mengikuti Tuhan meski harus dihadapkan pada kesulitan dan mau ‘dikorbankan’ seperti difitnah, ditertawakan, dihina, dijauhi, dll.

Inilah bentuk-bentuk kemartiran kita bila mau berpegang teguh pada iman seperti Santo Stefanus. Namun sikap iman dan pengorbanan demikian senantiasa berbuah manis berupa sukacita sejati karena kebenaran sejati akan selalu menang meski kadang butuh ketabahan dan kesabaran menanti waktu perwujudannya menurut waktu dan jalan Tuhan. Mari kita bulatkan tekad untuk makin menjadikan Tuhan sebagai pengarah hidup kita dan kita bersedia menjadi saksi iman.

(RP. Yohanes Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo-Leste)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s