Misionaris Diurapi untuk Mengenal Kebenaran dan Mengatasi Para Anti Kristus

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

Senin, 31 Desember 2018
1Yoh. 2:18-21 & Yoh. 1:1-18

Renungan Harian dari Yung-Fo, Pangkalpinang

Pada hari ini, ziarah hidup kita dalam tahun 2018 akan kita tutup. Namun perjalanan kita bersama Tuhan berlangsung. Firman-Nya tetap dan terus-menerus disajikan sebagai penuntun jalan dan pedoman hidup kita. Sebagai orang-orang yang diikutsertakan Tuhan dalam tugas perutusan Putera-Nya, dua hal yang dibukakan bagi kita lewat firman-Nya. Ada tantangan yang harus dihadapi oleh seorang misionaris, tetapi juga ada peneguhan yang Tuhan sediakan baginya.

1. Terhubung dengan Yesus = kekuatan dan dasar hidup seorang misionaris
Mengacu kepada firman-Nya, “Seperti Bapa yang hidup mengutus Aku, demikianlah sekarang Aku mengutus kamu,” (Yoh.20 : 21). Seorang misionaris terhubung secara sangat jelas dan hakiki dengan Tuhan kita Yesus Kristus. Dari hubungan inilah mengalir kekuatan, peneguhan serta penghiburan baginya. Misionaris adalah seseorang yang telah menemukan Yesus Kristus sebagai “hidup dan terang” bagi dirinya dan bagi umat manusia dan selanjutnya seperti Yohanes Pembaptis, seorang misionaris memberikan dirinya untuk bersaksi tentang Yesus, supaya semua orang menjadi percaya (Yoh.1 : 4. 6-7).

Di dalam Yesus, Allah berkehendak untuk mengangkat orang-orang yang telah percaya itu menjadi anak-anak-Nya dan seorang misionaris akan berbahagia untuk boleh menjadi alat Tuhan untuk ikut mewujudkan kehendak-Nya ini (Yoh.1 : 12-13).

2. Anti Kristus = tantangan untuk seorang misionaris
Selain menegaskan kembali jaminan tentang kekuatan seorang misionaris, yang tersedia di dalam hubungan dengan diri-Nya, firman Tuhan pada hari terakhir tahun 2018 ini juga membukakan hal yang menantang bagi hidup dan karya seorang misionaris, yakni munculnya banyak anti Kristus (1Yoh.2 : 18). Tantangan ini menjadi semakin serius dan harus disikapi dengan serius juga, karena orang-orang anti Kristus itu tidak datang dari luar, melainkan dari dalam jemaat kaum beriman itu sendiri (1 Yoh.2 : 19).

Selain mengungkapkan tentang adanya anti Kristus yang datang dari dalam jemaat sendiri, firman Tuhan juga memberikan semacam indikator untuk mengenali siapa orang-orang anti Kristus itu. Satu hal yang dibuka kepada seorang misionaris untuk mengenali para anti Kristus ini ialah soal kesungguhan dalam hal menghidupi hubungan mereka dengan Yesus. Para anti Kristus ini termasuk orang yang tidak bersungguh-sungguh dalam penghayatan iman mereka. Keberadaan mereka di dalam jemaat sepertinya hanya sebagai kamuflase saja. Katakanlah mereka menyamar sebagai anggota jemaat, tetapi nyatanya hidup tidak sesuai dengan cara hidup jemaat (1 Yoh.2: 19).

Dan, bukan hanya memberikan indikator atau tanda pengenal orang-orang anti Kristus ini, tetapi lebih jauh lagi, kaum beriman sejati – termasuk para misionaris di dalam jemaat ini, bahkan diperlengkapi dengan pengurapan dari Yang Kudus (1 Yoh.2 : 20). Pengurapan ini menjadi “perlengkapan” bagi misionaris, selain untuk mengenali siapa para anti Kristus itu, sekaligus juga untuk mengenali kebenaran yang datang dari Allah.

Jelas, bahwa Tuhan Allah tidak hanya memberi tugas-perutusan (= misi), tetapi bahwa para misionaris-Nya dan bahkan seluruh umat-Nya, Dia perlengkapi dengan (1) menjadikan mereka anak-anak-Nya (Yoh.1 : 12-13), dengan (2) mengurapi mereka dan dengan (3) menjadikan mereka mengenal kebenaran-kebenaran-Nya (1Yoh.2 : 20-21).

Terima kasih Tuhan Yesus, untuk hidup dan perutusan serta aneka perlengkapan hidup yang Engkau sediakan bagi kami. Semoga kami mampu membawa orang-orang ke dalam iman akan Dikau. Amin.

“Selamat Tahun Baru 2019”

(RD. Marcel Grabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

One thought on “Misionaris Diurapi untuk Mengenal Kebenaran dan Mengatasi Para Anti Kristus

  1. Sebagai anggota jemaat biasa yg mencoba aktiv dalam aktivitas keumatan dlm lingkungan sungguh sy merasakan tantangan tdk sederhana utk memahami ketika ada sebutan “anti Kristus” ? apalagi sdh ada sinyalemen itu ada dalam jemaat sendiri..? wah kalau begitu gawat ini ..? Bisa menimbulkan saling kecurigaan di antara jemaat sendiri. Supaya ini tdk menjadi kasak-kusuk dlm gereja dan menimbulkan permasalahan besar sebaiknya segera ada tindakan konkrit dari otiritas parokial. jangan bermain2 dengan dugaan2 saja dan tdk ada upaya konkrit dari paroki atau keuskupan yg terindikasi. Kalau dibiarkan saja tentu tdk baik akibatnya. Semoga Allah Roh Kudus menerangi segenap pejabat gereja utk bersikap dengan benar atas sinyalemen anti Kristus dlm jemaat itu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s