Homili Paus: ‘Mari Kita Menjadi Kagum’

Paus Fransiskus mengatakan di dalam homilinya pada perayaan liturgi menyambut Tahun Baru di Basilika Santo Petrus bahwa kita perlu kagum dengan Maria, Bunda Allah, membiarkannya memandangi kita, merangkul kita dan memegang tangan kita.

Paus Fransiskus mengambil contoh pada homili-nya untuk Perayaan Maria, Bunda Allah, dari Injil Lukas pada zaman itu yang mengatakan bahwa semua orang kagum dengan apa yang dikatakan oleh para gembala kepada mereka. Kita, hari ini, seharusnya kagum pada Bunda Allah, katanya dan membiarkan Maria memandangi kita, merangkul kita dan memegang tangan kita.

Terkagum-kagum oleh Maria
Maria bukan hanya Bunda Allah, Paus Fransiskus memulai, ia juga mempersembahkan kita semua “dilahirkan kembali untuk Tuhan,” katanya. Gereja juga perlu kagum, lanjutnya, “menjadi tempat tinggal Allah yang hidup, Mempelai Perempuan Tuhan, seorang Ibu yang melahirkan anak-anaknya.” Bunda Maria lah yang “memberi Gereja perasaan seperti di rumah,” kata Paus.

Izinkan Maria untuk menatap kita
Setiap kali Maria memandangi kita, Paus Fransiskus berkata, “Dia tidak melihat orang berdosa tetapi anak-anak.” Dengan membiarkannya memandangi kita, kita akan melihat pantulan keindahan dan surga Allah. Tatapannya, katanya, menembus sudut paling gelap dan menyalakan kembali harapan.

“Sewaktu dia memandang kita, dia berkata: ‘Bersukacitalah, anak-anak yang terkasih; inilah aku, ibumu!’”

Izinkan Maria merangkul kita
Maria membawa kita semua ke dalam hatinya dengan cara yang sama seperti ketika dia mengambil setiap orang dan peristiwa ke dalam hati selama hidupnya: kunjungannya ke Elisabet, ke pengantin baru di Kana dan ke para murid di Ruang Atas, kata Paus. “Dia ingin merangkul kita dalam setiap situasi dan menyerahkannya kepada Tuhan,” katanya.

Izinkan Maria memegang tangan kita
“Tuhan sendiri membutuhkan seorang ibu,” kata Paus Fransiskus. Dan Yesus memberikannya kepada kita dari salib. “Bunda kita bukanlah sebuah pelengkap opsional: kita harus menyambutnya dalam hidup kita,” katanya.
“Maria, pegang tangan kami,” doa Paus di akhir homilinya.
“Kumpulkan kami di bawah mantelmu, dalam kelembutan cinta sejati, di mana keluarga manusia dilahirkan kembali: ‘Kami terbang ke dalam perlindunganmu, O Bunda Suci Allah.”

31 Desember 2018
Oleh: Sr. Bernadette Mary Reis, fsp
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s