Ajakan Paus Meninggalkan “Ketidakpedulian”

Homili Paus: “Ketidakpedulian menentang cinta Tuhan”
Dalam homilinya pada misa hari Selasa di Casa Santa Marta, Paus Fransiskus berkata bahwa Tuhan mengambil langkah pertama terhadap kita dan mengasihi kita karena Ia berbelas kasih dan penyayang, terlepas dari ketidakpedulian kita.

Paus Fransiskus mempersembahkan misa pada hari Selasa untuk kedamaian abadi Uskup Agung Giorgio Zur, yang meninggal pada Senin malam. Uskup Zur tinggal di Casa Santa Marta bersama Paus dan pernah bertugas sebagai Nuncio Apostolik untuk Austria.
Dalam homilinya, Paus Fransiskus merenungkan Injil pada hari itu (Mrk. 6: 34-44) tentang penggandaan roti dan ikan, serta Bacaan Pertama yang diambil dari Surat Pertama Yohanes (4: 7-10).

Tuhan mengasihi kita terlebih dahulu
Bapa Suci berkata Rasul Yohanes menjelaskan “bagaimana Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita.” “Mari kita saling mengasihi, karena cinta adalah dari Allah,” tulis Yohanes.
Paus Fransiskus menyebut ini sebagai misteri cinta: “Tuhan mencintai kita terlebih dahulu. Dia mengambil langkah pertama.” Tuhan mencintai kita, katanya, meskipun kita “tidak tahu bagaimana cara mencintai” dan “membutuhkan belaian Tuhan untuk mencintai.”

“Langkah pertama yang Tuhan ambil adalah Putra-Nya. Dia mengutus-Nya untuk menyelamatkan kita dan memberi makna bagi hidup kita serta untuk membarui dan menciptakan kita kembali.”

Yesus berbelas kasih pada orang banyak
Dengan merenungkan penggandaan roti dan ikan, Paus Fransiskus berkata bahwa Yesus memberi makan orang banyak karena belas kasihan.

“Hati Tuhan, hati Yesus, tergerak ketika dia melihat orang-orang ini dan Dia tidak bisa tetap acuh tak acuh. Cinta itu gelisah. Cinta tidak mentolerir ketidakpedulian; cinta itu welas asih. Tapi cinta berarti meletakkan hatimu pada orang lain; itu berarti [menunjukkan] belas kasihan.”

Beri mereka makanan dari dirimu
Kemudian Paus Fransiskus menggambarkan kisah itu ketika para murid pergi mencari makanan. Dia berkata bahwa Yesus mengajar mereka dan orang-orang tentang banyak hal, tetapi mereka menjadi bosan, “karena Yesus selalu mengatakan hal yang sama.”
Saat Yesus mengajar “dengan cinta dan kasih sayang,” Paus berkata, mungkin mereka mulai “berbicara di antara mereka sendiri.” Mereka mulai memeriksa waktu mereka, kemudian mengatakan, “Sudah malam.”

Bapa Suci kemudian mengutip Markus: “Tetapi Tuan, ini adalah tempat yang sepi dan sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung.” Paus mengatakan mereka pada dasarnya ingin orang-orang mengerjakannya sendiri. “Tetapi kita dapat yakin,” katanya, “bahwa mereka pasti memiliki cukup roti untuk diri mereka sendiri, dan mereka ingin menyimpannya. Ini ketidakpedulian.”

“Para murid tidak tertarik pada orang-orang. Yesus tertarik, karena dia memperhatikan mereka. Mereka tidak jahat, hanya acuh tak acuh. Mereka tidak tahu apa artinya mencintai. Mereka tidak tahu bagaimana menunjukkan belas kasihan. Mereka tidak tahu apa itu ketidakpedulian. Mereka harus berbuat dosa, mengkhianati sang Guru dan meninggalkan-Nya untuk memahami inti dari belas kasih. Dan tanggapan Yesus sangat mendalam: ‘Berikanlah makanan bagi mereka dari dirimu.’ Ambillah penderitaan mereka. Inilah pergulatan antara belas kasihan Yesus dan ketidakpedulian, yang selalu diulang sepanjang sejarah. Banyak orang yang baik, tetapi tidak memahami kebutuhan orang lain, tidak mampu berbelas kasih. Mereka adalah orang-orang baik, mungkin karena kasih Tuhan belum masuk ke dalam hati mereka atau mereka belum membiarkannya masuk.”

Wanita tunawisma di Roma
Paus Fransiskus kemudian menggambarkan sebuah foto yang digantung di dinding Kantor Badan Karitas Kepausan. Dia mengatakan itu adalah foto yang diambil oleh seorang pria lokal yang menawarkannya kepada Almoner Kepausan. Daniel Garofani, sekarang seorang fotografer untuk Osservatore Romano, mengambil foto setelah membagikan makanan dengan Kardinal Krajewski kepada para tunawisma. Paus Fransiskus mengatakan foto itu menunjukkan orang-orang berpakaian bagus meninggalkan sebuah restoran di Roma ketika seorang wanita tunawisma mengangkat tangannya untuk meminta sedekah. Dia mengatakan gambar itu diambil “sama seperti orang-orang memalingkan muka, sehingga pandangan mereka tidak akan bertemu” dengan wanita gelandangan itu. Ini, kata Paus, “adalah budaya ketidakpedulian. Itulah yang dilakukan oleh para Rasul. “

Ketidakpedulian adalah lawan dari cinta
Paus Fransiskus berkata cinta Tuhan selalu datang duluan serta penuh belas kasih dan penyayang. Dia mengatakan memang benar bahwa kebalikan dari cinta adalah kebencian, tetapi banyak orang tidak menyadari “kebencian yang disengaja.”

“Kebalikan dari cinta Tuhan – kasih sayang Tuhan – adalah ketidakpedulian. ‘Saya puas. Saya tidak kekurangan apa pun. Saya memiliki segalanya. Saya sudah mapan dalam kehidupan ini dan selanjutnya, saya pergi ikut misa setiap hari Minggu. Saya seorang Kristiani yang baik. Tapi sambil meninggalkan restoran, saya melihat ke arah lain. ‘Mari kita renungkan ini: Dihadapkan dengan Tuhan yang mengambil langkah pertama, berbela rasa dan penuh belas kasihan, sering kali kita bersikap acuh tak acuh. Mari kita berdoa kepada Tuhan agar Ia menyembuhkan umat manusia, mulai dari kita sendiri. Semoga hati saya disembuhkan dari penyakit budaya ketidakpedulian.”

Ucapan Ulang Tahun ke 80 untuk Kiko Argüello
Pada akhir Misa, Paus Fransiskus mengirimkan salam hangat kepada Kiko Argüello, rekan inisiator “Jalan Neokatekumenat” (Neocatechumenal Way), untuk ulang tahunnya yang ke-80 pada tanggal 9 Januari. Paus juga mengucapkan terima kasih kepadanya “atas semangat kerasulan yang dengannya dia bekerja untuk Gereja.”

08 Januari 2019
Oleh: Alessandro Di Bussolo
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s