Dalam Kasih Allah Hadir, di Mana Allah Hadir Tidak Ada Ketakutan

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Rabu, 09 Januari 2019
1Yoh 4:11-18 & Mrk.6:45-52

Dalam masa Natal ini Gereja menyajikan kepada kita bacaan-bacaan dari Surat-Surat Yohanes. Surat-surat Yohanes dapat disebut sebagai surat-surat tentang Kasih. Kasih merupakan tema utamanya. Dengan merefleksikan kasih, Gereja mengundang kita untuk meneruskan permenungan kita mengenai makna Natal. Natal merupakan perayaan Allah yang menjadi manusia. Penginjil Yohanes memberikan alasan utama dari Allah menjadi manusia adalah kasih. Dalam Injil Yoh.3:16 kita membaca, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Ayat ini dapat disebut sebagai inti dari Injil (Kabar Gembira). Allah mengaruniakan anak-Nya karena mengasihi dunia dan berkat penjelmaan anak-Nya itu, manusia yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal. Inilah kabar yang paling menggembirakan. Allah mengasihi dunia dan orang beriman beroleh hidup kekal. Kabar gembira itulah yang menjadi inti misteri Natal.

Dalam bahasa Indonesia, kasih juga berarti memberi. Allah mengasihi, berarti Allah memberi. Dan yang diberikan Allah kepada manusia adalah Putera-Nya sendiri. Allah memberikan diri seutuhnya. Karena itu dalam 1Yoh.4:16 dari bacaan hari ini, Yohanes mengatakan bahwa Allah adalah kasih. Kasih adalah jati diri Allah, sehingga tidaklah mengherankan bahwa Allah memberi Diri, Dia mengasihi dunia dan mau hadir serta berada bersama kita dalam Putera-Nya, jaminan keselamatan kita.

Mengenal Allah yang adalah kasih mengandung konsekuensi pada setiap orang yang percaya, dalam sikap dan perilakunya. Mengapa? Allah yang memberikan diri juga berarti Allah yang membuka diri agar kita tinggal dalam Dia. Yesus mengatakan: “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh.15:5). Kita diundang untuk tinggal dalam Dia. Itu berarti Dia berada di dalam kita dan jika Dia berada di dalam kita, maka seluruh hidup, sikap dan perilaku kita mesti memperlihatkan kehadiran-Nya di dalam diri kita.

Kebenaran ini membantu kita memahami pesan Injil hari ini. Yesus tidak berada jauh dari kita. Ia adalah Emanuel (Allah beserta kita). Para murid dalam perahu menyeberangi danau yang diterpa angin sakal, mengibaratkan kondisi hidup Gereja atau umat beriman, yang melintasi zaman dengan pelbagai tantangan dan kesulitan. Kesulitan dan tantangan dapat membuat warga Gereja takut, bahkan melupakan kehadiran Tuhan. Padahal Tuhan yang memberi diri adalah Tuhan yang tidak meninggalkan kita. Kesadaran akan kehadiran Tuhan, membuat para murid menjadi tenang kembali dan tidak takut. “Tenanglah Aku ini! Jangan takut!” (Mrk.6:50).

Semoga kita selalu sadar bahwa Tuhan hadir dan berada bersama kita. Dalam Dia ada kasih dan kita tidak akan takut.

(Sdr. Peter C. Aman, OFM – Ketua Komisi JPIC OFM Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:
Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:
Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:
Semoga umat di Keuskupan kami mendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s