Tiga Cinta Putih Untuk Kaum Muda

Paus Fransiskus: Bawa kaum muda kepada Kabar Baik
St Yohanes Bosco adalah “pembawa kebugaran” Injil, Paus Fransiskus mengatakan dalam kata pengantar untuk buku “Evangelii gaudium con don Bosco” (Evangelii gaudium dengan St Yohanes Bosco).

Paus Fransiskus telah menulis kata pengantar untuk sebuah buku refleksi tentang Anjuran Apostolik Evangelii Gaudium.

Membaca Evangelii gaudium dalam semangat St. Yohanes Bosco
Buku itu, Evangelii gaudium con Don Bosco, adalah kumpulan esai dari anggota Ordo Salesian, yang didirikan oleh St. Yohanes Bosco. Buku ini menyajikan teks lengkap dari Anjuran Apostolik tersebut, dengan analisa teks poin demi poin oleh kontributor, serta kesaksian berdasarkan pengalaman hidup di lingkungan pendidikan yang berbeda.
Dalam kata pengantarnya, Paus Fransiskus mengatakan kepada para Salesian bahwa mereka beruntung memiliki seorang pendiri yang memiliki wajah yang mencerminkan kegembiraan Minggu Paskah, daripada kesedihan Jumat Agung. St. Yohanes Bosco, katanya, “selalu gembira, ramah, meskipun ada ribuan pekerjaan dan kesulitan yang mengepungnya setiap hari.”

Pesan revolusioner
Bapa Suci menggambarkan pesan Don Bosco sebagai sesuatu yang “revolusioner” pada saat di mana banyak imam hidup “terpisah” dari orang-orang. Dia mampu membawa “kegembiraan dan kepedulian pendidik sejati” kepada semua kaum muda yang dia selamatkan dari jalanan pada abad ke-19 Turin.

Paus Fransiskus merefleksikan pengalamannya sendiri di sekolah Salesian ketika masih kecil, di mana, katanya, ia menemukan “iklim kegembiraan dan keluarga yang sama.” Para Salesian, katanya, melatihnya untuk menghargai keindahan, pekerjaan dan kegembiraan – dan ini, katanya, “adalah panggilanmu.”

“Cinta putih” dari Don Bosco
Paus juga merekomendasikan tiga “cinta putih” dari pendiri mereka kepada para Salesian: cinta Maria, cinta Ekaristi dan cinta Paus. Dan dia mendorong mereka untuk menjadi “konkret,” seperti Don Bosco – seorang Salesian yang baik, katanya, “tahu cara melihat sekeliling, melihat situasi dan masalah kritis, menghadapinya, menganalisanya dan membuat keputusan berani.”

Dia menjelaskan bahwa orang muda harus “dibawa kepada Kabar Baik ini,” bahwa Kristus benar-benar bangkit. Dengan melakukan hal itu, kata Paus, seorang Salesian menjadi “saksi Injil, Kabar Baik, yang dalam kesederhanaannya harus berhadapan dengan budaya yang kompleks dari masing-masing negara.”

Paus Fransiskus menyimpulkan dengan mengatakan bahwa dia yakin “bahwa membaca halaman-halaman ini akan bermanfaat bagi semua putra dan putri Don Bosco yang tersebar di seluruh dunia dan kepada semua orang yang berbagi karisma pendidikan Salesian.”

11 Januari 2019
Oleh: Christopher Wells
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s