Bagaimana Membuat Hidup Kita “Menjadi Cahaya” Bagi Sesama

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Kamis, 31 Januari 2019
Ibr.10:19-25 & Mrk.4:21-25

Beberapa hari lalu salah satu anggota kelompok Meditasi kami di Samadhi Emmaus Matraman membagikan kiat-kiatnya termasuk latihan keheningan batin sehingga bisa mencapai usia ke-89 tahun di 2019 ini. Sharing dr. Komalarini itu mengingatkan saya akan keyakinan umum bahwa setiap orang sukses memiliki kiat sukses.
Bacaan pertama hari ini dari Ibrani Ibrani 10:1-10 juga memberikan beberapa kiat penting yang perlu dimiliki dan dihayati seorang pengikut Tuhan dalam perjalanannya mengikuti Tuhan dan memancarkan cahaya bagi sesama:

1. Perlunya memiliki ketulasan hati dalam mengikuti Tuhan. Ketulusan hati membantu kita lebih memilih jalan Tuhan sekaligus menjernihkan kita dari segala ‘intensi tersembunyi’ (“hidden agendas”) yang biasanya bersumber dari ego manusiawi-duniawi kita.
2. Memiliki keteguhan iman pada pertolongan dan penyelenggaraan Allah yang mahakuasa dan mahakasih dalam hidup dan kiprah pengabdian kita. Tanpa iman yang kokoh, kita mudah goyah dan bersandar pada garansi horizontal ala dunia yang terbatas daya pertolongannya.
3. Menaruh harapan pada Tuhan sumber pengharapan dan andalan hidup kita. Pengalaman iman dalam hidup menjadi pengokoh pengharapan ini. (Ibrani 6:19): Pengharapan adalah sauh yang kokoh dan aman bagi jiwa kita.
4. Menaruh perhatian satu sama lain dalam kebersamaan kita sebagai bukti nyata bahwa kita adalah anak-anak Allah yang senantiasa hidup dari kasih Allah sehingga mendorong kita untuk melakukan hal yang sama kepada sesama kita.
5. Menjadikan doa sebagai bagian hidup yang mengekspresikan kerendahan hati dan pengakuan serta kepasrahan proaktif kita pada Tuhan.

Menghidupi hal-hal tersebut akan membuat hidup kita makin “bercahaya” sebagaimana diungkapkan Yesus dalam Injil hari ini. Hidupnya akan makin diberkati Tuhan. Sebaliknya berhenti atau tidak memilikinya bisa saja kemuliaan “cahaya” hidup yang pernah dialami akan ‘sirna’ dengan sendirinya: siapa yang tidak memiliki akan diambilnya.

Mari kita terus mengupayakan hal-hal tersebut sehingga hidup kita semakin memancarkan “cahaya” bagi sesama dan Tuhan semakin menambahkan berkatNya kepada kita. Amin.

(RP.Dr.John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo-Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s