Semua Orang Harus Disembuhkan

Homili Paus: ‘kerendahan hati dan kelembutan membuka hati’
Homili Paus Fransiskus pada misa Kamis pagi berfokus pada pertobatan dan penyembuhan yang kita semua butuhkan.

Dengan mendesak umat beriman untuk tidak merasa diri superior, Paus Fransiskus mengatakan bahwa untuk bisa membuat ruang di hati orang-orang dan mengundang mereka untuk bertobat, kita harus bersikap lemah lembut dan rendah hati, mengikuti jejak Kristus.

Dia menyampaikan homili pada misa di Casa Santa Marta, dengan merenungkan bacaan Injil hari itu.
Diceritakan, katanya, mengenai bagaimana Yesus mengirim murid-murid-Nya ke dunia untuk memberikan kesembuhan, sama seperti Dia sendiri datang ke dunia untuk menyembuhkan, Paus mencatat, “untuk menyembuhkan akar dosa di dalam diri kita,” “dosa asal.”

Penyembuhan, kata Paus, hal ini mirip dengan “menciptakan dari awal”:
Yesus menciptakan kita kembali dari akarnya dan kemudian memungkinkan kita untuk bergerak maju dengan pengajaran-Nya, dengan doktrin-Nya, sebuah doktrin yang menyembuhkan,” katanya.

Tetapi, syarat pertama adalah bahwa harus ada pertobatan.
Pertobatan adalah langkah pertama penyembuhan dalam arti membuka hati sehingga Firman Tuhan bisa masuk,” katanya.

Paus membandingkannya dengan usaha untuk disembuhkan oleh seorang dokter medis dengan mengatakan bahwa “jika seseorang sakit dan menolak untuk pergi ke dokter dia tidak akan disembuhkan.”
Dia juga mencatat bahwa, sebagai orang Kristiani, kita dapat melakukan banyak hal baik, tetapi jika hati kita tertutup, itu hanya sebuah fasad (sisi luar yang ditampakkan).

Gembala tidak boleh mencari susu atau wol dari domba
Paus Fransiskus kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa untuk “mengumumkan agar orang-orang bertobat, seseorang membutuhkan otoritas” yang datang dari menjadi seperti Yesus.

Dalam Injil, katanya, Yesus memerintahkan para rasul “untuk tidak membawa apa pun dalam perjalanan selain tongkat – tidak ada makanan, tidak ada karung, tidak ada uang di ikat pinggang mereka.” Intinya, ia mencatat: kemiskinan.

Rasul itu pastilah seorang imam, katanya, “yang tidak mencari susu domba, yang tidak mencari wol domba” mengacu pada konsep seperti diungkapkan oleh Santo Agustinus menjelaskan bahwa “gembala yang mencari susu mencari uang dan gembala yang mencari wol suka bertingkah sombong.”

Dengan mengundang orang-orang Kristiani untuk mengikuti jalan “kemiskinan, kerendahan hati, kelemahlembutan,” ia mencatat bahwa Yesus memberi tahu para Rasul “tempat apa pun yang tidak menyambut Anda atau mendengarkan Anda, pergilah dari sana dan kebaskanlah debu dari kaki Anda,” tetapi lakukanlah dengan lemah lembut dan rendah hati.

Jika seorang rasul, seorang utusan, salah satu dari kita pergi, dengan hidung terangkat, percaya bahwa dirinya lebih unggul daripada yang lain atau karena kepentingan diri sendiri mencari kepentingan manusia (…) dia tidak akan pernah menyembuhkan siapa pun, dia tidak akan pernah berhasil dalam membuka hati siapa pun, karena kata-katanya tidak akan memiliki kuasa,” katanya.

Otoritas berasal dari ketertarikan pada orang
Setelah mendesak untuk bertobat, “Dua Belas murid mengusir banyak setan” dan mereka dapat melakukannya karena mereka memiliki otoritas, kata Paus, untuk mengatakan, “Ini adalah setan! Ini adalah dosa.”

Otoritas ini, katanya, bukan otoritas seseorang yang berbicara kepada orang-orang, tetapi seseorang yang tertarik pada orang-orang.

Setan melarikan diri karena kerendahan hati, karena kuasa nama Kristus yang dengannya rasul melaksanakan misinya” kata Paus, karena setan “tidak tahan menanggung dosa yang telah disembuhkan.”

Kita semua bisa membawa kesembuhan dengan sebuah kata yang baik dan kesabaran
Kemudian, kata Paus, para Rasul juga “diurapi dengan minyak, banyak yang sakit dan mereka disembuhkan.” Pengurapan, ia menjelaskan, “adalah belaian Allah,” sehingga semua rasul harus belajar “kebijaksanaan belaian Allah ini.”

Dia menunjukkan bahwa semua orang Kristiani dapat membawa kesembuhan, tidak hanya imam dan uskup: “kita masing-masing memiliki kuasa untuk menyembuhkan saudara lelaki atau perempuan kita.”

Paus Fransiskus menyimpulkan dengan mengatakan, “Kita semua harus disembuhkan dan kita semua dapat menyembuhkan orang lain jika kita rendah hati dan lemah lembut: dengan kata yang baik, dengan kesabaran, dengan pandangan sekilas.”

07 Februari 2019
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s