Misionaris Bukanlah Robot

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa IV, 9 Februari 2019
Peringatan St. Apolonia & St. Paulinus Aquileia
Ibr. 13:15-17, 20-21 & Mrk. 6:30-34

Banyak orang begitu sibuk dalam hidupnya. Mereka bahkan tidak memiliki waktu untuk istirahat. Semua waktunya dihabiskan dengan berbagai macam kegiatan, baik itu pekerjaan maupun aktivitas lainnya yang menggerus energi mereka. Mereka kehilangan waktu untuk sejenak beristirahat dan berekreasi. Akibatnya, pekerjaan yang dilakukannya menjadi sebuah rutinitas dan tidak lagi memberi arti untuknya. Mereka menjadi kehilangan daya dan semangat untuk memulai aktivitas.

Marilah ke tempat yang sunyi supaya kita sendirian dan beristirahatlah seketika.” (Mrk.6:31) Kita membaca dalam Injil hari ini bahwa para rasul sudah lelah setelah perjalanan panjang untuk menyelesaikan tugas perutusan mereka. Dalam teks sebelumnya, mereka diutus oleh Yesus untuk mewartakan kabar gembira, memberitakan bahwa orang harus bertobat, menyembuhkan orang sakit dan mengusir banyak setan. Yesus tahu bahwa mereka lelah dan mengajak mereka untuk beristirahat. DIA tahu bahwa memberi diri secara terus menerus kepada orang lain tanpa istirahat, akan merusak diri sendiri baik itu secara fisik maupun rohani. Oleh karena itu, DIA mengajak murid-murid-NYA untuk istirahat sejenak dari orang-orang yang mencari mereka, sehingga mereka bisa memiliki cukup waktu untuk makan, beristirahat dan belajar dari-NYA. Ajakan Yesus untuk beristirahat, tidak hanya sekedar menyingkir dari keramaian untuk menghindari orang banyak dan melepaskan lelah setelah kembali dari karya perutusan mereka, namun ajakan Yesus adalah untuk memberi ketenangan jiwa dan menimba kekuatan baru agar bisa memulai karya lagi dengan semangat baru dan memberi energi baru bagi para rasul-Nya.

Mengapa kita perlu waktu untuk beristirahat sejenak? Pertama, istirahat diperlukan untuk mengevaluasi dan merefleksikan semua yang telah kita lakukan dan ajarkan. Tentu saja, hal ini harus dilakukan dalam konteks doa dan discernment. Dengan cara ini, kita tidak akan kehilangan arah dan fokus dalam karya kerasulan. Tanpa melihat kembali pekerjaan dan pelayanan yang telah dilakukan, ini akan menjadi berbahaya daripada memberi manfaat, karena kita bisa terbawa oleh ambisi atau kita mungkin akan bekerja secara tidak efektif. Jadi sangatlah perlu untuk mengambil jeda dalam pelayanan kita untuk mempertimbangkan kembali apa yang kita lakukan dan bagaimana kita bisa melakukannya dengan lebih baik.

Waktu istirahat juga menjadi kesempatan untuk membangun semangat kerendahan hati. Keberhasilan para rasul dalam karya kerasulan bisa saja mendatangkan kesombongan spiritual, karena merasa mereka sanggup mengusir setan dan melakukan karya-karya luar biasa yang tidak bisa dilakukan manusia kebanyakan. Yesus mengajak mereka untuk memberi waktu sejenak, merefleksikan diri bahwa kekuatan yang memampukan mereka dalam karya mereka datang dari ALLAH sendiri dan bukan untuk memegahkan diri tetapi sebaliknya semata-mata untuk kemuliaan dan kebesaran nama-NYA.

Kedua, waktu istirahat diperlukan agar para rasul secara fisik dapat beristirahat sehingga mereka dapat secara mental dan psikologis siap untuk mengemban tugas misi yang baru. Kita bukanlah robot. Kita harus membiarkan diri kita untuk beristirahat dan berekreasi untuk mengisi kembali daya/semangat pelayanan kita. Busur yang ditarik dan dibiarkan terlalu lama akan kehilangan elastisitasnya. Demikian juga, tubuh manusia membutuhkan istirahat yang cukup bagi pikiran dan tubuh untuk memulihkan dirinya. Jika tidak, itu akan berdampak pada kesehatan kita dalam jangka panjang dan kita tidak akan dapat melayani Tuhan secara maksimal dalam waktu yang lama. Jadi saran Yesus untuk beristirahat memberi manfaat bagi tubuh dan jiwa kita. Yesus adalah seorang guru yang baik yang mempertimbangkan sisi manusiawi kita dan tidak menjadikan kita budak dari karya kita serta hanya menjadi pemuas bagi semua ambisi manusiawi kita yang hanya peduli pada target yang harus dipenuhi sebagaimana dalam dunia usaha.

Sebagai orang Kristiani, kita dipanggil dan diutus seperti para Rasul. Kita diajak juga untuk menjadi duta damai, pembawa damai bagi banyak orang, sebagaimana diserukan penulis kitab Ibrani dalam bacaan hari ini. Namun kita juga membutuhkan waktu sendiri untuk men-charge battery rohani kita agar dapat memberi daya dan kekuatan bagi kita untuk bisa melanjutkan karya misioner kita. Dalam situasi charging inilah kita memberi waktu untuk berjumpa dengan Yesus sumber kekuatan kita, menimba kebijaksanaan dari-Nya agar memampukan kita menjadi menjadi pembawa damai bagi banyak orang. Istirahat adalah saat hening bersama Tuhan, rekoleksi dan retreat, untuk membangun kembali relasi kita dengan TUHAN. Retret diperlukan untuk memberikan istirahat untuk jiwa kita dan arah untuk pikiran kita. Hanya dengan berelasi dengan Yesus, kita dimampukan untuk terus membawa kabar gembira bagi banyak orang dan membawa penebusan yang berlimpah-limpah kepada mereka yang membutuhkan.

Panggilan misioner kita untuk membawa kabar gembira bagi banyak orang, hendaknya mengalir dari kegembiraan kita bersama Yesus. Ini hanya akan diperoleh bila kita membiarkan diri bercengkrama dengan Yesus, mengalami kegembiraan bersama DIA, sehingga kita mampu mengalirkan rahmat kegembiraan itu dengan gembira pula. Marilah kita datang kepada TUHAN untuk menimba kekuatan dan kebijaksanaan, agar kita dengan sungguh-sungguh menjadikan diri kita persembahan yang hidup kepada TUHAN dan umat-Nya dan memuliakan DIA atas segala yang kita miliki saat ini.

(RP. Joseph Gabriel, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perdagangan Manusia: Semoga dengan murah hati, kita semua bersedia menerima dan melayani para korban perdagangan manusia, korban prostitusi dan korban kekerasan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pertemanan dalam Media Sosial: Semoga para pengguna media sosial semakin cerdas dan selektif dalam memilih lingkaran pertemanan di dunia maya demi pengembangan diri yang sehat dan baik, sehingga terciptanya masyarakat yang sehat dan bermartabat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami melaksanakan Masa Prapaskah dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana penuh hikmat Roh Kudus bagi keselamatan sesama sebagai bentuk matiraga kami. Kami mohon…

 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s