Misionaris Selamanya Seorang Murid

Paus Fransiskus: “Seorang misionaris sejati adalah pertama-tama seorang murid”
Ketika para Misionaris Afrika merayakan ulang tahun ke-150 yayasan mereka, Paus Fransiskus mendesak mereka untuk menjadi murid yang mengarahkan diri pada Yesus Kristus.

Serikat Misionaris Afrika dan Suster-Suster Misionaris Bunda Afrika, yang dikenal dengan sebutan Bapa-bapa Putih dan Saudari-saudari Putih, telah meluangkan waktu 3 tahun terakhir untuk mempersiapkan ulang tahun ke-150 yayasan mereka.

Dalam audiensi untuk menandai perayaan itu pada hari Jumat, Paus Fransiskus menyatakan kedekatannya dengan seluruh keluarga spiritual yang didirikan oleh Kardinal Charles Lavigerie pada tahun 1869. Paus juga berterima kasih atas pelayanan mereka bagi misi Gereja, yang “hidup dengan penuh semangat dan kemurahan hati.”

Murid-murid misioner
Dia mengatakan bahwa akar dari Bapa-bapa dan Saudari-saudari Putih ini ditandai oleh semangat misionaris khusus untuk orang-orang Afrika.
“Tetapi,” katanya, “Anda tahu pemberitaan Injil Anda bukanlah sinonim dari proselitisme (tindakan untuk meyakinkan orang akan sebuah kepercayaan); hal itu adalah dinamika yang membawa Anda menjadi dekat dengan orang lain untuk membagikan anugerah yang telah diterima.”

Paus Fransiskus menyebutnya “sebuah pertemuan cinta yang mengubah hidup Anda dan menuntun Anda memilih untuk menguduskan hidup bagi Tuhan Yesus.”
Jadi, dia berkata, “Saya mendorong Anda untuk menjaga pandangan tetap tertuju pada Yesus Kristus, agar tidak pernah melupakan bahwa misionaris sejati adalah seorang murid di atas segalanya.”

‘Pengembara untuk Injil’
Bapa Suci mengundang para Suster dan Bapa Putih untuk menjadi “nomaden bagi Injil, pria dan wanita yang tidak takut untuk pergi ke padang pasir dunia ini dan untuk mencari bersama sarana untuk menemani saudara-saudari kita ke oasis Tuhan.”
Akhirnya, Paus Fransiskus berdoa agar Roh Kudus menjadikan mereka “pembangun jembatan,” dan berterima kasih kepada mereka karena mempromosikan dialog dengan Islam.

“Semoga Anda berkontribusi pada budaya perjumpaan,” kata Paus, “dan melayani dialog yang menghargai perbedaan dan tahu bagaimana menemukan kekayaan yang tersembunyi dalam keragaman orang lain.”

08 Februari 2019
Oleh: Devin Watkins
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s