Apa Peran Iblis dan Yesus Dalam Hidup Manusia?

Renungan Harian Misioner
Jumat Biasa V, 15 Februari 2019
Peringatan St. Klaudius de la Colombiere
Kej. 3:1-8 & Mrk. 7:31-37

Kita sekalian diajak merenungkan salah satu jawaban atas pertanyaan tersebut dari konteks Kejadian 3:1-8 dan Injil Lukas 7:31-37.

Dikisahkan dalam Kejadian 3:1-8 bahwa Iblis berusaha memengaruhi manusia dengan cara: mengubah-memutarbalikkan titah Tuhan: mengubah yang benar menjadi salah dan salah menjadi benar; mengubah fakta menjadi fiktif dan fiktif menjadi fakta. Dan ketika manusia menyanggahnya, iblis menggunakan tipuan lain yakni mengiming-iming manusia dengan jaminan palsu yakni jaminan kekekalan, menjadi hebat dan berkuasa seperti Tuhan. Padahal semuanya ini hanyalah trik jahat iblis untuk menyesatkan manusia.

Inilah peran Iblis dalam hidup manusia yakni menyesatkan manusia dengan segala kebohongannya-hoax untuk mengikuti kehendaknya yang hanya mau merusak kebahagiaan hidup manusia sebagaimana dirancang Allah. Sebaliknya Yesus menampilkan peran terbalik dari apa yang dibuat iblis. Yesus berupaya membawa manusia ke jalan baik dan benar serta menghidupkannya. Injil Markus 7:31-37 menampilkan salah satu contoh peran Yesus tersebut dengan menyembuhkan orang tuli dan bisu.

Senada dengan pesan tersebut, kita diajak merenungkan hidup kita dan peran sebagai pengikut Tuhan. Kita perlu berupaya meneruskan semangat hidup Yesus yang mengantar sesama kepada kebenaran, kebaikan dan kebahagiaan hidup sejati. Kita juga diajak untuk bersikap bijak dalam menghadapi realitas dunia kita sekarang termasuk realitas penipuan seperti hoaks dan segala bentuk penipuan lainnya yang makin merajalela dan menyesatkan banyak orang bahkan mengorbankan orang lain.

Demi menggapai maksud luhur tersebut, Yesus dalam Injil hari ini memberikan satu tips yang diakui keampuhannya dari waktu ke waktu yakni mencari ruang dan waktu pribadi untuk mencermati situasi (discernment) dalam terang Roh kebenaran dan kebaikan sejati.

Hal mengesankan lainnya bahwa sebelum menyembuhkan si tuli dan bisu, Yesus menarik nafas. Dalam konteks iman, nafas adalah Ruach, Roh Allah. Maka tindakan Yesus menarik nafas (pneuma) berarti mengundang Roh Allah masuk dalam diri-Nya sehingga apa yang dilakukan-Nya adalah karya Allah sendiri melalui diri-Nya. Segala usaha kita demi kebenaran, kebaikan dan kesejahteraan bersama akan berjalan pada relnya dan semakin berdayaguna kalau kita melibatkan Tuhan dan Roh-Nya sebagai Penggerak Utama. Bila hal ini dilalaikan maka bisa saja perjuangan kita ‘in the name of God’ hanya slogan tetapi faktanya kita digerakkan oleh impian manusiawi kita.

Maka kiranya teladan hidup Yesus tersebut menjadi pedoman bagi kita dalam hidup dan karya pelayanan kita. Semoga kita tidak mudah terpengaruh oleh kelicikan dan trik-trik jahat iblis yang hanya mau merusak kebahagiaan hidup kita melalui berbagai cara termasuk hoaks dan lain-lain.

Tuhan, sumber kebenaran dan kesejahteraan sejati senantiasa menguatkan dan memberkati perjuangan kita sekalian.

(RP. Dr. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perdagangan Manusia: Semoga dengan murah hati, kita semua bersedia menerima dan melayani para korban perdagangan manusia, korban prostitusi dan korban kekerasan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pertemanan dalam Media Sosial: Semoga para pengguna media sosial semakin cerdas dan selektif dalam memilih lingkaran pertemanan di dunia maya demi pengembangan diri yang sehat dan baik, sehingga terciptanya masyarakat yang sehat dan bermartabat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami melaksanakan Masa Prapaskah dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana penuh hikmat Roh Kudus bagi keselamatan sesama sebagai bentuk matiraga kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s