Berjumpa dengan Tuhan yang Hidup

Paus: Liturgi adalah perjumpaan Umat Allah dengan Tuhan yang membawa perubahan hati
Paus Fransiskus pada 14 Februari bertemu dengan para peserta sidang pleno Kongregasi Vatikan untuk urusan Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen yang membahas pembinaan liturgi umat Allah.

Paus Fransiskus mendukung pembinaan liturgi umat Allah agar mereka dapat menemukan kembali keindahan berjumpa dengan Tuhan dalam perayaan misteri-Nya dan mendapatkan perubahan hati yang memiliki kehidupan dalam nama-Nya.

“Kita tahu bahwa tidaklah cukup mengubah buku-buku liturgi untuk meningkatkan kualitas liturgi. Agar kehidupan benar-benar merupakan sebuah pujian bagi Allah, perlu mengubah hati,” Paus Fransiskus mengatakannya kepada sekitar 80 anggota majelis pleno Kongregasi Vatikan untuk urusan Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen.

“Perayaan Kristiani berorientasi pada pertobatan, yang merupakan perjumpaan dengan ‘Tuhan yang hidup’.”
Sidang paripurna 12-15 Februari tersebut membahas pembinaan liturgi umat Allah.

Realitas vs ide, “Kita” vs “Aku”
Berbicara tentang tantangan pembinaan, Paus berkata bahwa orang harus mengingat bahwa “liturgi adalah hidup yang terbina dan bukan ide untuk belajar.”

Dalam pembinaan liturgi, kata Paus, penting untuk diingat bahwa “kenyataan lebih penting daripada gagasan.” Orang perlu, pertama-tama, untuk mengenali realitas liturgi suci, yang merupakan sebuah harta hidup yang tidak dapat direduksi menjadi selera, resep dan arus trend terbaru, tetapi yang harus disambut dengan ketaatan dan dipromosikan dengan cinta, sebagai makanan yang tak tergantikan untuk pertumbuhan organik dari umat Allah.
Liturgi, lanjutnya, bukanlah kegiatan “lakukan-dengan-caramu” tetapi “penampakan persekutuan gerejawi.” Karenanya, dalam doa dan gerak tubuh, “kita” bergema dan bukan “aku”; komunitas nyata, bukan subyek ideal.

Liturgi sebagai pertobatan
Dalam pembinaan liturgi umat Allah, Bapa Suci mengatakan, “orang harus mengingat terutama peran tak tergantikan yang dimainkan liturgi di Gereja dan untuk Gereja.” Kemudian umat Allah perlu secara konkret membantu memadukan dengan lebih baik doa Gereja, untuk mencintainya sebagai pengalaman perjumpaan dengan Tuhan dan sesama, kemudian setelah itu menemukan kembali isinya dan menjalankan ritus-ritusnya.

Karena liturgi adalah pengalaman yang ditujukan pada pertobatan hidup melalui asimilasi cara berpikir dan berperilaku Tuhan, Paus berkata, pembinaan liturgi tidak dapat dibatasi hanya dengan menawarkan pengetahuan atau bahkan untuk menjaga pemenuhan disiplin-disiplin ritual yang tepat.

Pembinaan lanjutan
Agar liturgi memenuhi fungsi formatif dan transformatif, Bapa Suci berkata, para imam dan umat awam perlu diajari memahami makna dan bahasa simbolisnya, termasuk seni, lagu dan musik untuk melayani misteri yang dirayakan.

Pembinaan liturgi seharusnya tidak berhenti. Perlu juga pembinaan klerus dan kaum awam yang berkelanjutan, khususnya mereka yang terlibat dalam pelayanan demi ibadat liturgi.

14 Februari 2019
Oleh: Robin Gomes
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s