Kursus Misiologi “Mengenal Seluk Beluk Misi”

“Berkat sakramen Baptis, setiap orang Katolik diutus mewartakan sukacita Injil. Kursus Misiologi diselenggarakan untuk mendukung tanggung jawab panggilan misioner. Kursus ini sekaligus menjadi wadah belajar, mengobarkan dan meneguhkan komitmen mewartakan sukacita Injil di zaman ini. Oleh karena itu, saya mendorong umat Katolik mengikuti kursus ini sehingga makin mengenal makna dan tugas mewartakan Injil dengan lebih mendalam.”
(Mgr. Ignatius Suharyo – Uskup Agung Jakarta)

Pengantar dari Bapa Uskup Mgr. Ignatius Suharyo di atas selain menunjukkan latar belakang diselenggarakannya Kursus Misiologi ini, juga merupakan sebuah ajakan bagi seluruh umat Katolik yang telah dibaptis untuk mengenal seluk beluk “misi” dan menyadari panggilan perutusan dari Tuhan.

5
Suasana kelas sebelum pengajaran dimulai

Kursus Misiologi yang diketuai oleh RD. Yohanes Radityo Wisnu Wicaksono (Ketua KKM-KAJ), merupakan hasil kerjasama: Komisi Karya Misioner – Konferensi Waligereja Indonesia (KKM-KWI); Komisi Karya Misioner – Keuskupan Agung Jakarta (KKM-KAJ) dan Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK).

2
Para peserta kursus yang berasal dari beragam usia, profesi dan paroki

Kursus misiologi angkatan ke-2 ini dimulai pada Rabu, 13 Februari 2019, di STF Driyarkara dengan jumlah yang hadir 50 orang dari 57 peserta yang telah mendaftar. Pada kesempatan tersebut, RD. Yohanes Radityo Wisnu Wicaksono selaku ketua kursus membuka kursus dengan memberikan kata sambutan kepada para peserta. Dalam sambutan singkatnya, Romo mengingatkan para peserta bahwa pertama-tama cara pewartaan dapat dilakukan dengan menjadi “umat Allah/orang Katolik yang baik.”

11
Romo Wisnu atau yang akrab disapa Romo Inung membuka kursus dengan kata sambutan

“Tugas perutusan tidak berhenti pada para rasul, Gereja melihat tugas ini tidak eksklusif bagi kelompok tertentu, tetapi menyentuh seluruh umat Allah baik awam, biarawan-biarawati, maupun para imam. Semoga melalui kursus ini kita bisa memahami makna misi Gereja baik secara biblis, ajaran-ajaran Gereja mau pun semangat misioner yang diwartakan dan dihidupi oleh tokoh-tokoh Katolik, yang memberi kita semangat untuk terus menjadi pewarta kabar sukacita Tuhan, sehingga melalui semangat dan pewartaan kita banyak orang bisa melihat, mengenal dan mengikuti Yesus, serta mau dibaptis.”

8
Romo Nur membawakan pengajaran pertama

Pengajaran kemudian dimulai dengan “Pengantar Paham Dasar dan Persoalan Misi” oleh RD. Markus Nur Widipranoto yang adalah Sekretaris Eksekutif KKM-KWI sekaligus panitia Kursus Misiologi.

12
Romo Nur sedang menerangkan asal kata “Misi”

Romo berpesan kepada para peserta untuk merefleksikan ajakan penutup dalam perayaan Ekaristi, “Ite Missa Est” atau “Pergilah, engkau diutus”.

1
Tampak di antara peserta, Romo Wisnu (Ketua Kursus) ikut serta dalam pembelajaran

“Dekrit Ad Gentes hasil Konsili Vatikan II artikel 2 berbunyi: ‘Pada hakikatnya gereja berziarah bersifat misioner karena berasal dari perutusan Putera dan perutusan Roh Kudus dalam rencana Allah Bapa.’ Setiap orang yang sudah dibaptis adalah misionaris. Ia diutus mewartakan Kabar Baik, Sukacita Injil kepada setiap makhluk. Kata misi awalnya dipopulerkan oleh St. Ignatius Loyola, pendiri Serikat Yesus sekitar tahun 1540-an. Sementara itu, kata evangelisasi disebut secara resmi dalam Surat Apostolik Evangelii Nuntiandi oleh Paus Paulus VI pada tahun 1975. Pada tahun 1622, Gereja membentuk “Kongregasi Penginjilan Bangsa-bangsa” yaitu badan resmi Gereja yang bertanggungjawab dan melayani karya pewartaan Injil di seluruh dunia.

10
Kolekte diedarkan sebagai wujud dari semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian)
9
Ibu Frida Rusli sebagai peserta senior, aktif dalam kelas

Dalam kursus misiologi kali ini, ada seorang peserta istimewa yang telah berumur 87 tahun, bernama Ibu Frida Rusli. Untuk dapat sampai ke tempat kursus, Ibu Frida khusus diantar oleh sopirnya dari Cilandak hingga sampai ke ruang kelas. Meskipun mengakui bahwa kakinya sakit jika berjalan dan perjalanan ke tempat kursus melelahkan, namun Ibu Frida memiliki semangat yang luar biasa mengikuti pengajaran dengan penuh perhatian. Hal ini selain menjadi teladan juga merupakan bukti bahwa usia bukanlah halangan dalam semangat misi dan Evangelisasi.

6
Doa bersama di awal dan penutup kegiatan

Semoga dengan kursus misiologi ini, semakin banyak umat Katolik yang semakin disadarkan akan tugas perutusan yang diemban bersama dan lebih bersemangat lagi serta cerdas dalam menjadi pewarta-pewarta Injil di zaman kini, sesuai dengan hakikat misi yang sesungguhnya.

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s