Mohon Bantuan Doa Para Kudus dalam Berpuasa

Paus Fransiskus menandai awal masa Prapaskah
Mengikuti sebuah tradisi yang hampir setua Gereja di Roma sendiri, Paus Fransiskus pergi ke Basilika Santa Sabina untuk menandai awal masa Prapaskah pada hari Rabu Abu.

Prapaskah adalah suatu masa penebusan dosa, puasa dan doa, dan ketika jutaan umat beriman datang ke gereja-gereja di seluruh dunia untuk menerima salib abu, Paus mengambil bagian dalam tradisi yang sudah berjalan sejak abad-abad awal Gereja.

Pada sore hari Rabu Abu, Paus Fransiskus memimpin sebuah prosesi tobat dari Basilika San Anselmo ke Basilika Santa Sabina di Roma. Setelah doa di San Anselmo, prosesi dimulai dengan diiringi nyanyian Litani Orang-Orang Suci, memohon bantuan semua martir dan orang suci selama 40 hari ke depan.

Setibanya di Santa Sabina, Paus merayakan Misa di sana, dengan demikian menandai awal Prapaskah dengan sebuah kunjungan ke yang pertama dari beberapa “gereja stasi”.

Gereja-Gereja Stasi
Praktik mengunjungi “gereja-gereja stasi” sudah berjalan mulai dari praktik Kristiani awal dalam merayakan Misa di katakombe di mana para martir dimakamkan. Menjelang abad keempat, sudah menjadi tradisi bagi Paus untuk mengunjungi sebuah gereja di setiap bagian Roma pada masa Prapaskah untuk merayakan Misa bersama umat beriman dari keuskupannya.

Urutan gereja-gereja stasiun saat ini, dimulai dengan Santa Sabina, didirikan oleh Paus St. Gregorius Agung pada abad keenam, dengan masing-masing stasi juga menjadi kunjungan ke relikui-relikui para martir di gereja itu.

Gereja rumah Santa Sabina
Adapun Basilika Santa Sabina, tidak sepenuhnya jelas mengapa itu dipilih sebagai yang pertama dari stasi gereja-gereja. Satu teori mengatakan bahwa pendakian ke gereja di atas Bukit Aventine di Roma itu adalah simbol pendakian Yesus ke puncak bukit Golgota.

Tetapi basilika itu dalam sejarah juga penting, dan berdiri di mana rumah martir St. Sabina berdiri di abad kedua. Rumahnya adalah salah satu dari banyak “gereja rumah” yang digunakan selama masa penganiayaan terhadap orang-orang Kristiani di Kekaisaran Romawi, dan kemudian diubah menjadi basilika, yang menampung relikui-relikuinya hingga hari ini.

Berbagai gereja di Roma yang menampung relikui-relikui orang-orang kudus ditugaskan untuk masa Prapaskah, mendorong umat beriman untuk meminta syafaat dari orang-orang kudus saat mereka berdoa dan berpuasa bersama Yesus dalam 40 hari menjelang perayaan Paskah yang agung.

06 Maret 2019
Oleh: Joachim Teigen
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s