Bertobatlah dan Percayalah Kepada Injil!

Paus pada acara Audiensi mendesak umat Kristiani untuk membuka hati mereka
Selama Audiensi Umum mingguan, Paus Fransiskus melanjutkan katekese yang didedikasikan untuk doa “Bapa Kami”.

Paus Fransiskus pada hari Rabu mendesak umat Kristiani untuk membuka hati mereka dengan menunjukkan bahwa kemenangan Kristus belum sepenuhnya tercapai.

Kepada orang banyak yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk Audiensi Umum, Paus berkata bahwa Yesus telah datang, dan ada banyak tanda-tanda dari Kerajaan, namun dunia masih ditandai oleh dosa dan hati banyak orang tetap tertutup, yang mendorong kita untuk memohon kepada Tuhan: “Datanglah kerajaan-Mu”!

Dunia, kata Paus, terus dihuni oleh begitu banyak orang yang menderita, oleh orang-orang yang tidak berdamai dan tidak memaafkan, dengan perang dan oleh berbagai bentuk eksploitasi: “Mari pikirkan, sebagai contoh, mengenai perdagangan anak-anak”.

Semua fakta ini, kata Paus, adalah bukti bahwa banyak pria dan wanita masih hidup dengan hati tertutup.

‘Bapa: kami membutuhkan-Mu!’
Terutama dalam situasi-situasi ini, kata Paus, bahwa kita beralih ke permohonan kedua Doa Bapa Kami: “Datanglah Kerajaan-Mu!” cara lain kita berkata, ‘Bapa, kami membutuhkan-Mu, Yesus, kami membutuhkan-Mu di mana-mana” dan selamanya Tuhan, datanglah di antara kami! “

Mengingat perkataan Kristus ketika Ia memulai khotbah-Nya di Galilea dan menyatakan: “Inilah saat penggenapan. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobat, dan percaya kepada Injil”, Paus menjelaskan bahwa perkataan ini tidak mengandung sebuah ancaman; sebaliknya, perkataan ini merupakan sebuah pengumuman dan sebuah pesan sukacita.

Yesus, kata Paus, tidak ingin mendorong orang untuk bertobat dengan menabur rasa takut akan penghakiman Allah yang akan datang, juga bukan dengan menghasut.

Yesus mengumumkan, lanjut Paus, bahwa tanda-tanda kedatangan Kerajaan-Nya adalah nyata dan semuanya itu positif. Bahkan, katanya, Yesus memulai pelayanan-Nya dengan merawat orang sakit – baik secara jasmani maupun rohani – bagi mereka yang hidup dalam suatu kehidupan sosial yang dikucilkan, seperti para penderita kusta, orang-orang berdosa.

Tuhan sabar dan lembut
Kadang-kadang kita bertanya, kata Paus, mengapa permohonan kita “Datanglah Kerajaan-Mu” muncul begitu lambat?

Itu karena Tuhan tidak seperti kita, Paus menjelaskan: “Tuhan itu sabar!” Dan dia ingin membangun Kerajaan-Nya bukan dengan kekerasan tetapi dengan kelembutan, “seperti sebutir biji sesawi, yang, meskipun kecil, tumbuh menjadi pohon yang perkasa”.

Paus Fransiskus mengakhiri katekese dengan mendesak orang-orang Kristiani untuk berdoa kepada Bapa Kami dan menaburkan perkataan yang mendorong kedatangan Kerajaan-Nya di tengah-tengah dosa dan kegagalan kita.

Mari kita berikan kata-kata ini, kata Paus, “kepada mereka yang dikalahkan dan dibengkokkan oleh kehidupan, kepada mereka yang telah merasakan lebih banyak kebencian daripada cinta, kepada mereka yang telah hidup dalam hari-hari yang tidak berguna tanpa pernah mengerti mengapa. Mari kita berikan kepada mereka yang telah berjuang demi keadilan, untuk semua martir sejarah”.

Mari kita berikan kata-kata ini, Paus memohon, “kepada mereka yang sampai pada kesimpulan bahwa mereka telah berjuang dengan sia-sia dan bahwa kejahatan mendominasi dunia ini”.

06 Maret 2019
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s