Allah yang Mendengarkan dan Menyelamatkan

Renungan Harian Misioner
Minggu Prapaskah I, 10 Maret 2019
Ul. 26:4-10, Rm. 10:8-13; Luk. 4:1-13

Sejenak setelah membaca 3 Bacaan Liturgi hari ini, saya merenung dalam-dalam dan bertanya dalam hati, pesan apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada saya melalui bacaan-bacaan ini? Terlintas dalam pikiran saya, Tuhan Yesus mengajarkan kepada saya agar saya harus menyembah Tuhan, satu-satunya tempat berbakti, dan menyerukan segala keluh kesah saya, maka niscaya Tuhan akan mendengarkan dan menyelamatkan saya. Saya pikir kalau pesan ini baik buat saya maka saya berharap akan baik juga buat kita semua.

Saya mencoba merenungkan kata menyembah, berbakti, menyerukan, mendengarkan, dan menyelamatkan. Lima kata ini seakan menjadi magnet atau jangkar dalam merenungkan bacaan-bacaan hari ini. Tiga kata, menyembah, berbakti, dan berseru, ada di pihak manusia, dan dua kata lainnya, mendengarkan dan menyelamatkan, ada di pihak Tuhan. Kedua pihak saling berkorelasi satu sama lain.

Secara kodrati, manusia ingin menyembah, berbakti, dan berseru kepada sesuatu yang lebih berkuasa daripada dirinya. Dari zaman primitif sampai zaman now, manusia meninggalkan jejak-jejak penyembahannya. Sampai Tuhan Yesus mengajarkan penyembahan yang benar kepada Allah pencipta semesta ini. Karena Dia Allah yang hidup maka Dia dapat mendengarkan dan menyelamatkan manusia.

Sahabat-sahabat seiman dalam Yesus Kristus Tuhan kita,
Kita hidup dalam dunia yang tidak ramah tetapi kita dituntut ramah kepada dunia. Bahkan ketidakramahan dunia dilambangkan sebagai iblis yang berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum (lih. 1 Ptr. 5:8). Kita perlu sadar dan berjaga-jaga sambil memohon bantuan Tuhan melalui Roh Kudus-Nya seperti yang sering kita doakan dalam Doa Bapa Kami, “[…] janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.” Kita tidak memohon Tuhan untuk meniadakan iblis tetapi menghindarkan kita dari pencobaan iblis. Kita mohon dibebaskan dari yang jahat bukan meniadakan kejahatan.

Tuhan yang Mahakuasa akan mendengarkan permohonan kita dan menyelamatkan kita karena kita bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Dia menyelamatkan dengan cara merengkuh kita ke dalam pelukan-Nya dan membiarkan relasi kita dan Allah tetap selamanya. Sayangnya manusia sering berpaling pada allah lain. Sering manusia kurang sabar dan percaya untuk setia kepada Tuhan meski sudah banyak contoh dalam hidup betapa Tuhan menunjukkan kuasa-Nya.

Teringat oleh saya ketika krisis ekonomi melanda dalam rumah tangga saya, alih-alih mengandalkan Tuhan, saya malah mencoba bermain future trading. Harapan saya, Tuhan akan merestui usaha saya untuk keluar dari krisis dan Tuhan tidak suka kepada orang yang malas. Saya awalnya berpikir, bagaimana Tuhan bisa membantu kalau saya tidak berusaha. Bagaimana saya dapat lotre kalau tidak pernah membeli lotre? Pemikiran seperti ini yang menjadikan saya mantap ber-future trading dengan mengambil jenis gold trading. Singkat cerita, saya rugi banyak. Mimpi dapat uang banyak malah dapat rugi banyak. Akhirnya saya menyadari, Tuhan tidak menghendaki saya mendapatkan uang dengan cara seperti itu. Tuhan ingin saya bekerja normal tetapi dengan cara berbeda. Dengan bimbingan-Nya akhirnya sampailah saya pada pemulihan ekonomi keluarga saya. Memang prosesnya sangat pelan namun saya dapat melaluinya.

Sekali lagi Tuhan menggenapi janji-Nya, Dia akan menyelamatkan kita kalau kita memohon dan berseru kepada-Nya. Berserulah kepada-Nya, Tuhan akan mendengar dan menyelamatkan kita. Angkatlah tangan kepada-Nya dan Tuhan akan menurunkan tangan-Nya.

(Albertus Karel Wunardi – Pewarta Mimbar di BPK PKK Keuskupan Agung Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran.Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s