Keberanian mengambil risiko untuk Janji Tuhan

Paus pada Hari Panggilan Sedunia: Panggilan Tuhan melibatkan janji dan risiko
Vatikan pada 9 Maret merilis pesan Paus Fransiskus dengan tema, “Keberanian mengambil risiko untuk Janji Tuhan“.

Paus Fransiskus mendesak umat Katolik untuk berdoa agar Tuhan membantu kita menemukan rencana kasih-Nya bagi hidup kita dan memberi kita keberanian untuk berjalan di jalan yang telah Dia pilih bagi kita masing-masing.

Paus menyerukan panggilan itu dalam pesannya untuk Hari Doa Panggilan Sedunia tahun ini yang akan jatuh pada Minggu ke-4 Paskah, Minggu Gembala Baik, 12 Mei.

Pada hari Sabtu, Vatikan merilis pesan yang bertema, “Keberanian untuk mengambil risiko bagi Janji Tuhan”.

Janji dan risiko
Pesan itu adalah sebuah perenungan tentang “bagaimana panggilan Tuhan membuat kita menjadi pembawa janji dan, pada saat yang sama, meminta dari kita keberanian untuk mengambil risiko, bersama-Nya dan untuk-Nya”.

Sama seperti Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes memiliki macam-macam nasib dalam tangkapan ikan mereka, Paus berkata, “sebagian besar kehidupan adalah seperti itu”. Terkadang kita menikmati tangkapan yang bagus, terkadang kita membutuhkan keberanian untuk menjaga agar perahu kita tidak terlempar oleh ombak dan terkadang kita frustrasi dengan jaring-jaring yang kosong.

Pada saat inilah Yesus mendekati para nelayan, menerobos “kelumpuhan rutinitas” dan berjanji untuk menjadikan mereka penjala manusia.

Kita juga dikejutkan oleh janji sukacita yang mampu membawa pemenuhan bagi kehidupan kita, ketika kita bertemu orang untuk dinikahi atau ketika kita pertama kali merasakan ketertarikan untuk hidup yang dikuduskan.

Panggilan Tuhan, bukan sebuah gangguan
Bukannya sebuah campur tangan dalam kebebasan kita, sebuah “sangkar” atau beban, kata Paus, panggilan Tuhan adalah inisiatif penuh kasih di mana Tuhan bertemu kita dan mengundang kita untuk menjadi bagian dari sebuah usaha besar. Tuhan membuka di depan mata kita cakrawala dari laut yang lebih besar dan tangkapan yang berlimpah.

Namun, menerima tawaran janji Tuhan, kata Paus, menuntut keberanian untuk mengambil risiko dalam mengambil sebuah keputusan, menempatkan diri kita pada garis lini depan dan menghadapi sebuah tantangan besar. Meninggalkan di belakang rasa aman dari perahu kecil kita yang mencegah kita membuat pilihan yang pasti, kata Paus, kita dipanggil untuk menjadi berani dan tegas dalam mencari rencana Tuhan bagi kehidupan kita, percaya pada janji Tuhan.

Panggilan untuk hidup Kristiani
Ini, kata Paus, adalah bagian dari panggilan untuk kehidupan Kristiani yang kita semua telah terima dalam baptisan. Hal ini lahir dan berkembang melalui liturgi, rahmat Tuhan, sakramen-sakramen, firman Tuhan, doa dan berbagi persaudaraan.

Kehidupan Kristiani dengan demikian menemukan ekspresi dalam keputusan kita yang memberikan arahan yang tepat untuk perjalanan pribadi kita dan juga berkontribusi pada pertumbuhan Kerajaan Allah di dunia kita. Panggilan ini membuat kita menjadi pembawa janji akan kebaikan, cinta dan keadilan, tidak hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk masyarakat dan budaya kita, yang membutuhkan orang-orang Kristiani yang berani dan saksi otentik Kerajaan Allah.

Jangan tuli terhadap panggilan Tuhan
Saat berbicara tentang panggilan untuk hidup bakti dan imamat, Paus mengatakan hal itu dapat membangkitkan semangat sekaligus menakuti kita. Keputusan kita untuk mengambil risiko meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Tuhan dapat menemui banyak perlawanan dalam konteks yang sangat sekuler saat ini. Karena itu Bapa Suci mendesak orang-orang muda untuk tidak tuli terhadap panggilan Tuhan, dengan mengatakan tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mempertaruhkan hidup seseorang untuk Tuhan.

Paus mengakui bahwa tidak selalu mudah untuk membedakan panggilan dan mengarahkan hidup kita ke arah yang benar. Karena itu, seluruh Gereja – para imam, religius, para pekerja pastoral, dan para pendidik – perlu memberi kesempatan pada kaum muda untuk mendengarkan dan berdiskresi. Pelayanan kaum muda dan dorongan panggilan bersama dengan doa, meditasi atas Firman Tuhan, adorasi Ekaristi dan pendampingan spiritual, kata Paus, membantu menemukan rencana Tuhan.

Sebagai kesimpulan, Paus Fransiskus menawarkan kepada kaum muda teladan Maria, yang panggilannya, kata Paus, merupakan sebuah janji sekaligus sebuah risiko. Misinya tidak mudah, namun melalui jawabannya ‘ya’ dia tidak membiarkan rasa takut menang.

09 Maret 2019
Oleh: Robin Gomes
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s