Misionaris: Bermisi seperti Yesaya dan Yesus Kristus

Renungan Harian Misioner
Selasa Prapaskah I, 12 Maret 2019
Peringatan S. Theofanus, S. Gregorius I, S. Maximilianus
Yes. 55:10-11; Mat. 6:7-15

Renungan Harian dari Yung-Fo :

Para Sahabat misioner,
Selamat datang ke dalam Masa Persiapan Paskah Hari Ketujuh. Firman Tuhan pada H-7 ini mempertemukan kita dengan Nabi Yesaya, yang diutus kepada Yehuda dan Yerusalem, dan dengan Tuhan kita Yesus Kristus, yang mengajarkan doa Bapa Kami kepada para murid-Nya. Permenungan tentang Misionaris dan Karya Misi yang mengalir dari Pribadi, Hidup, dan Karya Yesaya maupun Tuhan kita Yesus Kristus, mengantar kita kepada tema, “Misionaris : Bermisi seperti Yesaya dan Yesus Kristus.” Potret Pribadi dan Karya Misi Yesaya dan Yesus Kristus mengerucut kepada satu poin yang sama, yakni Kehendak Allah. Misionaris, dalam konteks hidup dan karya Yesaya dan Yesus Kristus adalah Pelaksana & Pewarta Kehendak Allah.

1. Dipilih – Dipulihkan – Diutus
Rangkaian hidup seorang misionaris kita temukan dalam Pribadi, Hidup, dan Karya-karya Nabi Yesaya. Rangkaian itu adalah: dipilih kemudian dimurnikan dan seterusnya diutus, (Yesaya 6 : 1-13).

Setting socio-historis dari mana Yesaya datang dan ke mana ia diutus adalah situasi hidup di mana manusia dikuasai oleh kejahatan. Yerusalem menjadi kota yang penuh dosa, (Yesaya 1 : 21-29). Karena itulah Allah memutuskan untuk menegur umat-Nya lewat Yesaya, nabi pilihan-Nya (Yesaya 1 : 1-20).

Tugas-perutusan Yesaya ke dalam dunia dengan setting socio-historis seperti itu adalah (a) untuk mengingatkan umat tentang dosa-dosa mereka, dan (b) untuk menyampaikan Undangan Tuhan, yang meminta umat-Nya untuk berjalan dalam terang Tuhan, (Yesaya 2 : 15). Undangan ini disertai juga dengan Peringatan bahwa orang-orang yang congkak akan dimusnahkan (Yesaya 2 : 6-22). Yerusalem akan mengalami chaos karena ketegaran hati penduduknya (Yesaya 3 : 1-12). Semula, Allah menghadirkan diri-Nya sebagai pengampun. Namun karena ketegaran hati umat-Nya itulah, maka Allah akan datang sebagai hakim dengan hukuman-hukuman (Yesaya 3 : 13-15).

Begitulah pengalaman Nabi Yesaya pada saat awal karirnya sebagai Nabi Tuhan. Yesaya terus-menerus menghadirkan belas-kasih dan kerahiman Allah kepada umat-Nya, sekalipun umat itu sering meninggalkan Allah, (Yesaya 55 : 1-13 khususnya ayat 10-11). Yesaya yang sudah menyediakan dirinya untuk diutus oleh Allah (Yesaya 6 : 8) menerima tugas untuk mengingatkan umat Allah, supaya mereka serius menanggapi Kehendak Allah. Sebab Firman Tuhan yang telah disampaikan kepada umat-Nya tidak akan kembali dengan sia-sia.

2. Nama – Kerajaan – Kehendak Allah – Keselamatan Manusia
Dari Hidup, Pribadi, dan Karya-karya Tuhan kita Yesus Kristus, kita dibukakan untuk melihat apa yang sesungguhnya merupakan Kehendak Allah. Hal ini nampak ketika Yesus mengajari para murid-Nya tentang Doa Bapa Kami. Sejumlah hal yang terkait dengan Kehendak Allah ditegaskan Yesus lewat doa yang diajarkan-Nya. Yakni, bahwa :
✓ Nama Allah harus dikuduskan oleh umat-Nya,
✓ Kerajaan Allah harus dihadirkan oleh para putera-puteri-Nya,
✓ Kehendak Allah harus terjadi atau berlaku di bumi, (Matius 6 : 9-10).

Selanjutnya, Tuhan Allah kita, tidak hanya menghendaki sesuatu untuk diri-Nya sendiri. Tuhan Allah kita ternyata juga menghendaki sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan dan hidup bagi manusia. Terdapat tiga poin yang berhubungan dengan kepentingan dan hidup manusia, yakni supaya :
✓ manusia mendapatkan rezeki yang secukupnya,
✓ kesalahan dan dosa-dosa manusia, supaya ada Pengampunan,
✓manusia dibebaskan dari segala bentuk pencobaan dan kejahatan lainnya, (Matius 6 : 12-13),

Demikian, sepanjang hidup dan karya-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus telah memberikan diri-Nya sepenuh-penuhnya untuk mewujudkan keenam pokok doa Bapa Kami, yang Dia ajarkan sendiri. Tuhan kita Yesus Kristus tidak hanya mengajarkan doa Bapa Kami dengan poin-poinnya, tetapi Dia juga telah melakukan apa yang telah Dia ajarkan melalui doa ini. Yesus tidak hanya mengajari kita untuk berdoa, tetapi dirinya sendiri sudah melaksanakan apa yang telah Dia doakan.

3. Bermisi seperti Yesaya dan Yesus Kristus
Menempatkan tugas-perutusan seorang misionaris dalam kerangka tugas-perutusan Yesaya dan Yesus Kristus, kita menemukan :
√ bahwa seseorang tidak menjadi misionaris dengan sendirinya. Ia harus melewati proses seperti Yesaya : dipilih, dimurnikan, lalu kemudian diutus.
√ bahwa isi perutusan seorang misionaris adalah pewartaan dan pelaksanaan kehendak Allah.

Misionaris adalah seseorang yang menyampaikan apapun yang dikehendaki Allah kepada umat-Nya.
√ bahwa misionaris adalah juga seorang promotor Kerajaan Allah, dengan pengampunan sebagai salah satu nilai utamanya.
√ bahwa dalam melakukan semua tugas-perutusannya, misionaris tidak hanya tampil sebagai seorang pewarta Kehendak Allah berikut nilai-nilai Kerajaan Allah, tetapi sebelum mewartakan semuanya itu, seorang misionaris harus seorang yang lebih dahulu menghidupi dan melaksanakan apa yang ia wartakan.
√ bahwa misionaris adalah juga seorang yang harus dan perlu terus-menerus terhubung dengan Allah. Dalam konteks doa Bapa Kami, misionaris adalah seorang pendoa, yang memberikan dirinya untuk (a) menguduskan dan memuliakan Nama Allah, (b) mendatangkan atau menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah, (c) `membumikan` kehendak Allah, dan (d) bekerja demi keselamatan dan hidup bagi manusia.

Tuhan Yesus, murnikanlah kami dalam Masa Prapaskah ini, supaya dapat melakukan dan mewartakan kehendak-Mu dan mewujudkan hadirnya kerajaan-Mu di atas bumi ini. Amin. (rmg).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran.Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s