Angelus: Mari kita mengarahkan pandangan kita pada terang Kristus
Sebelum pendarasan doa Maria (Angelus), Paus merenungkan peristiwa Transfigurasi pada hari Minggu Prapaskah yang kedua ini.
Dengan merenungkan Injil Lukas, di mana Penginjil dengan jelas menceritakan Yesus bertransfigurasi di atas gunung, Paus berkata, bahwa ini adalah “suatu peristiwa cahaya, sebuah simbol yang menarik dari pengalaman unik yang telah disediakan untuk tiga murid”, Petrus, Yakobus dan Yohanes.
Transfigurasi, Paus menjelaskan, “terjadi pada saat yang sangat tepat dari misi Kristus, yaitu, setelah Yesus menceritakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia harus banyak menderita, […] dibunuh dan bangkit kembali pada hari ketiga” (ayat 21).
Dari penderitaan menuju sukacita Paskah
Paus melanjutkan dengan mengatakan bahwa “Transfigurasi Kristus menunjukkan kepada kita perspektif Kristiani tentang penderitaan: itu adalah bagian yang perlu tetapi hanya sementara. Titik ujung ke mana kita dipanggil adalah sekemilau wajah Kristus yang berubah rupa itu.”
Dengan menunjukkan kemuliaan-Nya, kata Paus, “Yesus meyakinkan kita bahwa salib, cobaan, kesulitan yang kita perjuangkan akan diatasi dan diselesaikan dengan Paskah. Karena itu, pada masa Prapaskah ini, lanjut Paus, “mari kita turut mendaki gunung bersama Yesus. Dengan cara apa? Dengan doa. Selama beberapa saat dalam permenungan ini, marilah kita arahkan pandangan batin kita pada wajah-Nya dan membiarkan cahaya-Nya menyelimuti kita dan memancar ke dalam hidup kita. ”
Doa
Paus juga menunjukkan bahwa Penginjil Lukas bersaksi bahwa Yesus mengubah rupa diri-Nya sendiri “ketika Dia sedang berdoa”. “Dia telah membenamkan dirinya dalam percakapan intim dengan Bapa,” kata Paus Fransiskus,”… dan sementara Yesus berpegang teguh pada kehendak keselamatan Bapa, termasuk salib, kemuliaan Allah menyelimuti-Nya, bersinar juga dari luar.”
Paus menyimpulkan dengan mengatakan bahwa, “doa di dalam Kristus dan di dalam Roh Kudus mengubah orang dari dalam dan dapat mencerahkan orang lain dan dunia di sekitarnya.”
17 Maret 2019
Oleh: Lydia O’Kane
Sumber: Vatican News
