Jadilah Kehendak-Mu

Audiensi Paus: Tuhan mencari kita masing-masing secara personal
Pada Audiensi Umum hari Rabu, Paus Fransiskus melanjutkan pengajaran tentang doa Bapa Kami, dengan fokus pada permohonan ketiga, “Jadilah kehendak-Mu”.

“Tuhan tidak ambigu, Dia tidak tersembunyi di balik teka-teki, Dia tidak merencanakan masa depan dunia dengan cara yang tidak dapat dipahami.” Dalam pengajaran tentang permohonan ketiga dari doa “Bapa Kami”, Paus Fransiskus mengatakan bahwa kita dapat melihat kehendak Bapa yang diungkapkan dalam kata-kata Yesus: “Tuhan berkeinginan untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”. Ini, kata Paus, “tanpa bayangan keraguan, adalah kehendak Tuhan: keselamatan semua manusia”, dari kita masing-masing, satu persatu.

Karena kasih-Nya bagi kita, Allah “mengetuk pintu hati kita” untuk “menarik kita kepada diri-Nya, untuk menuntun kita maju di sepanjang jalan keselamatan”. Tuhan, kata Paus, “dekat dengan kita masing-masing dengan kasih-Nya, untuk membimbing kita menuju keselamatan”.

“Dan kita, dalam doa, meminta agar pencarian Tuhan berakhir baik, agar rencana keselamatan universal-Nya terpenuhi,” Paus Fransiskus melanjutkan, “pertama, dalam diri kita masing-masing, kemudian di seluruh dunia.”

Keinginan Tuhan untuk keselamatan manusia, dan seluruh dunia, berarti bahwa doa kita agar kehendak-Nya dilakukan tidak berarti “menundukkan kepala kita”, seperti budak, menuju nasib yang tidak dapat diubah. Sebaliknya, “Tuhan ingin kita bebas,” kata Paus; dan “itu adalah kasih-Nya yang membebaskan kita”. “Jadilah kehendak-Mu”, katanya, adalah “doa yang berani, bahkan agresif” justru karena ada begitu banyak kejahatan di dunia, yang tidak sesuai dengan kehendak [anteseden] Tuhan.

“Bapa Kami,” lanjut Paus, “adalah doa yang menyalakan cinta yang sama [yang] dimiliki Yesus bagi kehendak Bapa di dalam diri kita, nyala api yang mendorong seseorang untuk mengubah dunia dengan cinta”. Tidak ada kebetulan dalam iman orang Kristiani, Paus menjelaskan: “Sebaliknya, ada keselamatan yang menunggu untuk mewujudkan dirinya dalam kehidupan setiap pria dan wanita, dan untuk sepenuhnya dicapai dalam kekekalan.” Jika kita berdoa, Paus berkata, “itu karena kita percaya bahwa Tuhan sanggup dan berkeinginan untuk mengubah kenyataan, mengatasi kejahatan dengan kebaikan.”

Paus Fransiskus menunjukkan contoh Yesus di Taman Getsemani, ketika Tuhan berdoa, “Bapa, jika Engkau mau, biarlah piala ini berlalu dari pada-Ku; tetapi bukan karena kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi! ”Meskipun Yesus ‘ditindih’ oleh beban kejahatan di dunia, Yesus dengan percaya menyerahkan diri-Nya ke samudera kasih dari kehendak Bapa”. Dalam kasih-Nya, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita, Paus bersikeras: “Dia akan selalu bersama kita, di samping kita, di dalam kita. Bagi orang beriman, melebihi harapan, hal ini adalah kepastian”.

Sebagai penutup katekese, Paus Fransiskus mengundang semua peziarah yang berkumpul di lapangan untuk bersama-sama berdoa Bapa Kami, masing-masing dalam bahasa mereka sendiri.

20 Maret 2019
Oleh: Christhoper Wells
Sumber: Vatican News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s