Hanya Titipan Allah

Renungan Harian Misioner
Jumat Prapaskah II, 22 Maret 2019
Peringatan S. Zakarias, S. Lea
Kej.37:3-4, 12-13a, 17b-28; Mat.21:33-43, 45-46

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.”

Keserakahan dan iri hati melatarbelakangi cerita Yusuf anak bungsu Yakub, yang sangat dibenci oleh saudara-saudaranya yang iri hati. Yusuf sebetulnya ingin dibunuh, tetapi akhirnya dijual sebagai budak ke Mesir (Kej.37:3-4, 12-13a, 17b-28).

Iri hati sangat merusak kehidupan. Seorang yang iri, akan berusaha merusak kebaikan-kebaikan yang nampak dalam diri orang lain. Iri hati membuat orang merendahkan reputasi baik orang dan memutarbalikkannya ke dalam nama yang buruk. Sifat iri hati harus disingkirkan dari karakter hidup kita. Iri hati akan membuat orang berpusat pada diri sendiri (egosentris). Iri hati dan sifat mementingkan diri sendiri itu berdekatan. Sebab iri hati merupakan manifestasi sifat mementingkan diri sendiri.

Alkitab mengecam sifat iri hati. Salomo mengatakan, “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang“ (Amsal 14:30). Karena iri hati lah sehingga Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya ke perhambaan. Iri hati membawa orang kepada tindak kriminal, berbuat dosa. “Jangan beri tempat iri hati di hatimu. Tapi milikilah kasih yang sejati, sebab kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri” (1Kor.13:5). “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” (Yak.3:16).

Bukan cuma kekayaan saja yang membuat orang serakah, tetapi kekuasaan atau wewenang yang lebih membuat orang serakah dan iri hati. Injil hari ini ingin menunjukkan mengapa orang Farisi dan Ahli Taurat yang telah digelapkan oleh kekuasaan dan wewenang menjadi serakah dan sangat iri hati kepada Yesus yang hanya Anak tukang kayu. Perumpamaan yang diceritakan oleh Yesus menyakitkan hati mereka. Alih-alih mau bertobat, malah mereka ingin membunuh Yesus. Menunjukkan kebenaran itu memang tidak mudah diterima, karena orang lebih cenderung mengukuhi kebenaran subyektif.

Yesus ingin menyatakan dalam perumpamaan di Injil hari ini, bahwa Allah pemilik kebun anggur yang sudah menyediakan segala sesuatu agar pemilik bisa menikmati hasilnya. Kebun anggur itu adalah umat-Nya. Penggarap kebun anggur adalah pemimpin agama yang ditugaskan mengembangkan umat-Nya. Mengapa para hamba pemilik kebun anggur dan para nabi yang datang selalu ditolak dan bahkan dibunuh oleh para penggarap/pemimpin agama? Bahkan akhirnya anak pemilik kebun anggur/Yesus pun sampai ingin mereka bunuh? “Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” Itulah perbuatan pemimpin agama (orang farisi dan Ahli Taurat), yang membunuh dan menyalibkan Yesus.

Hidup kita semua seperti itu. Kita yang lahir di dunia ini adalah titipan sementara dari Tuhan. Dia menggarap kita dan memercayakan pada kita untuk bertumbuh dan berkembang. Hasil kebun anggur adalah kebaikan, kasih dan segala anugerah yang berasal dari Allah. Dalam perjalanan hidup, ada saatnya kita berbuah. Tuhan akan datang untuk memetik hasil yang telah Dia tanamkan atas diri kita.

Pertanyaannya:
Apakah kita menghasilkan buah? Apakah kita memanfaatkan dengan sungguh-sungguh anugerah yang Tuhan tanamkan atas diri kita? Atau kita menyalahgunakan kebebasan kita dan membunuh buah-buah rohani dari Allah dengan ketamakan hati, kesombongan dan kecintaan kita akan hal-hal duniawi?

Kita tidak membawa apa-apa saat dilahirkan dan hal yang sama berlaku nanti pada saat kita dipanggil oleh-Nya, semuanya hanyalah titipan-Nya yang diberikan kepada kita secara gratis. Apapun yang kita punya sekarang hanya titipan sementara, Allah lah pemiliknya. Dia pemilik kebun anggur, sang Tuan yang menitipkan kebun-Nya kepada kita untuk digarap.

Merenungkan firman Tuhan hari ini, kita diajak untuk melihat kehidupan kita sendiri, agar kita lebih bijaksana menggunakan kekayaan, kekuasaan, wewenang yang sudah Tuhan percayakan kepada kita, jangan sampai membuat kita menjadi serakah, iri hati, dengki, mengorbankan sesama, bahkan sampai membunuh sesama. Jika itu kita lakukan maka “Kerajaan Allah akan diambil dari padamu” (Mat.21:43). Taatilah Sabda Allah, dengarkanlah Dia. Hidup ini adalah anugerah. Kita diutus untuk beritakan Injil dan kembangkan Kerajaan Allah dengan menggunakan apa yang sudah Dia percayakan kepada kita.

(Helen Romli – Ketua Komisi Penyebaran dan Pemasaran Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran. Kami mohon…

 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s