Jangan Menampik Tawaran Tuhan untuk Kita Berubah

Angelus: ‘jangan memanfaatkan kesabaran Tuhan’
Paus Fransiskus pada hari Minggu mengundang umat beriman untuk bertobat dan percaya pada rahmat Tuhan tetapi tidak menyalahgunakannya.

Paus Fransiskus pada hari Minggu berbicara kepada umat beriman mendesak mereka untuk keluar dari zona nyaman mereka dan membuka mata dan hati mereka kepada orang-orang yang membutuhkan.

Merenungkan bacaan Injil pada hari Minggu Prapaskah ketiga, Paus menjelaskan bahwa bacaan itu berbicara kepada kita tentang kemurahan Tuhan dan pertobatan kita.
Paus berbicara kepada orang banyak yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk Doa Angelus.

Perumpamaan yang diriwayatkan oleh Lukas, kata Paus, menceritakan tentang pohon ara tandus yang ditebang oleh tuan kebun buah itu.
Dia memanggil tukang kebun di kebun, kata Paus, menyatakan ketidakpuasannya terhadap pohon yang tidak menghasilkan buah dan memintanya untuk memberantasnya sehingga tidak akan menguras tanah.

Namun, lanjut Paus Fransiskus, tukang kebun meminta tuan untuk bersabar dan memohon satu tahun ekstra, di mana dia berjanji untuk mengolah tanah di sekitarnya dan memupuknya untuk merangsang produktivitas pohon.

Pohon ara yang tandus adalah simbol kemanusiaan yang acuh tak acuh dan gersang
Paus menjelaskan bahwa tuan itu mewakili Allah Bapa dan tukang kebun mewakili Yesus, sedangkan pohon ara adalah simbol dari manusia yang acuh tak acuh dan tandus.

Paus mengatakan Yesus bersyafaat dengan Bapa atas nama kemanusiaan dan memohon kepada-Nya untuk menunggu dan memberi manusia lebih banyak waktu, sehingga di dalamnya dapat menghasilkan buah-buah cinta dan keadilan.

Pohon ara, lanjut Paus, melambangkan keberadaan yang mandul, tidak mampu memberi, tidak mampu berbuat baik: itu adalah simbol seseorang yang hidup hanya untuk dirinya sendiri, kenyang dan puas, bahagia dengan kenyamanannya sendiri, tidak mampu membuka mata dan hatinya bagi saudara-saudari yang hidup dalam penderitaan, kemiskinan, ketidaknyamanan.

Kesabaran Tuhan dan kasih Yesus
Dia mencatat bahwa sikap mementingkan diri sendiri dan kemandulan rohani ini dikontraskan dengan kasih yang besar dari tukang kebun untuk pohon ara: dia memiliki kesabaran, dia tahu bagaimana harus menunggu, dan dia mencurahkan waktu dan pekerjaannya untuk itu. Dia berjanji pada tuannya bahwa dia akan merawat pohon yang tidak bahagia itu.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa kisah ini bercerita tentang kemurahan Tuhan, terlepas dari kemandulan yang terkadang menandai keberadaan kita.
“Tuhan memiliki kesabaran dan menawarkan kita kemungkinan untuk berubah dan membuat kemajuan di jalan menuju kebaikan,” kata Paus.

Tetapi, kata Paus, ini tidak berarti tidak ada urgensi untuk bertobat.
“Kemungkinan bertobat tidak terbatas. Karena itu perlu segera merebutnya; Kalau tidak, mungkin akan hilang selamanya,” kata Paus.

Mengandalkan rahmat Tuhan tetapi jangan menyalahgunakannya
Paus Fransiskus berkata, “Kita bisa sangat bergantung pada rahmat Tuhan, tetapi kita tidak boleh menyalahgunakannya”.

Kita tidak boleh membenarkan kemalasan rohani, lanjutnya, tetapi meningkatkan komitmen kita untuk segera menanggapi belas kasih ini dengan ketulusan hati.

Prapaskah, waktu pertobatan
Paus Fransiskus mengakhiri katekeseanya dengan mengatakan bahwa pada masa Prapaskah, Tuhan mengundang kita untuk bertobat.

“Kita masing-masing”, katanya, “harus merasa tertantang oleh panggilan ini, mengoreksi sesuatu dalam hidup kita, dalam cara berpikir kita, bertindak dan menjalani hubungan kita dengan saudara dan saudari kita”.

Pada saat yang sama, lanjut Paus, kita harus meniru kesabaran Tuhan yang memiliki keyakinan pada kemampuan semua orang untuk “bangkit” dan melanjutkan perjalanan mereka. Dia tidak memadamkan api yang lemah, tetapi menyertai dan merawat mereka yang lemah sehingga mereka dapat memperkuat diri mereka sendiri dan membawa kontribusi cinta mereka kepada masyarakat.

24 Maret 2019
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s