Berdoa dengan Berani

Homili: ‘Berdoalah dengan berani/lugas, dengan meletakkan semuanya di saluran doa’
Dalam homilinya di Casa Santa Marta pada Misa hari Kamis, Paus Fransiskus mengundang kita untuk berdoa dengan berani kepada Tuhan, terutama selama masa Prapaskah.

Paus Fransiskus mengundang umat beriman dalam Misa hari Kamis untuk berdoa langsung kepada Tuhan, membawa seluruh hidup kita kepada-Nya dengan keberanian.
Doa, katanya, adalah salah satu dari tiga cara – bersama dengan puasa dan kegiatan amal – yang dengannya kita mempersiapkan diri kita untuk masa Prapaskah.

Berdoalah dengan berani
Banyak keberanian dibutuhkan untuk berdoa. Dan kita sering suam-suam kuku… Doa sejati adalah ini: bersama Tuhan. Dan ketika saya perlu menjadi perantara, saya harus melakukannya dengan keberanian. Dalam bahasa umum, orang menggunakan ungkapan yang sangat saya sukai ketika mereka memiliki tujuan: ‘Saya meletakkan semuanya di saluran doa’… Tetapi mungkin muncul keraguan: ‘Saya melakukannya, tetapi bagaimana saya tahu Tuhan mendengarkan saya?’ Kita memiliki kepastian: Yesus. Dia adalah pendoa syafaat besar.”

Paus Fransiskus mengatakan doa membutuhkan parrhesia – keberanian atau kebebasan berbicara – untuk berbicara kepada Tuhan dengan berani.

Panduan Alkitab
Paus memberikan contoh-contoh dari beberapa tokoh Alkitab yang unggul dalam doa syafaat: Musa, Abraham, Hannah, dan wanita Kanaan.

Paus mengatakan mereka meletakkan semuanya di saluran doa untuk mendapatkan keinginan mereka. “Kadang-kadang, ketika kita melihat bagaimana orang-orang ini berjuang dengan Tuhan untuk mendapatkan sesuatu, kita berpikir seolah-olah mereka sedang bergulat dengan Tuhan, tetapi mereka sampai pada apa yang mereka minta.”

Mereka berdoa begitu keras, kata Paus, karena mereka memiliki iman bahwa Tuhan dapat memenuhi keinginan mereka.

Yesus menjadi perantara bagi kita
Paus Fransiskus mengingatkan umat beriman bahwa Yesus telah naik ke Surga dan menjadi perantara bagi kita di hadapan Bapa, seperti yang telah dijanjikan-Nya kepada Petrus sebelum Sengsara.

Yesus berdoa untuk kita, pada saat ini. Dan ketika saya berdoa – apakah saya yakin atau berdoa seperti merkantilis (pedagang/pelaku pasar yang hanya mikir untung rugi) atau gagap atau bergumul dengan Tuhan – Yesus lah yang mengambil doa saya dan menyampaikannya kepada Allah. Yesus tidak perlu berbicara di hadapan Bapa: Dia menunjukkan luka-Nya kepada-Nya. Bapa melihat luka-luka-Nya dan memperluas rahmat-Nya. Ketika kita berdoa, mari kita ingat bahwa kita melakukannya dengan Yesus. Yesus adalah keberanian kita. Yesus adalah keamanan jaminan kita, yang pada saat ini menjadi perantara bagi kita.”

04 April 2019
Oleh: Devin Watkins
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s