Renungan Harian Misioner
Jumat Prapaskah IV, 5 April 2019
Peringatan S. Finsensius Ferrer
Keb. 2:1a,12-22; Yoh. 7:1-2,10,25-30
Renungan Harian dari Yung-Fo,
Seorang misionaris diutus oleh Allah kepada Umat Manusia. Karena itu, relasinya dengan Allah di satu sisi, dan dengan sesama manusia di sisi yang lain, selalu harus dihayatinya dengan baik. Relasi dengan Allah menuntut kesetiaan dan ketaatan, sementara relasi dengan sesama manusia menuntut kesabaran, karena relasi itu tidak jarang muncul dalam bentuk penolakan dan sikap uncooperative atau tidak mau bekerja sama. Pergumulan untuk dapat tetap setia kepada Allah dan dapat tetap sabar terhadap sesama manusia, inilah dua poin yang membingkai potret hidup seorang misionaris menurut Bacaan Firman Tuhan hari ini.
1. Misionaris dalam Potret Kitab Kebijaksanaan (2 : 1a. 12-22)
Dalam Kitab Kebijaksanaan, sosok misionaris ditampilkan sebagai orang baik dalam relasi yang berseberangan dengan orang fasik. Orang-orang baik ini hidup sebagai anak-anak Allah. Mereka setia kepada perintah dan ketentuan Allah. Mereka menjaga jiwa-raga mereka agar tetap suci demi memuliakan Allah.
Cara hidup orang-orang baik ini secara tidak langsung menggugat cara hidup orang-orang fasik. Karena itu, orang-orang fasik lalu merancang hal-hal buruk terhadap orang baik. Kesetiaan orang-orang baik ini kepada Allah diuji. Dan pertolongan dari Allah untuk orang-orang yang setia kepada-Nya menjadi taruhan.
Penulis Kitab Kebijaksanaan menutup dikotomi orang fasik melawan orang baik ini, dengan menegaskan bahwa orang-orang fasik itu “sesat” karena tidak mengetahui rahasia-rahasia Allah. Sementara orang-orang baik tahu hal itu, maka mereka menjaga diri sedemikian sehingga tidak bertindak melawan Allah. Diuji dengan cara apapun, mereka tetap sabar terhadap sesamanya sambil terus menjaga kesetiaan mereka kepada Allah.
2. Misionaris dalam Potret Yohanes (7 : 1-2. 10. 25-30)
Dalam Injil Yohanes ini kita mendapat potret seorang misionaris dari cara hidup dan cara kerja Yesus sendiri. Sebagai Anak Allah, Yesus memberi Kesaksian tentang Allah, Bapa-Nya, kepada Umat Manusia.
Kesaksian Yesus tentang Bapa ini ternyata tidak diterima oleh para pendengar-Nya. Dan bukan hanya itu. Para pendengar-Nya malah mau membinasakan Dia. Sampai tahap ini, kita menemukan bahwa sekalipun kesaksian-Nya ditolak, dengan ancaman pembunuhan, Yesus tetap mencari kesempatan untuk terus bersaksi tentang Bapa yang mengutus-Nya itu. Penolakan manusia tidak membuat Yesus membatalkan tugas-perutusan-Nya untuk memperkenalkan Allah, Bapa-Nya, kepada manusia. Diancam dengan hukuman apapun, Yesus tetapi taat kepada Allah, Bapa-Nya, dan terus memperkenalkan Bapa itu kepada manusia.
Oleh karena tahu tentang rahasia Allah, maka para misionaris sebagaimana halnya dengan orang-orang baik dalam Bacaan Pertama, atau Tuhan kita Yesus Kristus di dalam Bacaan Injil, tetap menunjukkan kesabaran terhadap sesama serta ketaatan dan kesetiaan kepada Allah.
Tuhan Yesus, ampunilah kami yang sering kurang sabar dan tidak setia kepada-Mu. Amin (rmg).
(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)
DOA PERSEMBAHAN HARIAN
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Evangelisasi:
Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…
Ujud Gereja Indonesia:
Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…
Ujud Khusus:
Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita. Kami mohon…
Amin
