Bersatu dalam Kesedihan

Notre Dame Terbakar: Paus Fransiskus menyatakan kedekatan dan memanjatkan doa
Paus Fransiskus berdoa untuk umat Katolik di Perancis, juga untuk orang-orang Paris dan semua yang berjuang untuk mengatasi api yang menghancurkan Katedral Notre Dame pada Senin malam.

Dalam sebuah tweet pada Selasa pagi, Alessandro Gisotti, Direktur Sementara Kantor Pers Vatikan, menyatakan kedekatan Paus Fransiskus dengan orang-orang Perancis.

Paus, katanya, sedang berdoa untuk “semua orang yang berjuang untuk mengatasi situasi tragis ini.”

Segera setelah kobaran api dimulai pada Senin malam, Gisotti men-tweet di tweeter Takhta Suci, menyebut Katedral Notre Dame sebagai “simbol kekristenan di Perancis dan di dunia”.

Apa yang terjadi?
Kebakaran terjadi di Katedral Paris yang berusia 860 tahun pada Senin malam, merobohkan atap kayunya dan menyebabkan menara bertingkat runtuh.

Api berkobar selama lebih dari 12 jam sebelum ratusan petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikannya. Seorang petugas pemadam kebakaran terluka saat dia berjuang melawan api.

Api mulai di daerah sekitar puncak menara, di mana pekerja telah melakukan renovasi besar-besaran ke atap dan bingkai kayu puncak menara.

Kantor kejaksaan Paris telah membuka penyelidikan tentang penyebab kebakaran tersebut. Sumber-sumber kepolisian mengatakan kepada Reuters bahwa mereka bekerja dengan asumsi bahwa kebakaran itu tidak disengaja.

Apa yang diselamatkan?
Hanya dinding luar, fasad, dan menara lonceng kembar karya Gothic yang tetap berdiri. Organ pipa yang terkenal, yang berasal dari tahun 1730-an, juga selamat.

Pemadam kebakaran dilaporkan menyelamatkan banyak harta yang disimpan di dalamnya.

Rektor Notre Dame, Mgr. Patrick Chauvet, mengatakan Crown of Thrones – yang dipegang tradisi dikenakan oleh Yesus selama Passion – dan tunik yang diyakini telah dipakai oleh St. Louis, raja Perancis abad ke-13, diselamatkan dari api.

‘Bersatu dalam kesedihan’
Pesan solidaritas dan kesedihan mengalir dari seluruh dunia.

Para Uskup Perancis mengatakan pengaruh Notre Dame “meluas ke luar ibukota” dan bahwa itu akan tetap menjadi “simbol utama dari iman Katolik”. Mereka juga mengundang umat Katolik di seluruh dunia untuk “menjadi batu hidup Gereja,” terutama sebagai perjalanan yang setia melalui Pekan Suci dan melihat pada harapan Kebangkitan Kristus.

Kardinal Timothy Dolan, Uskup Agung New York, mengatakan warga New York bersatu dalam kesedihan dengan warga Paris. “Pekan Suci ini mengajarkan kepada kita bahwa, seperti Yesus, kematian membawa kehidupan. Penderitaan hari ini, kami percaya, akan membawa kebangkitan” katanya di tangga Katedral St. Patrick di Manhattan.

Pemimpin spiritual Gereja Ortodoks Koptik, Paus Tawadros II dari Aleksandria, mengatakan api itu adalah “kerugian besar bagi seluruh umat manusia,” menyebut Katedral Notre Dame di Paris “salah satu monumen paling penting di dunia.”

16 April 2019
Oleh: Devin Watkins
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s