Seorang Murid yang Dibela dan Ditolong Oleh Allah

Renungan Harian Misioner
Rabu dalam Pekan Suci, 17 April 2019
Peringatan S.Anisetus, S. Klara Gambacorta
Yes. 50:4-9a; Mat. 26:14-25

Hari ini tepat kita merayakan pesta demokrasi dengan memilih calon pemimpin dan wakil rakyat kita. Masih terngiang di telinga saya sebuah motto, jangan asal pilih apalagi pilih yang asal. Sebuah permainan kata yang sungguh menyentil kita-kita yang tadinya tidak begitu peduli, kalau tidak mau dibilang masa bodoh, dengan pemilu atau politik pada umumnya.

Melalui bacaan pertama, Nabi Yesaya bersaksi bahwa Tuhan telah memberikannya lidah dan telinga seorang murid dan Tuhan adalah penolong dan pembelanya. Berbeda dengan kesaksian Nabi Yesaya, kita seringkali enggan menjadi murid dan lebih mengutamakan kepandaian akal budi sendiri ketimbang hikmat yang diberikan Allah. Hati nuraninya sudah tidak peka, telinganya sudah terkontaminasi, akhirnya lidahnya menyuarakan kata-kata yang bukan dari Allah.

Persis seperti Yudas, salah satu murid Yesus di bacaan Injil hari ini. Hati nuraninya sudah tidak peka sehingga tidak bisa menimbang mana yang baik dan mana yang buruk. Telinganya tidak lagi bisa mendengar Tuhan Yesus berkata, “Sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku”. Seandainya telinga Yudas adalah telinga seorang murid maka belum terlambat Yudas membatalkan niatnya itu. Dan penyesalan Yesus, “adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan“, tidak akan terungkap.

Saudari saudara seiman dalam Kristus,

Mudah-mudahan kita semua belumlah terlambat. Gunakanlah hikmat Allah dengan menjadikan telinga kita, telinga seorang murid, lidah kita, lidah seorang murid, bahkan lebih dari itu, keseluruhan keberadaan kita sebagai pribadi seorang murid. Dan Tuhan Yesus tidak akan menyesali keberadaan kita di dunia ini. Semoga langkah kita masuk ke dalam bilik TPS adalah langkah iman setelah mendengar hikmat Allah demi tercapainya tujuan Allah bagi bangsa Indonesia tercinta ini. Dan dengan antusias mengiringi perhitungan suara sebagai bentuk pertanggungjawaban kita sebagai murid kepada Allah. Kalau saya bisa Anda pun pasti bisa. Semoga.

(Albertus Karel Wunardi – Fasilitator Spiritualitas Kitab Suci Emmaus Journey KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s