Alasan di Balik Keberanian Para Murid Yesus

Renungan Harian Misioner
Sabtu Oktaf Paskah, 27 April 2019
Peringatan S. Petrus Kanisius, S. Zita, S. Lidya Longley
Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21; Mrk. 16:9-15

Sahabat-sahabat Tuhan yang bangkit,
Renungan ini diawali dengan satu kisah nyata sekaligus pengalaman iman seorang biawarati yang menghantar kita memahami keberanian para murid Yesus dalam memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan. Kisah nyata itu diceritakan oleh Sr. Angela, SSpS pada salah satu sesi Sharing Pengalaman Iman di Program Tersiat Semi Internasional.

Kejadian itu terjadi saat dia dan tim dokter menangani operasi salah seorang suster di komunitas mereka yang sedang kritis karena perforasi usus buntunya (usus buntu pecah). Menurut Sr. Angela, kasus seperti itu sudah sering mereka tangani dan biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih saja untuk tindakan operasi. Namun kasus yang mereka tangani hari itu membutuhkan waktu lima jam lebih. Alasannya karena Sr. Laurensina yang dioperasi mengalami kondisi kritis berat bahkan menghembuskan nafas terakhir (meninggal dunia) ketika operasi sedang berlangsung. Mereka terdiam sesaat dan berdoa memasrahkan situasi Sr. Laurensina pada kehendak Tuhan.

Ajaibnya yakni beberapa saat kemudian Sr. Laurensina hidup lagi. Rasa heran bercampur gembira memunculkan tekad spontan mereka mengerahkan segala kemampuan terbaik mereka untuk menyelamatkan nyawa Sr. Laurensina yang bernapas lagi setelah beberapa menit berhenti bernapas. Penanganan kali ini sudah mulai diiringi doa mohon keterlibatan dan penyelenggaraan Tuhan dalam tindakan operasi tersebut.

Namun beberapa saat kemudian Sr. Laurensina kembali menghembuskan nafas terakhir untuk kedua kalinya. Menurut Sr. Angela kondisi tubuh Sr. Laurensina pada kematiannya yang kedua ini sungguh tiada harapan untuk hidup lagi secara medis. Sr .Angela mengatakan sejujurnya bahwa waktu itu dia secara pribadi sudah kehilangan harapan bahwa Sr. Laurensina bisa hidup lagi. Dari tatapan mata satu sama lain di antara mereka membahasakan hal itu. Namun pengalaman yang sama beberapa menit sebelumnya mendorong mereka untuk terus melakukan tindakan operasi penyelamatan diiringi doa yang tiada putus-putusnya baik yang terucap dalam kata melalui mulut mereka maupun dalam hati mereka. Peristiwa yang sama terjadi untuk ketiga kalinya dan sebagai orang-orang yang sudah biasa mengalami kasus kematian pasien, mereka tahu harapan pasien tertolong sangat tipis bahkan asa hidup lagi berada pada zero point. Namun mereka percaya Tuhan belum menghendaki dia meninggalkan dunia ini.

Dan hal itu benar-benar terjadi. Sr Laurensina hidup lagi setelah tidak bernafas beberapa menit dengan kondisi tubuh demikian untuk ketiga kalinya. Mereka terus melakukan tindakan operasi hingga semuanya selesai dan nyawa Sr. Laurensina tertolong dan masih hidup hingga detik ini.

Di akhir kisahnya, Sr. Angela dengan nada suara bergetar bersaksi bahwa itulah salah satu pengalaman iman yang meneguhkan dia semakin percaya akan adanya penyelenggaraan Ilahi Tuhan. Masih dalam nada haru, Sr. Angela mengatakan bahwa pengalaman itu mengajar dia makin percaya pula bahwa di atas bantuan kemampuan dan pengetahuan manusia yang terbatas, masih ada Tuhan Sang Penolong yang tak terbatas kuasa-Nya. Kuncinya percaya dan berpasrah penuh keyakinan pada kehendak dan penyelenggaraan-Nya.

Pengalaman itu makin meneguhkan Sr. Angela bahwa sebagai perawat yang juga biarawati, dirinya hanyalah alat Tuhan untuk merawat tubuh jasmani sesama sedangkan Tuhan sendiri yang akan bekerja dengan kuasa dan rencana-Nya. Dia pun makin diyakinkan akan penyelenggaraan Ilahi dan senantiasa berusaha melibatkan Tuhan dalam seluruh karya pelayanannya terutama saat menangani pasien-pasien yang kritis. Dan pengalaman tersebut menumbuhkan keberanian dalam dirinya untuk selalu berupaya meyakinkan para pasien agar percaya bahwa selain bantuan tim medis, ada juga Tuhan, Dokter Utama yang akan menolong menyembuhkan sakit mereka.

Para Sahabat Tuhan yang terkasih,
Ada kemiripan antara pengalaman Sr. Angela tersebut dengan pengalaman para murid Yesus. Para murid yang awalnya ragu, cemas dan takut karena peristiwa kematian Yesus namun kemudian berubah menjadi penyaksi iman yang sangat berani. Alasannya karena mereka sendiri menyaksikan karya Agung Allah yang membangkitkan Yesus yang dibunuh. Penampakan dan peneguhan dari Yesus sendiri yang bangkit, semakin membangkitkan keberanian mereka untuk bersaksi tentang kebenaran iman mereka bahwa Tuhan sungguh Allah yang hidup dan mahakuasa. Kuasa dunia manapun tak mampu menghalangi karya Ilahi Allah.

Inilah keyakinan yang perlahan tapi pasti tumbuh kokoh dalam hati para murid Yesus. Upaya para pemimpin Yahudi melarang mereka bersaksi hanya upaya sia-sia karena mereka semakin berani bersaksi tentang kebenaran iman mereka. Malah Petrus dan Yohanes dengan lantang berkata “Silahkan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang kami lihat dan yang telah kami dengar.”

Mari kita merenungkan penyelenggaraan Ilahi Allah dalam peristiwa-peristiwa hidup yang kita alami, agar kita pun makin bertumbuh dalam iman kita pada Tuhan yang kita imani. Allah bukan tidak berkarya dalam hidup, hanya kadang kita gagal fokus menangkap karya Tuhan dalam hidup kita. Luangkan waktu sejenak hari ini, fokus pada satu peristiwa yang pernah dialami dan renungkan bagaimana karya Allah dalam kejadian itu. Semakin mampu menemukan peran karya Allah, semakin kita diyakinkan akan penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita.

Selamat merenung, Tuhan pasti memberkati selalu.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s