Alkitab Nafas Allah bagi Dunia

Paus Fransiskus: Alkitab membawa nafas Tuhan ke dunia
Paus Fransiskus pada hari Jumat bertemu dengan Federasi Alkitab Katolik pada kesempatan ulang tahun kelima puluh mereka. Paus mengatakan kepada mereka bahwa Alkitab bukanlah kumpulan indah dari buku-buku suci untuk dipelajari. Alkitab adalah Firman kehidupan yang harus diproklamirkan melalui jalan-jalan dunia.

Dalam rangka menyoroti buah karya dari 50 tahun kegiatannya, Federasi Alkitab Katolik telah mengadakan Kongres Alkitab-Pastoral Internasional minggu ini dengan tema “Firman dan Kehidupan, Animasi Alkitabiah tentang kehidupan dan kegiatan pastoral Gereja”.

Dan pada tema “Kata dan Hidup” inilah Paus merenungkan dalam sambutannya pada hari Jumat kepada mereka yang berkumpul di Aula Clementine Vatikan.

Firman Tuhan itu hidup
Paus mengatakan kepada mereka bahwa, “Firman Allah hidup”; tidak mati atau bahkan menua; tetap selamanya, menambahkan bahwa itu adalah “Roh Kudus, pemberi kehidupan, yang suka bekerja melalui Kitab Suci.”

“Firman membawa nafas Tuhan ke dunia”, tegas Paus Fransiskus, “meresapi hati dengan kehangatan Tuhan. Semua kontribusi dan isi akademik yang diterbitkan adalah dan tidak bisa tidak ada di layanan ini”, kata Paus.

Firman hidup yang harus ditabur
Tetapi Paus juga menunjukkan bahwa, “Alkitab bukanlah kumpulan indah dari buku-buku suci untuk dipelajari, tetapi merupakan Firman kehidupan yang harus ditaburkan…”

Paus menekankan bahwa di dalam Gereja, “Firman itu adalah suntikan kehidupan yang tak tergantikan. Itu sebabnya homili sangat mendasar,” kata Paus. Khotbah, lanjut Paus, “bukan latihan retorika, juga bukan seperangkat gagasan manusia yang bijak. Sebaliknya, itu adalah berbagi Roh, dari Firman ilahi yang menyentuh hati pengkhotbah, yang menyampaikan kehangatan itu, pengurapan itu.”

Paus Fransiskus menyatakan harapan bahwa akan ada “musim baru dari cinta yang lebih besar untuk Kitab Suci berkembang di pihak semua anggota Umat Allah”, sehingga itu akan memperdalam hubungan kita dengan Yesus.

Paus menjelaskan bahwa Firman “memberikan kehidupan kepada setiap orang yang percaya dengan mengajar mereka untuk meninggalkan diri mereka sendiri untuk mewartakan Tuhan.” Paus kemudian mengatakan bahwa, “dalam hal ini firman bertindak seperti pedang tajam yang, masuk ke kedalaman, membedakan pikiran dan perasaan, membawa kebenaran, luka-luka untuk disembuhkan.”

Firman dan Gereja
Sebuah Gereja yang hidup dengan mendengarkan Firman, kata Paus Fransiskus, “tidak pernah puas dengan rasa amannya sendiri. Dia patuh pada kebaruan Roh yang tidak terduga.”

Paus juga melukiskan sebuah gambaran Gereja yang hidup dari Firman, dan hidup untuk menyatakannya. Firman Tuhan, kata Paus Fransiskus, adalah “vaksin terbaik melawan penutupan dan pelestarian diri sendiri”.

Sebagai penutup, kata Paus, Firman Tuhan dan kehidupan harus saling merangkul dan tidak boleh tanpa satu sama lain. Paus juga berdoa agar Alkitab tidak tinggal di perpustakaan, tetapi akan diwartakan melalui jalan-jalan dunia di mana orang-orang menunggu.

26 April 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s