Roh Kudus, Roh Kebenaran

Renungan Harian Misioner
Kamis Paskah II, 2 Mei 2019
Peringatan. S. Athanasius Agung
Kis. 5: 27-33; Yoh. 3: 31-36

Pada hari ini di dalam pekan Paskah yang kedua, Penginjil Yohanes mengajak kita merenungkan kembali iman kita akan Yesus Kristus. “Ia (Yesus) memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya, ia mengakui bahwa Allah adalah benar” (Yoh. 3 : 32-33). Allah adalah benar. Apa yang dimaksud dengan ‘benar’ tersebut? Bukankan Yesus hanya diam ketika Pilatus menanyakan hal yang sama: Apakah kebenaran itu?

Merenungkan mengenai kebenaran merupakan gagasan yang senantiasa muncul dalam sejarah manusia. Klaim atas yang ‘benar’ dan ‘salah’ bisa memicu munculnya konflik yang tidak akan berakhir. Banyak pula peristiwa perpecahan di antara bangsa manusia karena gagasan akan apa yang ‘benar’ ini. Namun satu hal yang penting untuk dipahami adalah bahwa kita senantiasa terdorong untuk mengikuti sesuatu yang kita anggap benar. Sebagai orang Kristiani jelas bahwa kebenaran kita bersumber dalam relasi kita dengan Kristus dalam bimbingan Roh Kudus. Pertanyaannya adalah apakah pengakuan iman kita akan Kristus telah terwujud dalam segala tingkah laku dan cara hidup kita sehari-hari? Atau masihkah kita menjadi golongan orang yang tidak menerima kesaksian Kristus?

Bagi Penginjil Yohanes sangat penting memperhatikan peran Roh Kudus. “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas” (Yoh. 3 : 34). Kita telah menerima perutusan itu dalam pembaptisan. Kita membarui janji baptis kita dalam liturgi Malam Paskah. Kita juga telah menerima Roh Kudus dalam sakramen Krisma. Akan tetapi selama kita belum membuka hati akan dorongan Roh Allah, pengakuan kita akan Allah yang benar dalam sabda dan kesaksian Yesus Kristus belumlah nyata. Marilah dalam pekan Paskah yang masih panjang ini, dengan rendah hati kita membuka hati bagi bimbingan Roh Kudus, dan merelakan-Nya menuntun setiap tutur kata dan tingkah laku kita dalam hidup berkeluarga dan bermasyarakat. Tuhan memberkati.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Missionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s