Tiga Ajakan Yesus

Renungan Harian Misioner
Minggu Paskah III, 5 Mei 2019
Kis. 5:27b- 32,40b-41; Mzm. 30:2,4,5,6,11,12a,13b; Why. 5:11-14; Yoh. 21:1-19

Setelah bangkit, Yesus banyak kali menampakkan diri-Nya. Yohanes mengungkapkannya secara simbolis: tiga kali (ay.14). Lukas lebih kronologis: “selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka” (Kis 1:3). Yesus terus mencoba, dengan pelbagai cara dan sarana, untuk meyakinkan para murid bahwa Ia bangkit. Itulah ajakan-Nya yang pertama: beranilah mencoba lagi! Saat mereka gagal, Ia berkata: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu!” (ay.6). Begitu kata-kata-Nya ditaati, hasil pekerjaan pun berlimpah. Yesus yang bangkit selalu hadir lewat sabda-Nya. Jika ditaati, sabda-Nya akan tetap berdampak: membuka jalan, membuka mata dan mengarahkan kita untuk terus mencoba. Sabda-Nya mengajak kita untuk melihat persoalan dari sisi yang lain, untuk coba menyasar bidang-bidang pewartaan yang berbeda, agar semakin banyak insan yang “ditangkap”. Begitu Tuhan dilibatkan, hasil misi dan pelayanan Gereja akan berlipat-ganda. Persatuan dengan Tuhan lewat sabda-Nya itulah yang menentukan hasil daya dan upaya manusia: “Tanpa Aku, kalian tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5).

Ajakan-Nya yang kedua: “Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap itu!” (ay.10). Persembahkan hasil “tangkapan” (karya pewartaan) kepada Tuhan! Misi Gereja adalah buah dari firman-Nya, bukan terutama karya kita. Seperti juga kawanan domba: mereka bukan milik Petrus, tetapi milik Tuhan (“domba-domba-Ku”, ay.16 dstnya). Ada banyak dugaan tentang simbol angka 153. Mungkin itu memang jumlah nyata ikan yang ditangkap. Itulah detil yang terus diingat tentang sebuah kejadian nyata. Yang terpenting, semuanya ikan-ikan pilihan. Jala tidak koyak, agar tak satupun ikan yang terbuang. Semuanya harus dikumpulkan. Mirip waktu para murid mengumpulkan sisa-roti, agar jangan ada yang terbuang (6:12-13). Ini simbol janji Yesus bahwa Ia akan selalu menjaga dan memelihara jemaat-Nya. Tidak satupun dari mereka yang sudah Bapa percayakan kepada-Nya akan hilang atau binasa (Yoh 3:16; 6:39; 10:28).

Ketiga, Mari kita mulai lagi! Petrus pernah gagal dan menyangkal Yesus, tiga kali dekat “api arang” (18:18). Sekarang, juga dekat “api arang”, tiga kali Yesus meminta Petrus menegaskan lagi komitmen kasihnya (ay,15, 16,17). Petrus tidak menjawab ya atau tidak. Ia serahkan pada Tuhan untuk menilai kualitas kasihnya: “Engkau tahu Tuhan…” Petrus juga tidak menambah “lebih dari mereka”. Dia tidak mengklaim sebagai yang paling mengasihi, tidak juga mau membanding-bandingkan kasih. Yesus memang sudah mengetahui mereka sejak awal (2:24,25). Kasih itu lalu menjadi dasar bagi penugasannya: “Pelihara/gembalakan domba-domba-Ku”. Petrus menjadi gembala, tetapi kawanan domba tetap menjadi milik sang Gembala! Kerapuhan dan kegagalan justru menjadi titik-tolak penugasan. Kasih mengalahkan penyangkalan. Komitmen kasihlah yang harus terus dibarui, bukan kegagalan yang terus ditangisi. Dahulu Petrus memang gagal “menyerahkan nyawa bagi Yesus” (13:38), tetapi kelak ia pasti akan menyerahkan nyawa untuk para domba gembalaannya. Tepatlah ajakan Yesus di akhir adegan: “Ikutilah Aku!” Petrus akan menjadi gembala seperti Yesus, beserta semua konsekuensinya, termasuk wafat demi domba-dombanya (ay.19).

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s