Pesan Perdamaian dan Persatuan Makedonia

Paus membawa pesan perdamaian, persatuan ke Makedonia Utara
Kunjungan satu hari Paus Fransiskus ke Skopje, Makedonia Utara, akan fokus pada persatuan dalam keanekaragaman.

Ketika Paus Fransiskus tiba di Skopje pada hari Selasa pagi, ia akan menjadi Paus pertama yang mengunjungi Makedonia Utara.

Ini adalah momen penting bagi komunitas kecil Katolik di negara ini. Gereja di Makedonia Utara terdiri dari kurang dari satu persen dari populasi – sebuah fakta yang tercermin dalam pilihan moto untuk kunjungan, “Jangan takut, kawanan kecil”.

Sebuah Kawanan yang beragam
Uskup Stoyanov memiliki posisi unik di Gereja, memimpin Keuskupan Ritus Latin di Skopje – dengan beberapa ribu penganut – dan Eparki Katolik Makedonia dari Perawan Maria yang diangkat ke Surga di Strumica-Skopje, dengan lebih dari 15.000 umat beriman Ritus Bizantium. Selain orang-orang Makedonia Utara, Gereja di negara itu juga memiliki banyak umat beriman asal Albania, serta orang-orang Kroasia, Polandia, Bulgaria, dan lainnya.

Pergi ke pinggiran
Paus Fransiskus telah menjadikan “pergi ke pinggiran” sebagai titik fokus karya kepausannya. Ia membuat upaya khusus untuk mengunjungi negara-negara dengan minoritas-minoritas Katolik, termasuk tetangga Albania, Turki, dan Sri Lanka; dan baru-baru ini, Uni Emirat Arab dan Maroko. Di Makedonia Utara, Paus juga diharapkan membawa pesan “perdamaian, hidup berdampingan, dan keadilan,” dalam kata-kata Uskup Stoyanov.

Ini adalah pesan yang akan memiliki gema khusus di kota ini, yang terletak di persimpangan jalan utama Balkan, antara Athena ke selatan dan Wina ke utara; dan antara Albania dan Laut Adriatik di barat, dan Bulgaria dan Laut Hitam di Timur.

Negara multi-etnis dan multi-agama
Dan pesan Paus akan bergema, juga dengan populasi multi-etnis dan multi-agama di negara itu. Dialog dan koeksistensi antaragama dan ekumenis akan menjadi fokus utama dari Kunjungan ini: Paus akan bertemu dengan orang-orang muda dari berbagai latar belakang yang berbeda di Pusat Pastoral dekat Katedral pada sore hari, setelah pertemuan pada hari sebelumnya dengan para pemimpin dari komunitas Ortodoks Timur, Metodis, Muslim, dan Yahudi di Makedonia Utara.

Santa Bunda Teresa
Pertemuan dengan para pemimpin agama akan berlangsung di Rumah Kenangan Bunda Teresa, yang lahir dari keluarga Albania di Skopje. Rumah ini dibangun di situs gereja – sejak dihancurkan – tempat Bunda Teresa dibaptis Anjezë Gonxhe Bojaxhiu.

Santa Bunda Teresa dikanonisasi oleh Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus pada tahun 2016, dan merupakan pilihan alami bagi Santo Pelindung dari perjalanan ini. Sementara di Rumah Kenangan suci tersebut, Paus juga akan bertemu dengan orang-orang miskin yang dibantu oleh Suster-Suster Cintakasih Bunda Teresa – satu contoh nyata dari prioritas Paus Fransiskus untuk Gereja misionaris yang berakar pada kegiatan amal, dan menjangkau ke pinggiran masyarakat modern.

06 Mei 2019
Oleh: Christopher Wells
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s