Jangan Berhenti Bermimpi

Paus mengajak orang-orang muda di Makedonia Utara untuk membangun harapan dan impian
Paus Fransiskus bertemu orang-orang muda di pertemuan ekumenis dan antaragama di Skopje, dan mengatakan kepada mereka untuk tidak pernah berhenti bermimpi.

Pentingnya mimpi dan bermimpi adalah tema inti pertemuan Paus Fransiskus dengan kaum muda Makedonia Utara pada Selasa sore.

Apakah saya terlalu banyak bermimpi?
“Seseorang tidak pernah bisa bermimpi terlalu banyak,” adalah jawaban Paus Fransiskus atas pertanyaan yang diajukan kepadanya oleh seorang wanita muda. Jikapun ada, terlalu banyak orang “kehilangan kemampuan untuk bermimpi”.

“Bermimpi membantu kita untuk tetap menghidupkan kepastian kita bahwa dunia lain memang mungkin, dan bahwa kita dipanggil untuk ikut terlibat”, kata Paus.

Mimpi-mimpi menjadi kenyataan ketika kita menggunakan “harapan, kesabaran, dan komitmen,” kata Paus. Kita seharusnya tidak pernah takut “mengambil risiko atau membuat kesalahan.” “Bahkan jika Anda membuat kesalahan, Anda selalu bisa bangkit dan memulai dari awal lagi,” kata Paus Fransiskus. “Jangan takut untuk menjadi pengrajin mimpi dan harapan.”

Teladan Bunda Teresa
Paus mengatakan kepada orang-orang muda bahwa mereka dipanggil untuk menjadi seperti Bunda Teresa: “untuk bekerja dengan tangan Anda, untuk menjalani kehidupan dengan serius dan membuat sesuatu yang indah dari itu.”

Bunda Teresa selalu terus bermimpi dengan cara yang besar, kata Paus Fransiskus, “dan inilah sebabnya ia juga mencintai dalam cara yang besar”. Dia ingin menjadi “pensil di tangan Tuhan”, kata Paus. “Dan Tuhan mulai menulis halaman sejarah baru dan menakjubkan dengan pensil itu”.

Bermimpi bersama
Tidak ada yang bisa mewujudkan mimpinya sendirian, lanjut Paus. “Kita membutuhkan komunitas yang mendukung dan membantu kita”.

“Betapa pentingnya bermimpi bersama!” “Bermimpilah dengan orang lain dan jangan pernah melawan orang lain! Sendiri, Anda berisiko melihat fatamorgana, melihat hal-hal yang tidak ada di sana. Mimpi dibangun bersama,” kata Paus.

Ikut Terlibat
Paus Fransiskus kemudian membagikan apa yang disebutnya pelajaran terbaik yang pernah dipelajarinya: kemampuan untuk berbicara dengan orang-orang “secara langsung”.

“Kita telah memasuki era digital, tetapi sebenarnya kita hanya tahu sedikit tentang komunikasi. Kita semua ‘terhubung’, tetapi tidak benar-benar ‘terlibat’ satu sama lain. Terlibat membutuhkan kehidupan, panggilan untuk berada di sana dan berbagi saat-saat yang baik, tetapi juga saat-saat yang tidak begitu baik,” kata Paus.

Mendengarkan orang tua
Akhirnya, Paus Fransiskus mendorong para pendengar mudanya untuk menghabiskan waktu bersama kakek dan nenek mereka. “Dengarkan kisah mereka bahkan jika mereka mungkin kadang-kadang tampak agak tidak nyata tetapi sebenarnya penuh dengan… kebijaksanaan tersembunyi yang menunggu untuk ditemukan dan dihargai,” kata Paus.

“Ketika mimpi-mimpi Anda redup dan hati Anda serasa tenggelam,” pungkas Paus Fransiskus, “cari sebuah komunitas, saling berpegangan tangan, dan ingat bahwa ada Seseorang yang ingin Anda hidup”.

07 Mei 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s