Mengapa Para Murid Tidak Turut Meninggalkan Yesus

Renungan Harian Misioner
Sabtu Paskah III, 11 Mei 2019
Peringatan S. Ignasius Peis dr Lakoni, S. Bertha
Kis. 9:31-42; Mzm. 116:12-13,14- 15,16-17; Yoh. 6:60-69

Sahabat-sahabat Tuhan yang terkasih,
Saya memulai renungan ini dengan kisah di balik lagu COUNT YOUR BLESSINGS gubahan Johnson Oatmar Jr. pada tahun 1897. Johnson sendiri adalah anak seorang penyanyi dan pemusik di Lumberton, New Jersey, USA. Ketika berumur 30-an Johnson Jr. memlih menjadi Pewarta Injil melalui lagu-lagu rohani gubahannya. Setiap tahun dia mampu menggubah kurang lebih 200 lagu rohani. Hingga akhir hayatnya dia berhasil menggubah 500-an lagu rohani.

Salah satu lagunya yang sangat populer hingga sekarang adalah lagu COUNT YOUR BLESSINGS yang diinspirasi oleh pertanyaan para pengagumnya tentang rahasia dibalik kemampuannya mencipta lagu begitu banyak. Melalui syair lagu ini, Johnson Jr. mau memberitahu rahasia kesusksesannya sebagai seorang penulis lagu rohani sekaligus mau bersaksi bahwa ketika kita mengarahkan fokus perhatian kita kepada karya-karya Tuhan mulai dari hal-hal sederhana hingga luar biasa, di sana kita akan menemukan bahwa Tuhan telah melakukan banyak hal dalam hidup kita: Count your blessings, name them one by one. Count your blessings, see what God has done.

Kebenaran syair lagu tersebut punya kaitan erat dengan pernyataan Petrus yang memilih tetap bersama Yesus di kala teman-temannya meninggalkan Yesus. Petrus bersikap demikian karena dirinya telah diyakinkan oleh pengalaman-pengalaman nyata bersama Yesus yang diikutinya. Apalagi dia baru saja menyaksikan peristiwa perbanyakan roti di mana mereka terheran-heran karena Yesus mampu memperbanyak 5 roti jelai dan 2 ekor ikan sehingga bisa memberi makan ribuan orang bahkan masih tersisa 12 bakul.

Pengalaman-pengalaman iman bersama Tuhan semakin mentransformasi dirinya dari tipe orang yang spontan: protes, ragu, suka mencoba, suka meyanggah ajaran Yesus Gurunya menjadi seorang yang beriman teguh seperti wadas kokoh. Kekokohan iman berbasis pengalaman inilah yang membuat dia memilih tetap mengikuti Tuhan sekalipun iman teman-temannya terguncang dan kemudian memilih meninggalkan Yesus: “Tuhan, kepada siapa kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan yang hidup kekal. Kami telah percaya dan tahu bahwa Engkau adalah yang Kudus dari Allah.”

Keteguhan iman demikian menjadi sauh yang kokoh bagi Petrus dalam hidupnya sekaligus landasan batiniahnya dalam karya-karyanya. Tak heran dia juga bisa menyembuhkan Eneas yang sudah delapan tahun menderita sakit lumpuh dan membangkitkan Dorkas yang sudah mati sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama hari ini.

Kiranya inspirasi lagu Count Your Blessings semakin menginspirasi kita untuk menyadari kehadiran dan karya-karya Tuhan dalam hidup kita sehingga iman kita akan Tuhan semakin bertumbuh kokoh dalam diri kita seperti Petrus karena Tuhan pun melakukan karya-karya mengagumkan dalam hidup kita. Semoga kita pun semakin tekun setia memberi kesaksian tentang kebenaran iman kita sehingga semakin banyak orang menaruh harapan kepada Tuhan, sumber dan penjamin hidup manusia.

Tuhan memberkati perjuangan kita sekalian

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s