Antara Bapa, Yesus dan Kita

Renungan Harian Misioner
Minggu Paskah IV, 12 Mei 2019
HARI MINGGU PANGGILAN SEDUNIA
Kis. 13:14,43- 52; Mzm. 100:2,3,5; Why. 7:9,14b-17; Yoh. 10:27-30

Injil hari Minggu ini adalah lanjutan dari pewahyuan Yesus tentang diri-Nya sebagai Gembala yang baik (Yoh 10). Yesus secara tidak langsung menjawab pertanyaan orang Yahudi yang penasaran: apakah Dia sungguh Mesias yang dijanjikan dan dinantikan? Secara singkat dan padat, Yesus menyimpulkan relasi-Nya dengan para pengikut-Nya, juga dengan Bapa-Nya. Dengan kata lain, teks ini ingin membuka dan memperkenalkan: Yesus, umat-Nya dan Bapa. Yesus ingin mewahyukan diri-Nya, diri kita dan Bapa-Nya. Dan itu bukan soal teori melainkan relasi, bukan soal tahu tetapi soal mau dan tekad untuk terus terlibat.

Pertama, siapakah kita umat-Nya? Kita adalah domba-domba yang mengenal suara Yesus, sang Gembala (ay.27). Sudah sejak Yoh 10:1 Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik, namun orang Yahudi tidak mampu mengenal Dia, sehingga mereka menolak-Nya. Mengapa? Sebab mereka tidak berelasi dengan Dia. Tanpa relasi yang mendalam dengan sang Gembala, bagaimana mungkin domba mampu mendengar suara dan panggilan-Nya? Jadi, identitas kita sebagai domba-domba-Nya hanya dapat dijamin dan dipertahankan dengan terus berelasi dengan Dia: membuka diri terhadap suara-Nya dan terlibat dalam perutusan-Nya. Tanpa hubungan yang mendalam dengan Yesus, kita akan mengikuti atau dibingungkan oleh pelbagai suara dan panggilan lain yang ditawarkan secara berlimpah oleh dunia masa kini. Mampukah kita? Tentu tidak! Jika kita hanya mengandalkan daya dan upaya manusia. Tetapi Yesus memberikan jaminan yang menggembirakan: kita adalah “anugerah” Bapa (ay.29). Bukan upaya kita sendiri yang memampukan relasi dengan sang Gembala. Relasi dan hubungan kita dengan Yesus adalah karya “tangan” Bapa sendiri. Karena itu, hubungan kita dengan Yesus tidak dapat dipatahkan atau dibatalkan oleh apa dan siapapun! Penderitaan, ancaman, kejahatan, penguasa dan kegelapan dunia ini tidak akan mampu merebut kita dari tangan Yesus dan Bapa (ay.28 dan 29).

Kedua, siapa Yesus, sang Gembala? Yesus menegaskan bahwa Dialah Gembala yang mengenal domba-domba-Nya (ay.27b). Dia mengenal dan memanggil nama setiap kita. Bukan itu saja! Dia juga memberikan hidup kekal kepada kita domba-domba-Nya (ay.28). Dengan anugerah hidup kekal itu, relasi kita dengan Dia berlangsung abadi. Hidup yang kita jalankan sekarang dan di sini pun menjadi lebih berarti dan sejati. Kita menghabiskan hari-hari kita sebagai domba yang selalu mendengar dan mencari suara dan bimbingan sang Gembala. Kita menggeluti rutinitas secara berkualitas: terarah pada Dia dan diarahkan oleh panggilan-Nya.

Ketiga, siapa Bapa? Dialah dasar dan penggagas semuanya! Dialah yang memberikan kita kepada Yesus, sang Gembala. Kita adalah anugerah Bapa bagi Sang Anak. Bagi kita, Yesus menghadirkan Allah yang adalah Gembala umat-Nya (Mzm.23). Yesus dan Bapa adalah satu: Ia bersatu dengan Bapa secara mendalam dan tak terpisahkan. Ia berbicara dan bertindak dalam kesatuan dengan Bapa. Dalam diri Yesus, Bapa sendirilah yang bersabda dan berkarya, menggembala, memelihara dan memberi hidup kekal dan sejati kepada kita domba-domba-Nya.

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s