Yesus Kristus, Jaminan Keselamatan Segala Bangsa

Renungan Harian Misioner
Jumat Paskah IV, 17 Mei 2019
Peringatan S. Paskalis Baylon
Kis. 13:26-33; Mzm. 2:6-7,8-9,10-11; Yoh. 14:1-6

Tentu tak salah, jika Gereja menyemat pada Santo Paulus gelar “Rasul Segala Bangsa”. Bacaan pertama hari ini berisi sepenggal kisah tentang kiprah Paulus mewartakan Yesus Kristus, tidak saja kepada keturunan Abraham (keturunan Yahudi), tetapi juga kepada orang lain, yakni mereka yang “takut akan Allah”. Kisah komunitas Kristiani di Anthiokia memperlihatkan salah satu karakter komunitas Kristiani yakni ciri inklusif. Di sana, baik keturunan Abraham maupun mereka yang takut akan Allah membentuk suatu komunitas Kristiani, yang inklusif.

Inklusivitas itu lahir dari daya keselamatan yang terpenuhi dalam wafat dan kebangkitan Kristus, sebagai kegenapan janji keselamatan Allah sejak sedia kala. Sekarang dengan keyakinan penuh Paus mewartakan inti iman tersebut kepada komunitas Anthiokia, yang merupakan penerusan atau kelanjutan dari komunitas pilihan Allah sejak semula. Bagi Paulus komunitas Kristiani, yang secara biologis bukan keturunan Abraham, adalah kelanjutan dari komunitas pilihan, umat baru bagi Allah, dan kepada merekalah pemenuhan keselamatan dalam Kristus diwartakan. Menerima pewartaan atau mengimani Yesus Kristus berarti mengambil bagian dalam komunitas keselamatan di mana Yesus Kristus adalah pusat atau dasar keberadaannya.

Dasar dari keyakinan yang diwartakan Paulus ini adalah pengalaman dan pengenalannya akan Yesus Kristus yang mengakhiri hidup-Nya di kayu salib, wafat dan dibangkitkan Allah. Yesus itulah yang diwartakan Paulus, Yesus yang mengalahkan kematian dan dibangkitkan Allah, menampakkan diri kepada para murid-Nya, pribadi-pribadi yang dipilih dan diangkat menjadi saksi. Apa yang menjadi pokok kesaksian adalah pengenalan dan pengalaman akan Yesus Kristus yang bangkit. Tentu saja di balik itu ada harapan dan tujuan bahwa mereka yang menerima kesaksian atau pewartaaan pun diantar kepada pengenalan dan pengalaman akan Yesus, dan selanjutnya menjadi saksi pula.

Iman kita akan Kristus adalah buah kesaksian Gereja yang menerima tugas menjadi saksi. Dengan menjadi warga Gereja kita pun secara pribadi serta bersama-sama mendapat mandat untuk menjadi saksi bahwa dalam Kristus terpenuhi janji Allah dan bahwa daiam Dia terjaminlah keselamatan untuk semua bangsa. Kata-kata Yesus yang kita dengar dalam Injil hari ini amat lugas dan jelas. Kita diminta untuk percaya pada kata-kata-Nya, “jangan ragu dan gelisah” akan keselamatan abadi yang kita dambakan dan rindukan. Keselamatan itu dijamin oleh Yesus sendiri. “Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal”. Bahkan Yesus sendiri “bekerja” menyediakan tempat itu untuk semua.

Siapa saja yang merindukan keselamatan dan menaruh kepercayaan pada kata-kata Yesus, baginya keselamatan terjamin dan tersedia. “Aku akan menyediakan tempat bagimu, supaya di tempat di mana Aku berada kamu juga berada”. Yesus Kristus sendiri bahkan menghendaki kebersamaan abadi itu antara diri-Nya dan semua yang percaya kepada-Nya. Keselamatan dalam Kristus bukanlah privilege atau hak khusus keturunan terpilih, tetapi tawaran dan undangan kepada segala bangsa. Ada satu syarat yakni menerima dan beriman kepada Yesus Kristus. Dialah jaminan kselamatan karena hanya dalam Dia dan melalui Dia manusia sampai kepada Bapa. Amin.

(Sdr. Peter C. Aman, OFM – Ketua Komisi JPIC OFM Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s