Membangun Dunia yang Lebih Manusiawi

Paus di Rumania memohon pengampunan atas dosa-dosa terhadap komunitas Roma
Paus Fransiskus mengakhiri kunjungan apostolik 3 hari ke Rumania pada hari Minggu untuk bertemu dengan komunitas bangsa Roma.

Paus Francsiskus mengakhiri ziarahnya ke negara Balkan, Rumania, meminta pengampunan, atas nama Gereja, atas ketidakadilan yang dilakukan terhadap beberapa negara – dan dunia – yang paling terpinggirkan dan terdiskriminasi.

Permohonan maaf dan seruannya untuk inklusi sosial disampaikannya dalam pertemuan dengan perwakilan dari komunitas Roma yang membentuk sekitar 10 persen dari 20 juta penduduk negara.

Paus memilih distrik Barbu Lautaru di kota Blaj, di mana mayoritas penduduknya adalah orang Roma untuk meminta pengampunan atas semua masa dalam sejarah di mana Gereja telah mendiskriminasikan atau menganiaya mereka.

Gereja: sebuah tempat perjumpaan
Menggambarkan Gereja sebagai tempat perjumpaan di mana ada ruang untuk semua orang, Paus Fransiskus mengatakan fakta ini adalah bagian dari identitas kita sebagai orang Kristiani.

Tetapi, Paus berkata, “Hati saya terbeban. Terbebani oleh banyak pengalaman diskriminasi, segregasi, dan penganiayaan yang dialami oleh komunitas Anda”.

Permohonan maaf
“Saya ingin meminta maaf kepada Anda untuk ini,” katanya, seraya mencatat bahwa orang-orang Kristen, termasuk umat Katolik, “tidak asing dengan kejahatan semacam itu”.

“Saya meminta maaf – atas nama Gereja dan Tuhan – dan saya meminta maaf kepada Anda,” katanya.

Paus mengatakan permohonannya untuk pengampunan mengacu pada “semua waktu dalam sejarah ketika kita telah mendiskriminasi, memperlakukan atau memandang dengan curiga pada kalian, dengan berlaku seperti Kain daripada Habel, dan tidak dapat mengakui Anda, menghargai Anda dan membela kalian dalam keunikan kalian”.

Mengutuk sikap acuh tak acuh yang menumbuhkan prasangka dan menumbuhkan kemarahan dan kebencian, Paus berkata, “Setiap kali ada orang yang tertinggal di belakang, keluarga manusia tidak dapat bergerak maju”.

Jauh di lubuk hati, Paus melanjutkan, “kita bukan orang Kristen, dan bahkan bukan manusia yang baik, kecuali kita dapat melihat seseorang sebelum melihat tindakannya, sebelum melontarkan penilaian dan prasangka kita sendiri”.

Memilih cinta daripada kebencian
Paus kemudian mengatakan bahwa sebagai pria dan wanita yang berkemauan baik, kita perlu memilih peradaban cinta daripada peradaban kebencian, dan Paus mengundang umat beriman untuk memilih jalan Yesus, yang – katanya – menuntut upaya, tetapi membawa perdamaian.

Komunitas Roma memiliki peran besar
Paus Fransiskus kemudian mendorong mereka yang hadir, yang mewakili umat mereka di seluruh dunia, tidak pernah takut untuk berbagi dan menawarkan anugerah khas yang menandai budaya dan sejarah mereka.

Di antaranya yang Paus sebutkan adalah penghormatan terhadap nilai kehidupan dan keluarga besar, dukungan dan kepedulian terhadap orang-orang yang rentan dalam masyarakat, penghormatan dan penghargaan untuk orang tua, spontanitas dan sukacita.

“Di mana pun Anda berada, bagikan anugerah itu dan cobalah untuk menerima semua hal baik yang dapat ditawarkan orang lain kepada Anda” dan Paus mendorong mereka untuk melakukan perjalanan bersama, dalam membantu membangun dunia yang lebih manusiawi dan bersaudara.

02 Juni 2019
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s