Misionaris Mengalahkan Dunia Bersama Yesus

Renungan Harian Misioner
Senin Paskah VII, 3 Juni 2019
Peringatan S. Karolus Lwanga
Kis. 19:1-8; Mzm. 68:2-3,4-5ac,6- 7ab; Yoh. 16:29-33

Renungan Harian dari Yung-Fo

Para sahabat misioner yang terkasih, “Shalom!”
Secara liturgis, kita baru saja merayakan HR Kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus (30/05) dan bersiap untuk menyambut Perayaan HR Pencurahan Roh Kudus pada PENTAKOSTA (09/06). Sebagaimana dahulu Tuhan kita Yesus Kristus yang telah bangkit itu mendampingi para murid-Nya untuk menyambut peristiwa ini secara langsung, demikian sekarang Dia melakukan hal yang sama untuk saudara dan saya lewat Firman-Nya. Roh Kudus-Nya dicurahkan kepada mereka semua yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya (Kis. 19 : 1-8). Namun, hal lain yang juga disampaikan kepada para murid-Nya itu, ialah bahwa mereka akan berhadapan dengan dunia dan segala kenyataannya, sebagai kekuatan yang mencerai-beraikan para murid berikut tugas-pewartaan mereka. Selanjutnya Yesus menutup Amanat Perpisahan-Nya dengan menegaskan bahwa Diri-Nya telah mengalahkan dunia. Karena itu, para murid harus menguatkan hati mereka.

1. Pencurahan Roh Kudus
Pencurahan Roh Kudus merupakan Janji Tuhan kita Yesus Kristus sendiri kepada para murid-Nya. Yesus telah memilih dan mempersiapkan para murid itu untuk kemudian diutus-Nya sebagai misionaris, yang membawa warta gembira Injil dan tawaran keselamatan dari Allah kepada segala bangsa (Mat. 28 : 18-20; Luk. 24 : 46-49).

Di dalam Bacaan Pertama kita melihat bagaimana Tuhan kita Yesus Kristus memenuhi janji-Nya, dengan mencurahkan Roh Kudus kepada dua belasan orang ketika Paulus mewartakan Injil di kota Efesus (Kis. 19 : 1-7). Demikianlah peran Roh Kudus di dalam hidup dan pelayanan seorang murid-rasul-misionaris, sebagai: agen utama dalam pewartaan Injil (Yoh. 15 : 26), kemudian sebagai pendamping para murid-rasul-misionaris dalam tugas pewartaan mereka (Yoh. 15 : 27), dan sebagai pengingat bagi jemaat tentang segala sesuatu yang telah diajarkan Yesus (Yoh. 14 : 26).

Dengan demikian, tempat dan peran Roh Kudus di dalam karya misioner sangatlah sentral. Tanpa Roh Kudus yang dijanjikan Kristus yang bangkit itu, niscaya seorang murid-rasul-misionaris akan menjadi seorang tidak punya apapun untuk disampaikan sebagai kesaksian hidupnya.

2. Tantangan & Permusuhan dari Dunia
Ketika menjanjikan Roh Kudus, yang tidak lain adalah Roh-Nya sendiri, Yesus juga mengingatkan para murid-Nya tentang dunia dan orang-orang dengan berbagai lembaga yang ada, yang akan tampil sebagai kekuatan yang melawan pewartaan Injil. Kekuatan yang bisa saja mencerai-beraikan para murid-Nya itu. Bahkan akan muncul juga penganiayaan terhadap para murid karena pemberitaan Injil yang mereka lakukan (Yoh. 16 : 32-33).

Yesus mengingatkan kita, bahwa pekerjaan pewartaan Injil atau karya misi adalah sebuah tugas yang mengandung risiko. Seseorang bisa kehilangan apa saja termasuk nyawanya sendiri. Tetapi sekali lagi, “pengorbanan” ini bukan sesuatu yang sia-sia, tetapi sebagai “undangan” kepada setiap misionaris, untuk melekatkan diri mereka sepenuhnya kepada Tuhan. Mengapa? Dunia boleh saja menghadirkan diri sebagai “lawan” terhadap pemberitaan Injil dan Kabar Keselamatan. Namun, Yesus menjamin bahwa perlawanan dari dunia ini bahkan sudah dipatahkan oleh-Nya, lewat kebangkitan-Nya. Inilah sabda penjamin, yang Yesus sampaikan kepada para murid dan misionaris pemberita Injil-Nya, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera di dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16 : 33). Memang dunia akan tampil sebagai “musuh Injil & keselamatan yang ditawarkan Allah,” namun ketika seorang pemberita Injil melekatkan dirinya dengan Kristus, makan dia pun akan beroleh kekuatan untuk mengalahkan dunia.

Banyak contoh sejarah telah membuktikan kebenaran ini. Paulus, yang juga bernama bernama Saulus, mulanya adalah musuh jemaat Allah dan berjuang dengan segala cara untuk menghalangi pemberitaan Injil Kristus ini. Namun, dalam perjalanannya ke Damaskus Yesus Kristus sendirilah yang tampil mengalahkan Paulus yang berniat buruk mau menghalangi pemberitaan Injil. Yesus mengubah Saulus menjadi Paulus, mengubah seoang musuh jemaat menjadi seorang pemberita Injil Kristus yang handal (Kis. 9 : 1-18).

3. Mahkota kemartiran St. Karolus Lwanfa, dkk
Kisah “penaklukan dunia” lewat kuasa dan kekuatan yg mengalir dari pewartaan Injil Kristus ini, ternyata tidak berhenti di zaman Para Rasul dengan Petrus dkk sebagai tokohnya, tetapi berlanjut terus di dalam kehidupan Gereja hingga saat sekarang ini. Pada hari ini, Gereja Kudus merayakan pesta para martirnya, Santo Karolus Lwanga dari Uganda dan kawan-kawannya.

Karolus lahir pada 1 Januari 1860 dan meninggal sebagai martir pada 3 Juni 1886. Dikanonisasi menjadi orang kudus oleh Paus Paulus VI pada 18 Oktober 1964. Sebagai seorang beriman, Karolus menolak ajakan raja untuk melakukan hal-hal yang jahat di mata Tuhan. Sang raja lalu murka dan memberikan perintah untuk menghabisi nyawa Karolus dan teman-temannya, yang dianggap melawan perintah raja.

Secara fisik, kemartiran yang menghilangkan nyawa Santo Karolus Lwanga dan kawan-kawannya nampak seperti kekalahan terhadap dunia. Dunia sepertinya menang, karena bisa menghabisi nyawa anak-anak Tuhan yang melakukan perintah Injil. Begitulah perhitungan dan kalkulasi manusia. Namun, sisi lain yang ditampilkan oleh kemartiran Santo Karolus Lwanga dkk, dan oleh martir Tuhan manapun, menunjukkan bahwa “dunia tidak dapat memisahkan para martir itu dari Kristus, yang Injil Keselamatan-Nya mereka hayati dan mereka wartakan.” Mereka mati terhadap dunia, tetapi mereka hidup dalam persekutuan yang erat dengan Kristus, yang telah mengalahkan dunia itu.

Mungkin kita tidak perlu harus kehilangan nyawa seperti Santo Karolus Lwanga dkk atau para martir lainnya. Tetapi dengan cara menolak melakukan berbagai bentuk kejahatan, kita pun boleh mendapatkan kesempatan untuk mengalahkan dunia, dengan cara yang kecil dan sederhana. Kiranya Tubuh dan Darah Tuhan Yesus yang kita terima sebagai santapan dalam Ekaristi hari ini, boleh menguatkan kita untuk mengalahkan pengaruh-pengaruh negatif dari dunia ini. Amin (rmg).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

One thought on “Misionaris Mengalahkan Dunia Bersama Yesus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s