Warisan Yesus Bagi Kita Para Murid

Renungan Harian Misioner
Kamis Paskah VII, 6 Juni 2019
Peringatan S. Nobertus
Kis. 22:30; 23:6-11; Mzm. 16:1-2a,5,7- 8,9-10,11; Yoh. 17:20-26

Banyak peristiwa yang kita dengar bahkan saksikan sendiri tentang bagaimana seseorang memberikan pesan atau petuah saat menjelang ajalnya. Pesan tersebut biasa berupa amanat mengenai di mana tempat ia ingin dikuburkan ketika ia sudah meninggal atau bisa juga berupa sebuah wasiat tertulis mengenai pembagian harta warisan kepada seluruh anggota keluarganya. Amanat dari orang yang sudah meninggal biasanya memiliki pengaruh yang kuat dan selalu ditaati oleh kebanyakan orang. Ada rasa takut bila sampai tidak menjalankannya.

Di Toraja, ada seorang tokoh Katolik yang pernah berpesan kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Pesannya itu adalah jika nanti ia telah meninggal jangan sekali-kali membuat pesta orang mati (Rambu Solo’) secara mewah untuk dirinya. Anak-anak hanya boleh menyembelih kerbau hingga batas belasan ekor saja. Bila ada kelebihan dana, maka bisa disumbangkan kepada masyarakat untuk perbaikan jalan dan sebagainya. Ketika bapak ini meninggal, anak-anak dan cucu-cucunya sungguh menaati perintah mendiang orang tua mereka. Walaupun sebenarnya mereka mampu untuk menyembelih ratusan ekor kerbau untuk orang tua mereka namun mereka memilih menjalankan petuah tersebut. Alhasil puluhan kerbau yang tersisa dan tidak disembelih, dilelang kemudian uang hasil pelelangan disumbangkan untuk masyarakat secara umum. Seketika itu juga, perbuatan keluarga ini menjadi buah bibir di masyarakat. Ada yang mencibir karena hal tersebut sedikit melanggar aturan “adat” namun tidak sedikit pula yang memuji.

Yesus Kristus yang menyadari bahwa kematian-Nya sudah dekat, sesungguhnya juga meninggalkan warisan yang tidak ternilai harganya. Bukan berupa materi dalam bentuk harta duniawi yang berlimpah namun berupa doa yang tulus untuk kita manusia berdosa yang ditebus-Nya. Ia memohon kepada Bapa-Nya agar Kasih yang telah diterima-Nya juga diberikan kepada kita, “Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka, dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka” (Yoh. 17:26).

Mari kita merenungkan sejenak betapa cinta Yesus kepada kita sungguh luar biasa besarnya. Walaupun karena dosa-dosa kita, Yesus rela menanggung salib untuk kita. Bahkan Yesus meminta sebuah tempat bagi kita di mana Yesus nantinya juga berada, ”Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku”. Namun harta warisan berupa doa ini hanya akan terwujud dalam diri kita jika kita menaati perintah-Nya. Sebab Yesus tidak hanya mewariskan harta “kemuliaan” yang telah diterima-Nya dari Bapa untuk kita tetapi juga disertai dengan suatu perintah untuk dijalankan. Yesus juga berpesan kepada kita, “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh. 15:17).

Jika kita bisa merasa takut dengan petuah yang dipesankan dari orang yang sudah meninggal dan berusaha menaatinya, mengapa kita kerap kali tidak memiliki rasa takut dan gelisah ketika kita tidak menjalankan perintah Yesus bagi kita, pesan yang diberikan kepada kita sebelum kematian-Nya di Kayu Salib? Mari saudara-saudariku kita menikmati dengan penuh syukur harta warisan Yesus yakni kasih dan kemuliaan-Nya sambil menjalankan perintah-Nya untuk saling mengasihi seorang akan yang lain.

(RD. Hendrik Palimbo – Pastor Paroki Deri-Toraja, KAMS)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s