“Inilah Ibumu”

Renungan Harian Misioner
Senin Biasa X, 10 Juni 2019
Peringatan Santa Perawan Maria, Bunda Gereja
Kej 3: 9-15,20; atau Kis 1:12-14; Mzm 87: 1-2, 3, 5, 6-7; Yoh 19:25-34

Pesan terakhir yang diberikan Yesus saat berada di kayu salib, sebelum ajal-Nya tiba adalah sebuah pesan yang diberikan kepada dua orang, yaitu: Maria, ibu-Nya dan Yohanes, murid-Nya. Kedua orang yang setia menemani sengsara Yesus hingga pada wafat-Nya. Keduanya adalah orang-orang yang sangat dikasihi-Nya. Satu adalah perempuan yang telah melahirkan-Nya, perawan pilihan Allah tempat Putra Allah dititipkan untuk dapat menjelma menjadi manusia. Satunya lagi yang sering disebut “Murid yang dikasihi-Nya”.

Pesan itu sangat singkat, hanya terdiri dari beberapa kata saja. Kepada Maria: “Ibu, inilah, anakmu!” dan kepada Yohanes: “Inilah ibumu!” Tetapi pesan singkat itu bermakna luar biasa. Penyerahan resmi Maria menjadi Bunda murid-Nya dan penyerahan sang murid menjadi anak ibu-Nya.

Pesan terakhir itu, sebelum Yesus menutup tugas perutusan-Nya di dunia dengan berkata, “Sudah selesai!” (Yoh. 19:30) merupakan sebuah amanat yang sampai hari ini dipegang teguh para murid Kristus dan para penerus-Nya. Bunda Maria menjadi Bunda kita semua, umat Kristiani. Dan Gereja secara khusus pada hari ini memperingati Santa Perawan Maria sebagai Bunda Gereja.

Paus Fransiskus memasukkan Peringatan Santa Perawan Maria, Bunda Gereja dalam liturgi Gereja universal sebagai perayaan pada hari Senin, setelah hari Minggu Pentakosta. Dalam Vatican News dikatakan bahwa Bapa Suci ingin meningkatkan devosi ini untuk “Mendorong pertumbuhan rasa keibuan Gereja dalam diri para imam, kaum religius dan umat beriman, serta pertumbuhan rasa hormat yang sejati kepada Maria.”

Tidak sedikit refleksi dan tulisan mengenai Maria, tentang pentingnya peran Perawan Maria dalam misteri Kristus. Maria yang berada di kaki salib, seperti yang dikisahkan Kitab Suci, menjadi Bunda Gereja saat menerima kasih Yesus dan menerima semua orang yang diwakili oleh murid yang dikasihi-Nya.

Paus Paulus VI menyatakan, “Perawan Maria Terberkati sebagai Bunda Gereja, yaitu untuk mengatakan bahwa semua orang Kristiani, umat beriman dan juga para imam, yang memanggilnya ‘Bunda yang paling dikasihi’ dan menegaskan bahwa Bunda Allah harus dihormati dan dipanggil oleh seluruh umat Kristiani dengan gelar-gelar yang paling lembut ini.”

Bunda Gereja, Bunda sang Penebus, Bunda Allah dan masih banyak gelar lainnya yang diterima Bunda Maria. Tetapi yang terutama adalah teladan yang diberikannya kepada kita semua para murid Kristus: kesederhanaannya, kelemahlembutannya, kesabarannya menyimpan segala perkara dalam hati, ketaatannya pada kehendak Allah dan kesetiaannya hingga akhir pada sang Putera. Semoga kita bukan hanya sekedar memanggilnya “Bunda” tetapi juga mau dan mampu meniru keteladanannya, sebagai perwujudan dari menjadi anak-anaknya yang baik.

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s