Memilih Kehidupan dan Keselamatan

Audiensi Paus: ‘persekutuan mengatasi perpecahan’
Paus Fransiskus menekankan pentingnya komunitas dan kekuatan rekonsiliasi dari kasih Tuhan selama Audiensi Umum di Lapangan Santo Petrus.

Berbicara kepada para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk Audiensi Umum hari Rabu, Paus Fransiskus menjelaskan bahwa persekutuan dan ‘kebebasan dari diri sendiri’ adalah bagian dari DNA Kristiani.

Dalam katekesenya, yang melanjutkan siklus baru yang didedikasikan untuk Kisah Para Rasul, Paus memperingatkan terhadap godaan mereferensikan diri sendiri dan mengundang umat beriman untuk tidak pernah takut akan perbedaan.

Paus merenungkan fakta bahwa pilihan dua belas rasul Kristus menunjukkan kesinambungan antara Gereja dan orang-orang Israel. Setelah pembelotan Yudas, para Rasul sadar bahwa posisi Yudas dalam Dua Belas harus digantikan oleh yang lain.

Jadi, dengan bimbingan Petrus, seluruh komunitas bergabung dalam doa untuk menemukan pilihan Tuhan pada diri Matius.

Persekutuan yang terlihat
Paus mengatakan bahwa Yesus telah memberi tahu murid-murid-Nya bahwa mereka akan dikenal “dari kasih mereka satu sama lain”, dan menjelaskan bahwa persekutuan para Rasul yang terlihat ini merupakan bentuk pertama dari kesaksian mereka akan Tuhan Yang Bangkit dan kasih-Nya yang menyelamatkan.

Paus mencatat bahwa para murid tahu betul bahwa Kebangkitan Kristus bukan sekedar “sebuah peristiwa di antara yang lain,” tetapi merupakan sumber kehidupan baru.

Paus mengatakan bahwa sementara “Yudas lebih memilih kematian daripada hidup” sebaliknya sebelas yang lain memilih kehidupan dan keselamatan, dan mengambil tanggung jawab untuk mewariskannya melalui sejarah, dari generasi ke generasi, dari orang-orang Israel ke Gereja.

Paus Fransiskus meneruskan dengan menyebutkan bahwa ketika salah satu dari dua belas meninggalkan komunitas, hal tersebut menciptakan luka di tubuh komunitas itu, dan penting adanya tugas itu harus diteruskan kepada yang lain dan untuk membentuk kembali kelompok dua belas.

Ketajaman komunitas
Hal ini menegaskan praktik dari komunitas, yaitu: “melihat kenyataan melalui mata Tuhan, dalam perspektif persatuan dan persekutuan,” dengan menyoroti fakta bahwa “persekutuan mengatasi perpecahan, isolasi, mentalitas yang memprioritaskan ruang pribadi”.

“Dalam Kisah Para Rasul, Dua Belas mewujudkan gaya Tuhan,” persekutuan yang terlihat dari para Rasul merupakan wujud bentuk kesaksian pertama mereka mengenai Tuhan Yang Bangkit dan kasih-Nya yang menyelamatkan.

“Kita juga perlu menemukan kembali keindahan bersaksi mengenai Dia Yang Bangkit, melampaui sikap mementingkan diri sendiri, melawan godaan untuk menyimpan hadiah Tuhan hanya untuk diri kita sendiri, dan tidak pernah menyerah pada keseragaman.”

Paus mengakhiri katekese dengan mendorong umat beriman untuk memohon Tuhan membantu mereka memberikan kesaksian tentang kekuatan rekonsiliasi dari kasih dengan persatuan kita, yang menang atas kesombongan dan perpecahan, dan menciptakan satu Umat Tuhan karena keberagaman.

Lindungi kehidupan di setiap momen
Dalam sambutannya kepada sekelompok peziarah Polandia yang berpartisipasi dalam ‘Prosesi untuk Hidup’ pada hari Minggu, Paus mengeluarkan permohonan untuk selalu menghormati dan menjaga kesucian hidup.

“Hidup itu suci karena itu adalah hadiah dari Tuhan,” Paus mendesak orang-orang Kristiani “untuk mempertahankan dan melayani kehidupan” sejak saat pembuahan hingga “usia tua, saat yang ditandai dengan kelemahan dan penderitaan”.

“Tidak sah untuk menghancurkan kehidupan, menjadikannya obyek percobaan atau pembuahan yang salah.”

12 Juni 2019
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s