Menjadi Injil yang Hidup

Bapa Paus mengatakan: Kehidupan Para Fransiskan ditandai dengan persaudaraan, kerendahan hati, kedamaian
Paus Fransiskus mengundang Para Fransiskan untuk hidup dalam semangat persaudaraan, kerendahan hati, dan kedamaian, setelah Ordo mengadopsi aturan baru untuk mengatur kehidupan komunitas.

Ordo Saudara Dina Konventual (OFM Conv) mengakhiri Sidang Umum ke-202 selama sebulan pada hari Senin dengan audiensi kepausan di Vatikan.

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus menyempurnakan, Para Fransiskan Konventual untuk menyetujui Ketetapan Umum mereka yang baru yang membuat perubahan mengenai kehidupan antar budaya, berbagi, dan transparansi keuangan dalam kehidupan komunitas.

“Perubahan-perubahan ini sulit, namun merupakan upaya yang dilakukan dengan baik!” kata Paus kepada kelompok itu, mengingatkan mereka bahwa Konstitusi menjamin kharisma Ordo dan perluasannya ke masa depan.

Paus Fransiskus berkata, Injil adalah “peraturan dan kehidupan” Para Fransiskan dan misi mereka adalah menjadi Injil yang hidup.

Persaudaraan
Bapa Paus kemudian mengeksplorasi tiga cara Fransiskan Konventual dapat menjadi “penafsiran Firman yang hidup”.

Bapa Paus mengatakan, Persaudaraan adalah aspek utama kehidupan bagi mereka yang mengikuti jejak Santo Fransiskus. “Persaudaraan adalah anugerah untuk menyambut dengan rasa syukur. Ini adalah kenyataan yang pernah ‘ berada di jalan’, dalam pembangunan yang membutuhkan kontribusi setiap orang.”

Bapa Paus mengatakan persaudaraan menuntut setiap orang untuk “mencintai dan memelihara saudaranya” sehingga kehidupan komunitas menjadi sebuah “sekolah persekutuan” dan sebuah “jenis nubuat di Gereja dan di dunia”.

Kerendahan Hati
Paus Fransiskus mengatakan “kerendahan hati” (dari bahasa Italia: minorità) adalah karakteristik penting lainnya dari kehidupan Fransiskan Konventual.

“Ini adalah jalan yang sulit, karena bertentangan dengan logika duniawi, yang mencari kesuksesan dengan biaya berapa pun dan keinginan untuk menduduki tempat pertama”, kata Paus Fransiskus.

Bapa Paus berkata bahwa Santo Fransiskus mengatakan kepada para Fransiskan Konventual agar rendah hati dan menghabiskan hidup mereka untuk melayani orang lain.

Perdamaian
“Khotbahkanlah perdamaian,” kata Paus Fransiskus kepada kelompok itu dalam semangat penyambutan tradisional Fransiskan: “Pax et bonum”.

Bapa Paus mengatakan perdamaian dapat diartikan sebagai “rekonsiliasi dengan diri kita sendiri, dengan Tuhan, dengan orang lain, dan dengan makhluk hidup lainnya”.

“Rekonsiliasi terdiri dari lingkaran konsentris yang dimulai di dalam hati dan diperluas untuk merangkul seluruh alam semesta. Tetapi pada kenyataannya, hal tersebut dimulai di hati Tuhan, hati Kristus.”

Bapa Paus menunjukkan bahwa kedamaian jenis ini melebihi dari sekedar tidak adanya masalah, karena itu berasal “dari kehadiran Allah di dalam diri kita.”

Formasi permanen
Menjalani kehidupan persaudaraan, kerendahan hati, dan kedamaian membutuhkan pembinaan berkelanjutan yang mempromosikan penyesuaian bertahap kepada Kristus, dalam setiap bidang kehidupan, kata Paus Fransiskus.

Paus menyebutnya “pembentukan hati secara personal, yang mengubah cara berpikir, perasaan, dan tindakan kita; sebuah formasi yang mengajarkan kesetiaan”.

Paus Fransiskus mengakhiri bahwa hanya formasi religius yang baik yang dapat membantu menghentikan “pendarahan” dari para imam dan religius yang mengabaikan panggilan mereka.

17 Juni 2019
Oleh: Devin Watkins
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s