Mengumpulkan Harta di Surga

Renungan Harian Misioner
Jumat, 21 Juni 2019
PW. St. Aloysius Gonzaga, Biarawan dan Pengaku Iman
2Kor. 11:18,21b-30; Mzm. 34:2-3,4- 5,6-7; Mat. 6:19-23

Hari ini, kita merayakan pesta Santo Aloysius Gonzaga, seorang biarawan Serikat Yesus. Ia berasal dari sebuah keluarga bangsawan yang berkuasa dan kaya raya. Ketika berumur 9 tahun, ia mengikuti pendidikan di istana keluarga Fransesco de Medici di Florence. Selama di sana, ia mulai menyadari panggilan Ilahi dalam dirinya. Ia tahu apa yang nanti akan terjadi atas dirinya. Hidup asusila yang mewarnai cara hidup orang-orang istana sangat memuakkan hatinya. Ia merasa terancam oleh cara hidup istana itu. Untuk melindungi dirinya dari bahaya-bahaya itu, ia terus berdoa memohon perlindungan Tuhan. Dalam situasi ini, ia dengan berani mengikrarkan kaul kemurnian hidup dan berjanji akan memelihara kesucian dirinya. Kaul ini diikrarkannya sewaktu ia berusia 10 tahun.

Selanjutnya, ia memutuskan untuk masuk Serikat Yesus. Ia menyampaikan niatnya kepada orang tuanya. Ayahnya menolak dengan tegas keinginan anaknya. Aloysius diharuskan tetap mempertahankan gelar kebangsawanan dan harta warisannya. Aloysius mengalihkan semua haknya dan harta warisannya kepada saudaranya yang lebih muda. Ayahnya tak berdaya menghadapinya. Aloysius lalu masuk novisiat Serikat Yesus di biara Santo Andreas, Roma dan selanjutnya mengucapkan kaul pertama. Dalam studi teologi dan ilmu pengetahuan lain, kawan-kawannya sangat menyegani dia karena belas kasihnya, kerendahan hatinya dan ketaatannya. Kesalehan hidupnya dan ketabahannya dalam menghayati hidup membiara membuat dia menjadi tokoh teladan bagi kawan-kawannya. Aloysius Gonzaga wafat pada tanggal 20 Juni 1591 pada usia 23 tahun. Menjelang wafat, ia hanya mengatakan, “Aku akan pergi ke surga”.

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus berkata, “Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi; ngengat dan karat akan merusakkannya, dan pencuri akan membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga. Di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ hatimu berada” (Mat. 6:19-21). Harta di surga itu seperti apa? Bagaimana cara kita mengumpulkannya? Kita tidak perlu banyak belajar teori untuk melaksanakan ajakan untuk mengumpulkan harta di surga. Cukup belajar dari apa yang dihayati St. Aloysius dan meniru apa dihidupinya. Ia berasal dari keluarga bangsawan, berkuasa dan kaya raya. Namun, ia tidak tergoda atau terikat dengan harta duniawi yang dimiliki keluarganya. St. Aloysius sungguh-sungguh menghayati ajakan Yesus dalam bacaan Injil hari ini.

Bagaimana dengan kita? Sebagai orang yang beriman kepada Yesus, kita pasti memiliki kerinduan yang mendalam untuk masuk surga apabila kehidupan ini berakhir. Kerinduan itu juga merupakan kerinduan Yesus sendiri sebagaimana terungkap dalam doa-Nya: “Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku, yang telah Engkau berikan kepada-Ku” (Yoh. 17:24). Yesus yang kita imani adalah Yesus yang wafat, bangkit dan yang naik ke surga. Yesus berada di surga. Ia menghendaki setiap orang yang percaya kepada-Nya berada di tempat di mana Ia berada. Kita perlu berjuang meniru teladan St. Aloyisus, dengan menjadi pribadi yang peka terhadap panggilan Ilahi, senantiasa mengandalkan Tuhan, berbelas kasih, rendah hati, taat pada kehendak Allah, hidup saleh dan tabah dalam menghayati hidup sebagai pengikut Yesus. Memang tidak gampang untuk mengumpulkan harta di surga karena berbagai kelemahan yang ada dalam diri kita dan juga godaan dari luar yang amat kuat.

Kesadaran akan kelemahan dan kerapuhan kita sebagai manusia akan membuat kita lebih mengandalkan kekuatan dan rahmat Tuhan. Rasul Paulus pun mengajarkan tidak bermegah-megah secara duniawi, tetapi justru bermegah atas kelemahan kita, “Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku” (Kis. 11:30). Dengan mengungkapkan berbagai kesusahan, kesulitan, cobaan dan tantangan yang dialaminya, Rasul Paulus hendak bermegah atas kekuatan Allah dan kasih karunia Yesus Kristus yang membuatnya sanggup menghadapi berbagai kesulitan, cobaan dan bahaya yang dialaminya. Kita pun mesti bermegah atas kelemahan dan kerapuhan kita supaya kita lebih mengandalkan kekuatan Tuhan. Semoga St. Aloysius Gonzaga mendoakan kita dalam perjuangan untuk mengumpulkan harta di surga sehingga pada saat menjelang berakhirnya kehidupan kita di dunia ini, kita dengan penuh sukacita pun bisa berujar “Aku akan pergi ke surga”.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s