Kerasulan di Lautan

Minggu Laut: Takhta Suci menyerukan perlindungan hak-hak pelaut
Dalam sebuah pesan yang menandai perayaan tahunan ‘Minggu Laut’, Takhta Suci menyerukan perlindungan hak-hak semua orang yang bekerja di laut.

Hari ini adalah Minggu Laut, merupakan hari yang dikhususkan setiap tahun untuk mengingat dan berdoa bagi pelaut, keluarga mereka, dan semua yang mendukung mereka.

Paus Fransiskus menandai kesempatan itu dengan sebuah tweet yang mengatakan bahwa ia berdoa untuk para pelaut dan nelayan dan keluarga mereka, serta mendorong setiap upaya untuk melindungi dan menjamin hak asasi mereka.

Kardinal Peter Turkson, Prefek Dikasteri Vatikan untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Integral mengeluarkan pesan yang menyerukan agar “Organisasi Internasional bersama dengan otoritas pemerintah yang tepat dan berbagai pemain di dunia maritim untuk membarui upaya mereka untuk melindungi dan menjamin hak-hak semua orang yang bekerja di laut”.

Peran penting pelaut dalam kehidupan kita
Menyoroti peran penting para pelaut dalam kehidupan sehari-hari kita, berkat apa yang mereka kerjakan sehingga kita menerima sebagian besar barang-barang yang kita miliki di rumah kita, “belum lagi bahan bakar untuk mobil kita, pakaian yang kita kenakan, dan banyak barang lainnya, yang semuanya dibuat di bagian-bagian dunia yang jauh dan dibawa kepada kita oleh para pelaut,” Kardinal Turkson mengatakan bahwa sudah sepantasnya kita berhenti sejenak untuk merenungkan betapa sangat penting dan agungnya pekerjaan pelaut bagi kenyamanan dan kesejahteraan kita.

Karena alasan ini, Kardinal mencatat, di berbagai Gereja Kristen di seluruh dunia, hari Minggu kedua bulan Juli secara tradisional ditetapkan sebagai Minggu Laut. Sebuah hari di mana “umat beriman diminta untuk mengingat dan berdoa bagi 1,5 juta pelaut yang berselang-seling melintasi lautan dan samudera, mengangkut hampir 90% barang dari satu negara ke negara lain”.

Para Pelaut menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan kesulitan
Kardinal Turkson berkomentar tentang bagaimana selama berbulan-bulan, pelaut tinggal di ruang terbatas, jauh dari keluarga dan orang-orang yang mereka cintai dan menghadapi masalah-masalah seperti gaji yang tertunda, kondisi kerja yang berat, ancaman pembajakan dan bahkan serangan teroris.

Kardinal mengatakan bahwa dalam kasus kecelakaan maritim, pelaut sering dikriminalisasi dan ditahan tanpa mendapatkan perlindungan hukum yang efektif dan manfaat dari perlakuan yang adil, dan ia mencatat bahwa “dalam percampuran yang sulit dari kebangsaan, budaya dan agama, peluang untuk berinteraksi secara sosial dengan awak di atas kapal yang sedikit jumlahnya telah berkurang,” sementara “isolasi dan depresi, ditambah dengan kurangnya lingkungan yang mendukung, memengaruhi kesehatan mental para pelaut, terkadang dengan konsekuensi yang tragis dan memilukan bagi keluarga, awak kapal dan para pemilik kapal mereka”.

Konvensi dan legislasi
Meskipun mengakui bahwa ratifikasi dan implementasi beberapa Konvensi dan legislasi internasional telah meningkatkan kondisi kerja dan kehidupan di atas sejumlah besar kapal komersial, Kardinal mengatakan bahwa ada banyak kasus di mana “pemilik kapal yang tidak bermoral mengambil keuntungan dari penegakan hukum yang tidak terlalu ketat terhadap hukum.”

Seruan untuk perlindungan hak
Kardinal Turkson melanjutkan untuk menegaskan kembali seruannya “pada Organisasi Internasional bersama dengan otoritas pemerintah yang tepat dan berbagai pemain di dunia maritim untuk membarui upaya mereka untuk melindungi dan menjamin hak-hak semua orang yang bekerja di laut”.

Ia juga menawarkan semangat kepada para religius dan relawan Stella Maris/Kerasulan di Lautan, mendesak mereka untuk “waspada dan mendekati setiap pelaut dan nelayan dengan semangat komitmen yang sama yang dulu menggerakkan para perintis pelayanan kita sejak hampir seratus tahun yang lalu, pada tanggal 4 Oktober 1920, mereka memutuskan untuk menghidupkan kembali dan merestrukturisasi pelayanan Gereja Katolik yang tersebar luas bagi masyarakat laut”.

Ucapkan bahasa cinta Kristiani
“Di hadapan para pelaut dari berbagai negara, saya mengundang Anda untuk mengenali wajah Kristus di tengah-tengah Anda. Dalam kebingungan bahasa, saya sarankan Anda untuk mengucapkan bahasa cinta Kristiani yang menyambut semua orang dan mengecualikan siapa pun.”

Dan mengutip dari Paus Fransiskus, Kardinal berkata: Dihadapkan dengan pelanggaran, saya mendesak Anda untuk tidak takut mencela ketidakadilan dan mengadvokasi “untuk bekerja sama untuk membangun kebaikan bersama dan humanisme kerja baru, untuk mempromosikan pekerjaan yang menghormati martabat para orang yang tidak hanya melihat keuntungan atau kebutuhan produksi tetapi juga mempromosikan kehidupan yang bermartabat karena mengetahui bahwa kebaikan rakyat dan kebaikan perusahaan berjalan seiring. ”

14 Juli 2019
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

One thought on “Kerasulan di Lautan

Leave a Reply to Ringgo Pieters Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s