Kekayaan Itu Bisa Mengikat Hati!

Paus di Angelus: Harta karun sejati ada di surga
Paus Fransiskus dalam pesannya di doa Angelus mengatakan bahwa Yesus mengundang kita untuk memikirkan bahwa kekayaan dapat mengikat hati dan mengalihkan perhatian dari harta sejati yang ada di surga.

Di atas Lapangan Santo Petrus yang cerah, Paus Fransiskus bergabung dengan umat pada hari Minggu untuk tradisi doa Angelus. Dalam sambutannya Paus merenungkan pembacaan Injil hari itu dari Lukas dan mengundang mereka yang berkumpul untuk membaca petikan yang indah ini. Ini dibuka dengan adegan seorang laki-laki yang berdiri di tengah orang banyak dan meminta Yesus untuk menjawab pertanyaan yuridis tentang warisan keluarga.

Paus menjelaskan bahwa Yesus “tidak menjawab pertanyaan itu, dan mendesak kita untuk menjauh dari keserakahan, yaitu keserakahan untuk memiliki.”

Yesus dan orang kaya
Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang bodoh yang kaya, yang percaya bahwa ia bahagia karena ia memiliki nasib baik pada tahun yang luar biasa dan merasa aman akan barang-barang yang telah dikumpulkannya. Paus Fransiskus menunjukkan bahwa “kisah itu menjadi hidup ketika muncul kekontrasan antara apa yang orang kaya rencanakan untuk dirinya sendiri dan apa yang Tuhan janjikan kepadanya.”

Paus menggambarkan bagaimana, “orang kaya menempatkan tiga pertimbangan di hadapan jiwanya, yaitu, di hadapan dirinya sendiri: banyak barang yang menumpuk, tahun-tahun di mana barang-barang ini sepertinya membuatnya aman, ketenangan dan kesejahteraan yang tak terkendali. Tetapi, kata Paus, “kata yang dialamatkan Allah kepadanya menghapus proyek-proyek ini. Alih-alih “bertahun-tahun”, Tuhan menunjukkan kedekatan “malam ini”; alih-alih “kenikmatan hidup”, Ia justru menunjukkan kepadanya “kehidupan yang berubah”, dengan hukuman yang konsekuen.”

Paus Fransiskus melanjutkan dengan mengatakan bahwa Tuhan menyebut orang itu bodoh, yang dalam hal ini dibenarkan, karena dalam praktiknya dia telah menyangkal Tuhan, dan belum sepakat dengan-Nya.

Perumpamaan itu, kata Paus, berfungsi sebagai peringatan yang mengungkapkan “cakrawala yang mana kita semua dipanggil untuk melihatnya. Barang-barang materi diperlukan untuk kehidupan, tetapi itu tidak boleh menjadi akhir dari keberadaan kita, tetapi sarana hidup dengan jujur dan berbagi dengan mereka yang paling membutuhkan.”

Kekayaan itu bisa mengikat hati
Paus Fransiskus menggarisbawahi bahwa, “hari ini Yesus mengundang kita untuk mempertimbangkan bahwa kekayaan dapat mengikat hati dan mengalihkan perhatiannya dari harta sejati yang ada di surga.”

Paus menambahkan, bagaimanapun, bahwa “ini tidak berarti terasing dari kenyataan, tetapi mencari hal-hal yang memiliki nilai sejati seperti keadilan, solidaritas, penerimaan, persaudaraan dan perdamaian… Keserakahan untuk barang, keinginan untuk memiliki barang, tidak memuaskan hati, sebaliknya itu menyebabkan lebih banyak kelaparan.”

Paus mengakhiri dengan mengatakan bahwa hal itu “merupakan masalah kecenderungan ke arah kehidupan yang dijalani bukan dengan cara duniawi, tetapi dengan cara evangelikal, yang berarti,“ mengasihi Tuhan dengan segenap keberadaan kita, dan untuk mengasihi sesama kita seperti Yesus mengasihinya, yaitu, dalam pelayanan dan dalam pemberian diri sendiri.”

04 Agustus 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s