Bersiaplah untuk Berjumpa Tuhan!

Angelus Bersama Bapa Paus: Bersiaplah untuk perjumpaan terakhir dengan Tuhan
Paus Fransiskus merenungkan Injil hari Minggu ini dan mengenai ajakan Yesus untuk waspada dan untuk “menyalakan pelita kita” sementara kita menanti perjumpaan terakhir dengan Bapa.

Dalam Injil hari Minggu ini, Yesus memberi tahu para murid-Nya “siapkanlah dirimu dan nyalakan pelitamu”. Berbicara sebelum pendarasan doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Paus Fransiskus melukiskan gambaran ini sebagai salah satu kisah yang “mengingatkan kembali sikap peziarah, siap untuk memulai perjalanan”. “Ini adalah sebuah pertanyaan untuk tidak mengakarkan diri di tempat tinggal yang nyaman dan menentramkan, sebaliknya mau meninggalkan diri sendiri dengan jalan kesederhanaan dan keyakinan pada kehendak Tuhan, yang akan menuntun kita menuju tujuan berikutnya”.

Nyalakan pelitamu
Dengan mengingatkan kita untuk “menyalakan pelita kita”, Yesus mengundang kita “untuk hidup dalam iman yang otentik dan dewasa, yang mampu menerangi banyak ‘malam’ kehidupan. Lampu iman perlu dipelihara terus-menerus, melalui perjumpaan dari hati ke hati dengan Yesus di dalam doa, dan dalam mendengarkan Firman-Nya. Iman yang sejati membuka hati kita pada sesama manusia dan memacu kita untuk bersatu dengan saudara-saudari kita, terutama dengan mereka yang membutuhkan”.

Waspadalah
Dalam Injil Lukas, Yesus menggambarkan para pelayan yang menunggu kembalinya tuan mereka sebagai contoh untuk tetap waspada. Kita harus siap “untuk perjumpaan terakhir dan menentukan dengan Tuhan. Diberkatilah hamba-hamba yang dijumpai tuannya waspada pada saat kedatangannya.” Dengan kata-kata ini, “Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup adalah perjalanan menuju kekekalan. Setiap saat menjadi berharga, jadi kita harus hidup dan bertindak di atas bumi ini dengan memiliki kerinduan akan Surga di hati kita”.

Kebahagiaan kekal
“Jika kita hidup dalam harmoni dengan Injil dan perintah-perintah Allah, Dia akan mengizinkan kita untuk mengambil bagian dalam kebahagiaan kekal-Nya”. Meskipun “kita belum dapat benar-benar memahami seperti apa sukacita tertinggi ini nantinya, Yesus menawarkan kepada kita gambaran tentang tuan yang, menemukan pelayan-pelayannya masih terjaga ketika ia kembali, “akan melayani mereka di meja, dan terus menemani mereka”. Seolah-olah segala sesuatu di Surga akan dibalik, “Kita tidak akan lagi menjadi pelayan, yang akan melayani Tuhan, tetapi Tuhan akan menempatkan diri-Nya dalam pelayanan kita”.

Harapan dan kekudusan
Semoga pemikiran perjumpaan terakhir dengan Bapa “memenuhi kita dengan harapan”, Paus Fransiskus menyimpulkan. Semoga hal itu merangsang kita pada komitmen yang konstan untuk menjadi kudus, “dan untuk membangun dunia yang lebih adil dan dalam persaudaraan”.

11 Agustus 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s